Sunday, February 07, 2010

+++zero float division+++

Zero

by Yusako Wicaksono

When I feel you are the choice ...
 however, it turns out you do not give me a chance to be chosen ... 
As I'm sure you're the best for me ... 
however, it turns out you have not found the courage to go forward
describes the future together
is not enough time waiting for four years?

 two years behind us are learning to know more about me and you, 
:about us.
two years from now, not whether we should prepare for further ....
but, you did not dare to do so.


when I dared to give a barrier between usdared to take the best path, 

:separation.  
maybe not now we should be together, maybe one day, 
when you believe me wholeheartedly. 
I'm sure you feel the pain, sorrow, and regret. 
after long time running, then I found you give way to it.
but, when it had to go.  

let the time that makes us adults.
if we're soul mates, easily angels will be with us again, ...  
beautiful angel of love ...

*

Angel

by Sarah McLachlan

Spend all your time waiting
for that second chance
for a break that would make it okay
there's always some reason
to feel not good enough
and it's hard at the end of the day
I need some distraction
oh, beautiful release
memories seep from my veins
let me be empty.

Oh, how weightless,
then maybe ill find some peace tonight
In the arms of the angel
far away from here
from this dark cool hotel room
and the endlessness that you fear
you are pulled from the wreckage
of your silent reverie

you're in the arms of the angel
may you find, some comfort here
So tired of the straight life
and everywhere you turn
there's vultures and thieves at your back
and the storm keeps on twisting

keep on building the lies
that you make up for all that you lack
it don't make no difference
escape them one last time

it's easier to believe
in this sweet madness
Oh, this glorious sadness,

that brings me to my knees
In the arms of the angel
far away from here
from this dark cool hotel room
and the endlessness that you fear
you are pulled from the wreckage
of your silent reverie

you're in the arms of the angel
where you find some comfort here
you're in the arms of the angel
may you find some comfort here

*
 Animal Instinct Lyric

by
Cranberries 

Suddenly something has happened to me
As I was having my cup of tea
Suddenly I was feeling depressed
I was utterly and totally stressed
Do you know you made me cry
Do you know you made me die

And the thing that gets to me
Is you’ll never really see
And the thing that freaks me out
Is I’ll always be in doubt
It is a lovely thing that we have
It is a lovely thing that we
It is a lovely thing, the animal
The animal instinct

So take my hands and come with me
We will change reality
So take my hands and we will pray
They won’t take you away
They will never make me cry, no
They will never make me die
And the thing that gets to me
Is you’ll never really see
And the thing that freaks me out
Is I’ll always be in doubt

The animal, the animal,
The animal instinct in me
It’s the animal, the animal,
The animal instinct in me
It’s the animal, it’s the animal,
It’s the animal instinct in me

*
Aku ingin

(musikalisasko puisi Sapardi Djoko)

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

***


Read More

Saturday, February 06, 2010

Vote Komodo at New7Wonder.com

Barusan baru saja liat Seputar Indonesia, jadi kepengen bantu menyebarkan info ini... Komodo, reptil aseli Indonesia, dan species terakhir dari mahkluk purba,.. informasi lengkapnya saya pinjam dari info komodo, om Wikipedia, kupinjam ditampilin di sini yah!


    Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis[1]), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara.[2] Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.[3]
Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.[4][5] Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.[6]

    Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.

    [sunting] Anatomi dan morfologi
    Kulit komodo.

    Di alam bebas, komodo dewasa biasanya memiliki massa sekitar 70 kilogram,[7] namun komodo yang dipelihara di penangkaran sering memiliki bobot tubuh yang lebih besar. Spesimen liar terbesar yang pernah ada memiliki panjang sebesar 3.13 meter dan berat sekitar 166 kilogram, termasuk berat makanan yang belum dicerna di dalam perutnya.[8] Meski komodo tercatat sebagai kadal terbesar yang masih hidup, namun bukan yang terpanjang. Reputasi ini dipegang oleh biawak Papua (Varanus salvadorii).[9] Komodo memiliki ekor yang sama panjang dengan tubuhnya, dan sekitar 60 buah gigi yang bergerigi tajam sepanjang sekitar 2.5 cm, yang kerap diganti.[10] Air liur komodo sering kali bercampur sedikit darah karena giginya hampir seluruhnya dilapisi jaringan gingiva dan jaringan ini tercabik selama makan.[11] Kondisi ini menciptakan lingkungan pertumbuhan yang ideal untuk bakteri mematikan yang hidup di mulut mereka.[12] Komodo memiliki lidah yang panjang, berwarna kuning dan bercabang.[8] Komodo jantan lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit dari abu-abu gelap sampai merah batu bata, sementara komodo betina lebih berwarna hijau buah zaitun, dan memiliki potongan kecil kuning pada tenggorokannya. Komodo muda lebih berwarna, dengan warna kuning, hijau dan putih pada latar belakang hitam.
    [sunting] Fisiologi
    Komodo yang berjemur.

    Komodo tak memiliki indera pendengaran, meski memiliki lubang telinga.[13] Biawak ini mampu melihat hingga sejauh 300 m, namun karena retinanya hanya memiliki sel kerucut, hewan ini agaknya tak begitu baik melihat di kegelapan malam. Komodo mampu membedakan warna namun tidak seberapa mampu membedakan obyek yang tak bergerak.[14] Komodo menggunakan lidahnya untuk mendeteksi rasa dan mencium stimuli, seperti reptil lainnya, dengan indera vomeronasal memanfaatkan organ Jacobson, suatu kemampuan yang dapat membantu navigasi pada saat gelap.[15] Dengan bantuan angin dan kebiasaannya menelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri ketika berjalan, komodo dapat mendeteksi keberadaan daging bangkai sejauh 4—9.5 kilometer.[11] Lubang hidung komodo bukan merupakan alat penciuman yang baik karena mereka tidak memiliki sekat rongga badan.[16] Hewan ini tidak memiliki indra perasa di lidahnya, hanya ada sedikit ujung-ujung saraf perasa di bagian belakang tenggorokan.[15]

    Sisik-sisik komodo, beberapa di antaranya diperkuat dengan tulang, memiliki sensor yang terhubung dengan saraf yang memfasilitasi rangsang sentuhan. Sisik-sisik di sekitar telinga, bibir, dagu dan tapak kaki memiliki tiga sensor rangsangan atau lebih.[11]

    Komodo pernah dianggap tuli ketika penelitian mendapatkan bahwa bisikan, suara yang meningkat dan teriakan ternyata tidak mengakibatkan agitasi (gangguan) pada komodo liar. Hal ini terbantah kemudian ketika karyawan Kebun Binatang London ZSL, Joan Proctor melatih biawak untuk keluar makan dengan suaranya, bahkan juga ketika ia tidak terlihat oleh si biawak.[17]   
[sunting] Ekologi, perilaku dan cara hidup
    Kaki dan ekor komodo.

    Komodo secara alami hanya ditemui di Indonesia, di pulau Komodo, Flores dan Rinca dan beberapa pulau lainnya di Nusa Tenggara.[18] Hidup di padang rumput kering terbuka, sabana[19] serta pandai memanjat pohon menggunakan cakar mereka yang kuat.[7] Untuk menangkap mangsa yang berada di luar jangkauannya, komodo dapat berdiri dengan kaki belakangnya dan menggunakan ekornya sebagai penunjang.[17] Dengan bertambahnya umur, komodo lebih menggunakan cakarnya sebagai senjata, karena ukuran tubuhnya yang besar menyulitkannya memanjat pohon. dan hutan tropis pada ketinggian rendah, biawak ini menyukai tempat panas dan kering ini. Mereka aktif pada siang hari, walaupun terkadang aktif juga pada malam hari. Komodo adalah binatang yang penyendiri, berkumpul bersama hanya pada saat makan dan berkembang biak. Reptil besar ini dapat berlari cepat hingga 20 kilometer per jam pada jarak yang pendek; berenang dengan sangat baik dan mampu menyelam sedalam 4.5 meter;

    Untuk tempat berlindung, komodo menggali lubang selebar 1–3 meter dengan tungkai depan dan cakarnya yang kuat.[20] Karena besar tubuhnya dan kebiasaan tidur di dalam lubang, komodo dapat menjaga panas tubuhnya selama malam hari dan mengurangi waktu berjemur pada pagi selanjutnya.[21] Komodo umumnya berburu pada siang hingga sore hari, tetapi tetap berteduh selama bagian hari yang terpanas.[22] Tempat-tempat sembunyi komodo ini biasanya berada di daerah gumuk atau perbukitan dengan semilir angin laut, terbuka dari vegetasi, dan di sana-sini berserak kotoran hewan penghuninya. Tempat ini umumnya juga merupakan lokasi yang strategis untuk menyergap rusa.[23]   
[sunting] Perilaku makan
    Komodo di Rinca.

    Komodo adalah hewan karnivora. Walaupun mereka kebanyakan makan daging bangkai,[4][11] Komodo dapat menemukan mangsanya dengan menggunakan penciumannya yang tajam, yang dapat menemukan binatang mati atau sekarat pada jarak hingga 9,5 kilometer.[11] penelitian menunjukkan bahwa mereka juga berburu mangsa hidup dengan cara mengendap-endap diikuti dengan serangan tiba-tiba terhadap korbannya. Ketika mangsa itu tiba di dekat tempat sembunyi komodo, hewan ini segera menyerangnya pada sisi bawah tubuh atau tenggorokan.
    Komodo muda di Rinca yang makan bangkai kerbau.

    Reptil purba ini makan dengan cara mencabik potongan besar daging dan lalu menelannya bulat-bulat sementara tungkai depannya menahan tubuh mangsanya. Untuk mangsa berukuran kecil hingga sebesar kambing, bisa jadi dagingnya dihabiskan sekali telan. Isi perut mangsa yang berupa tumbuhan biasanya dibiarkan tak disentuh.[23] Air liur yang kemerahan dan keluar dalam jumlah banyak amat membantu komodo dalam menelan mangsanya. Meski demikian, proses menelan tetap memakan waktu yang panjang; 15–20 menit diperlukan untuk menelan seekor kambing. Komodo terkadang berusaha mempercepat proses menelan itu dengan menekankan daging bangkai mangsanya ke sebatang pohon, agar karkas itu bisa masuk melewati kerongkongannya. Dan kadang-kadang pula upaya menekan itu begitu keras sehingga pohon itu menjadi rebah.[23] Untuk menghindari agar tak tercekik ketika menelan, komodo bernafas melalui sebuah saluran kecil di bawah lidah, yang berhubungan langsung dengan paru-parunya.[11] Rahangnya yang dapat dikembangkan dengan leluasa, tengkoraknya yang lentur, dan lambungnya yang dapat melar luar biasa memungkinkan komodo menyantap mangsa yang besar, hingga sebesar 80% bobot tubuhnya sendiri dalam satu kali makan.[24][6] Setelah makan, komodo menyeret tubuhnya yang kekenyangan mencari sinar matahari untuk berjemur dan mempercepat proses pencernaan. Kalau tidak, makanan itu dapat membusuk dalam perutnya dan meracuni tubuhnya sendiri. Dikarenakan metabolismenya yang lamban, komodo besar dapat bertahan dengan hanya makan 12 kali setahun atau kira-kira sekali sebulan.[11]gastric pellet. Setelah itu komodo menyapukan wajahnya ke tanah atau ke semak-semak untuk membersihkan sisa-sisa lendir yang masih menempel; perilaku yang menimbulkan dugaan bahwa komodo, sebagaimana halnya manusia, tidak menyukai bau ludahnya sendiri.[11] Setelah daging mangsanya tercerna, komodo memuntahkan sisa-sisa tanduk, rambut dan gigi mangsanya, dalam gumpalan-gumpalan bercampur dengan lendir berbau busuk, gumpalan mana dikenal sebagai

    Dalam kumpulan, komodo yang berukuran paling besar biasanya makan lebih dahulu, diikuti yang berukuran lebih kecil menurut hirarki. Jantan terbesar menunjukkan dominansinya melalui bahasa tubuh dan desisannya; yang disambut dengan bahasa yang sama oleh jantan-jantan lain yang lebih kecil untuk memperlihatkan pengakuannya atas kekuasaan itu. Komodo-komodo yang berukuran sama mungkin akan berkelahi mengadu kekuatan, dengan cara semacam gulat[11] biawak, hingga salah satunya mengaku kalah dan mundur; meskipun adakalanya yang kalah dapat terbunuh dalam perkelahian dan dimangsa oleh si pemenang.

    Mangsa biawak komodo amat bervariasi, mencakup aneka avertebrata, reptil lain (termasuk pula komodo yang bertubuh lebih kecil), burung dan telurnya, mamalia kecil, monyet, babi hutan, kambing, rusa, kuda, dan kerbau. Komodo muda memangsa serangga, telur, cecak, dan mamalia kecil.[4][24] Kadang-kadang komodo juga memangsa manusia dan mayat yang digali dari lubang makam yang dangkal.[17] Kebiasaan ini menyebabkan penduduk pulau Komodo menghindari tanah berpasir dan memilih mengubur jenazah di tanah liat, serta menutupi atasnya dengan batu-batu agar tak dapat digali komodo.[23] Ada pula yang menduga bahwa komodo berevolusi untuk memangsa gajah kerdil Stegodon yang pernah hidup di Flores.[25] Komodo juga pernah teramati ketika mengejutkan dan menakuti rusa-rusa betina yang tengah hamil, dengan harapan agar keguguran dan bangkai janinnya dapat dimangsa; suatu perilaku yang juga didapati pada predator besar di Afrika.[25]

    Karena tak memiliki sekat rongga badan, komodo tak dapat menghirup air atau menjilati air untuk minum (seperti kucing). Alih-alih, komodo ‘mencedok’ air dengan seluruh mulutnya, lalu mengangkat kepalanya agar air mengalir masuk ke perutnya.[11]   
[sunting] Bisa dan bakteri

    Pada akhir 2005, peneliti dari Universitas Melbourne, Australia, menyimpulkan bahwa biawak Perentie (Varanus giganteus) dan biawak-biawak lainnya, serta kadal-kadal dari sukubisa. Selama ini diketahui bahwa luka-luka akibat gigitan hewan-hewan ini sangat rawan infeksi karena adanya bakteria yang hidup di mulut kadal-kadal ini, akan tetapi para peneliti ini menunjukkan bahwa efek langsung yang muncul pada luka-luka gigitan itu disebabkan oleh masuknya bisa berkekuatan menengah. Para peneliti ini telah mengamati luka-luka di tangan manusia akibat gigitan biawak Varanus varius, V. scalaris dan komodo, dan semuanya memperlihatkan reaksi yang serupa: bengkak secara cepat dalam beberapa menit, gangguan lokal dalam pembekuan darah, rasa sakit yang mencekam hingga ke siku, dengan beberapa gejala yang bertahan hingga beberapa jam kemudian.[26]Kebun Binatang Singapura, dan meyakinkan para peneliti akan kandungan bisa yang dipunyai komodo[27]. Agamidae, kemungkinan memiliki semacam Sebuah kelenjar yang berisi bisa yang amat beracun telah berhasil diambil dari mulut seekor komodo di

    Di samping mengandung bisa, air liur komodo juga memiliki aneka bakteri mematikan di dalamnya; lebih dari 28 bakteri Gram-negatif dan 29 Gram-positif telah diisolasi dari air liur ini.[28] Bakteri-bakteri tersebut menyebabkan septikemia pada korbannya; jika gigitan komodo tidak langsung membunuh mangsa dan mangsa itu dapat melarikan diri, umumnya mangsa yang sial ini akan mati dalam waktu satu minggu akibat infeksi. Bakteri yang paling mematikan di air liur komodo agaknya adalah bakteri Pasteurella multocida yang sangat mematikan; diketahui melalui percobaan dengan tikus laboratorium.[29] Karena komodo nampaknya kebal terhadap mikrobanya sendiri, banyak penelitian dilakukan untuk mencari molekul antibakteri dengan harapan dapat digunakan untuk pengobatan manusia.[30]   
[sunting] Reproduksi
    Pada gambar ini, ekor dan cakar komodo dapat terlihat dengan jelas.
    Komodo yang tidur. Perhatikan kukunya yang besar. Kukunya digunakan untuk bertempur dan makan.

    Musim kawin terjadi antara bulan Mei dan Agustus, dan telur komodo diletakkan pada bulan September.[19] Selama periode ini, komodo jantan bertempur untuk mempertahankan betina dan teritorinya dengan cara "bergulat" dengan jantan lainnya sambil berdiri di atas kaki belakangnya. Komodo yang kalah akan terjatuh dan "terkunci" ke tanah. Kedua komodo jantan itu dapat muntah atau buang air besar ketika bersiap untuk bertempur.[17] Pemenang pertarungan akan menjentikkan lidah panjangnya pada tubuh si betina untuk melihat penerimaan sang betina.[6] Komodo betina bersifat antagonis dan melawan dengan gigi dan cakar mereka selama awal fase berpasangan. Selanjutnya, jantan harus sepenuhnya mengendalikan betina selama bersetubuh agar tidak terluka. Perilaku lain yang diperlihatkan selama proses ini adalah jantan menggosokkan dagu mereka pada si betina, garukan keras di atas punggung dan menjilat.[31] Kopulasi terjadi ketika jantan memasukan salah satu hemipenisnya ke kloaka betina.[14] Komodo dapat bersifat monogamus dan membentuk "pasangan," suatu sifat yang langka untuk kadal.[17][24]

    Betina akan meletakkan telurnya di lubang tanah, mengorek tebing bukit atau gundukan sarang burung gosong berkaki-jingga yang telah ditinggalkan. Komodo lebih suka menyimpan telur-telurnya di sarang yang telah ditinggalkan.[32] Sebuah sarang komodo rata-rata berisi 20 telur yang akan menetas setelah 7–8 bulan.[17] Betina berbaring di atas telur-telur itu untuk mengerami dan melindunginya sampai menetas di sekitar bulan April, pada akhir musim hujan ketika terdapat sangat banyak serangga.[19]

    Proses penetasan adalah usaha melelahkan untuk anak komodo, yang keluar dari cangkang telur setelah menyobeknya dengan gigi telur yang akan tanggal setelah pekerjaan berat ini selesai. Setelah berhasil menyobek kulit telur, bayi komodo dapat berbaring di cangkang telur mereka untuk beberapa jam sebelum memulai menggali keluar sarang mereka. Ketika menetas, bayi-bayi ini tak seberapa berdaya dan dapat dimangsa oleh predator.[11]

    Komodo muda menghabiskan tahun-tahun pertamanya di atas pohon, tempat mereka relatif aman dari predator, termasuk dari komodo dewasa yang kanibal, yang sekitar 10% dari makanannya adalah biawak-biawak muda yang berhasil diburu.[33][17] Komodo membutuhkan tiga sampai lima tahun untuk menjadi dewasa, dan dapat hidup lebih dari 50 tahun.[20]

    Di samping proses reproduksi yang normal, terdapat beberapa contoh kasus komodo betina menghasilkan anak tanpa kehadiran pejantan (partenogenesis), fenomena yang juga diketahui muncul pada beberapa spesies reptil lainnya seperti pada Cnemidophorus.[7]   
[sunting] Partenogenesis
    Bayi komodo partenogenetikKebun Binatang Chester, Inggris. di

    Sungai, seekor komodo di Kebun Binatang London, telah bertelur pada awal tahun 2006sperma beberapa lama hasil dari perkawinan dengan komodo jantan di waktu sebelumnya, suatu adaptasi yang dikenal dengan istilah superfekundasi.[34] setelah dipisah dari jantan selama lebih dari dua tahun. Ilmuwan pada awalnya mengira bahwa komodo ini dapat menyimpan

    Pada tanggal 20 Desember 2006, dilaporkan bahwa Flora, komodo yang hidup di Kebun Binatang Chester, Inggris adalah komodo kedua yang diketahui menghasilkan telur tanpa fertilisasi (pembuahan dari perkawinan): ia mengeluarkan 11 telur, dan 7 di antaranya berhasil menetas.[35] Peneliti dari Universitas Liverpool di Inggris utara melakukan tes genetika pada tiga telur yang gagal menetas setelah dipindah ke inkubator, dan terbukti bahwa Flora tidak memiliki kontak fisik dengan komodo jantan. Setelah temuan yang mengejutkan ini, pengujian lalu dilakukan terhadap telur-telur Sungai dan mendapatkan bahwa telur-telur itupun dihasilkan tanpa pembuahan dari luar.[36]
    Bayi komodo partenogenetikKebun Binatang Chester, Inggris. di

    Komodo memiliki sistem penentuan seks kromosomal ZW, bukan sistem penentuan seks XY. Keturunan Flora yang berkelamin jantan, menunjukkan terjadinya beberapa hal. Yalah bahwa telur Flora yang tidak dibuahi bersifat haploid pada mulanya dan kemudian menggandakan kromosomnya sendiri menjadi diploid; dan bahwa ia tidak menghasilkan telur diploid, sebagaimana bisa terjadi jika salah satu proses pembelahan-reduksi meiosis pada ovariumnya[37] gagal. Ketika komodo betina (memiliki kromosom seks ZW) menghasilkan anak dengan cara ini, ia mewariskan hanya salah satu dari pasangan-pasangan kromosom yang dipunyainya, termasuk satu dari dua kromosom seksnya. Satu set kromosom tunggal ini kemudian diduplikasi dalam telur, yang berkembang secara partenogenetika. Telur yang menerima kromosom Z akan menjadi ZZ (jantan); dan yang menerima kromosom W akan menjadi WW dan gagal untuk berkembang.

    Diduga bahwa adaptasi reproduktif semacam ini memungkinkan seekor hewan betina memasuki sebuah relung ekologi yang terisolasi (seperti halnya pulau) dan dengan cara partenogenesis kemudian menghasilkan keturunan jantan. Melalui perkawinan dengan anaknya itu di saat yang berikutnya hewan-hewan ini dapat membentuk populasi yang bereproduksi secara seksual, karena dapat menghasilkan keturunan jantan dan betina.[37] Meskipun adaptasi ini bersifat menguntungkan, kebun binatang perlu waspada kerena partenogenesis mungkin dapat mengurangi keragaman genetika.[38]

    Pada 31 Januari 2008, Kebun Binatang Sedgwick County di Wichita, Kansas menjadi kebun binatang yang pertama kali mendokumentasi partenogenesis pada komodo di Amerika. Kebun binatang ini memiliki dua komodo betina dewasa, yang salah satu di antaranya menghasilkan 17 butir telur pada 19-20 Mei 2007. Hanya dua telur yang diinkubasi dan ditetaskan karena persoalan ketersediaan ruang; yang pertama menetas pada 31 Januari 2008, diikuti oleh yang kedua pada 1 Februari. Kedua anak komodo itu berkelamin jantan.[39][40]   
[sunting] Evolusi

    Perkembangan evolusi komodo dimulai dengan marga Varanus, yang muncul di Asia sekitar 40 juta tahun yang silam dan lalu bermigrasi ke Australia. Sekitar 15 juta tahun yang lalu, pertemuan lempeng benua Australia dan Asia Tenggara memungkinkan para biawak bergerak menuju wilayah yang dikenal sebagai Indonesia sekarang. Komodo diyakini berevolusi dari nenek-moyang Australianya pada sekitar 4 juta tahun yang lampau, dan meluaskan wilayah persebarannya ke timur hingga sejauh Timor. Perubahan-perubahan tinggi muka laut semenjak zaman Es telah menjadikan agihan komodo terbatas pada wilayah sebarannya yang sekarang.[41]    
[sunting] Komodo dan manusia
    Koin Rupiah Indonesia yang bergambar Komodo.
    [sunting] Penemuan

    Komodo pertama kali didokumentasikan oleh orang Eropa pada tahun 1910. Namanya meluas setelah tahun 1912, ketika Peter Ouwens, direktur Museum Zoologi di Bogor, menerbitkan paper tentang komodo setelah menerima foto dan kulit reptil ini.[33][17] Nantinya, komodo adalah faktor pendorong dilakukannya ekspedisi ke pulau Komodo oleh W. Douglas Burden pada tahun 1926. Setelah kembali dengan 12 spesimen yang diawetkan dan 2 ekor komodo hidup, ekspedisi ini memberikan inspirasi untuk film King Kong tahun 1933.[42] W. Douglas Burden adalah orang yang pertama memberikan nama "Komodo dragon" kepada hewan ini.[22] Tiga dari spesimen komodo yang diperolehnya dibentuk kembali menjadi hewan pajangan dan hingga kini masih disimpan di Museum Sejarah Alam Amerika.[43]   
[sunting] Penelitian

    Orang Belanda, karena menyadari berkurangnya jumlah hewan ini di alam bebas, melarang perburuan komodo dan membatasi jumlah hewan yang diambil untuk penelitian ilmiah. Ekspedisi komodo terhenti semasa Perang Dunia II, dan tak dilanjutkan sampai dengan tahun 1950an dan ‘60an tatkala dilakukan penelitian-penelitian terhadap perilaku makan, reproduksi dan temperatur tubuh komodo. Pada tahun-tahun itu, sebuah ekspedisi yang lain dirancang untuk meneliti komodo dalam jangka panjang. Tugas ini jatuh ke tangan keluarga Auffenberg, yang kemudian tinggal selama 11 bulan di Pulau Komodo di tahun 1969. Selama masa itu, Walter Auffenberg dan Putra Sastrawan sebagai asistennya, berhasil menangkap dan menandai lebih dari 50 ekor komodo.[30] Hasil ekspedisi ini ternyata sangat berpengaruh terhadap meningkatnya penangkaran komodo.[2] Penelitian-penelitian yang berikutnya kemudian memberikan gambaran yang lebih terang dan jelas mengenai sifat-sifat alami komodo, sehingga para biolog seperti halnya Claudio Ciofi dapat melanjutkan kajian yang lebih mendalam.[44]  
[sunting] Konservasi
    Dua ekor komodo di Pulau Komodo

    Biawak komodo merupakan spesies yang rentan terhadap kepunahan, dan dikatagorikan sebagai spesies Rentan dalam daftar IUCN Red List.[45] Sekitar 4.000–5.000 ekor komodo diperkirakan masih hidup di alam liar. Populasi ini terbatas menyebar di pulau-pulau Rinca (1.300 ekor), Gili Motang (100), Gili Dasami (100), Komodo (1.700), dan Flores (mungkin sekitar 2.000 ekor).[2] Meski demikian, ada keprihatinan mengenai populasi ini karena diperkirakan dari semuanya itu hanya tinggal 350 ekor betina yang produktif dan dapat berbiak.[3] Bertolak dari kekhawatiran ini, pada tahun 1980 Pemerintah Indonesia menetapkan berdirinya Taman Nasional Komodo untuk melindungi populasi komodo dan ekosistemnya di beberapa pulau termasuk Komodo, Rinca, dan Padar.[46]

    Belakangan ditetapkan pula Cagar Alam Wae Wuul dan Wolo Tado di Pulau Flores untuk membantu pelestarian komodo.[44] Namun pada sisi yang lain, ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa komodo, setidaknya sebagian, telah terbiasa pada kehadiran manusia. Komodo-komodo ini terbiasa diberi makan karkas hewan ternak, sebagai atraksi untuk menarik turis pada beberapa lokasi kunjungan.[4]

    Aktivitas vulkanis, gempa bumi, kerusakan habitat, kebakaran (populasi komodo di Pulau Padar hampir punah karena kebakaran alami[44]),[11] berkurangnya mangsa, meningkatnya pariwisata, dan perburuan gelap; semuanya menyumbang pada status rentan yang disandang komodo. CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species) telah menetapkan bahwa perdagangan komodo, kulitnya, dan produk-produk lain dari hewan ini adalah ilegal.[16]

    Meskipun jarang terjadi, komodo diketahui dapat membunuh manusia. Pada tanggal 4 Juni 2007, seekor komodo diketahui menyerang seorang anak laki-laki berumur delapan tahun. Anak ini kemudian meninggal karena perdarahan berat dari luka-lukanya. Ini adalah catatan pertama mengenai serangan yang berakibat kematian pada 33 tahun terakhir.[47]   
[sunting] Penangkaran
    Komodo di Kebun Binatang Toronto

    Telah semenjak lama komodo menjadi tontonan yang menarik di pelbagai kebun binatang, terutama karena ukuran tubuh dan reputasinya yang membuatnya begitu populer. Meski demikian hewan ini jarang dipunyai kebun binatang, karena komodo rentan terhadap infeksi dan penyakit akibat parasit, serta tak mudah berkembang biak.[3]

    Komodo yang pertama dipertontonkan adalah pada Kebun Binatang Smithsonian di tahun 1934, namun hewan ini hanya bertahan hidup selama dua tahun. Upaya-upaya untuk memelihara reptil ini terus dilanjutkan, namun usia binatang ini dalam tangkaran tak begitu panjang, rata-rata hanya 5 tahun di kebun binatang tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Walter Auffenberg di atas, yang hasilnya kemudian diterbitkan sebagai buku The Behavioral Ecology of the Komodo Monitor, pada akhirnya memungkinkan pemeliharaan dan pembiakan satwa langka ini di penangkaran.[2]

    Telah teramati bahwa banyak individu komodo yang dipelihara memperlihatkan perilaku yang jinak untuk jangka waktu tertentu. Dilaporkan pada banyak kali kejadian, bahwa para pawang berhasil membawa keluar komodo dari kandangnya untuk berinteraksi dengan pengunjung, termasuk pula anak-anak di antaranya, tanpa akibat yang membahayakan pengunjung.[48][49]Dallas melaporkan bahwa komodo-komodo yang dipeliharanya bereaksi berbeda apabila berhadapan dengan pawang yang biasa memeliharanya, dengan pawang lain yang kurang lebih sudah dikenal, atau dengan pawang yang sama sekali belum dikenal.[50] Komodo agaknya dapat mengenali orang satu persatu. Ruston Hartdegen dari Kebun Binatang

    Penelitian terhadap komodo peliharaan membuktikan bahwa hewan ini senang bermain. Suatu kajian mengenai komodo yang mau mendorong sekop yang ditinggalkan oleh pawangnya, nyata-nyata memperlihatkan bahwa hewan itu tertarik pada suara yang ditimbulkan sekop ketika menggeser sepanjang permukaan yang berbatu. Seekor komodo betina muda di Kebun Binatang Nasional di Washington, D.C. senang meraih dan mengguncangkan aneka benda termasuk patung-patung, kaleng-kaleng minuman, lingkaran plastik, dan selimut. Komodo ini pun senang memasuk-masukkan kepalanya ke dalam kotak, sepatu, dan aneka obyek lainnya. Komodo tersebut bukan tak bisa membedakan benda-benda tadi dengan makanan; ia baru memakannya apabila benda-benda tadi dilumuri dengan darah tikus. Perilaku bermain-main ini dapat diperbandingkan dengan perilaku bermain mamalia.[6]

    Catatan lain mengenai kesenangan bermain komodo didapat dari Universitas Tennessee. Seekor komodo muda yang diberi nama "Kraken" bermain dengan gelang-gelang plastik, sepatu, ember, dan kaleng, dengan cara mendorongnya, memukul-mukulnya, dan membawanya dengan mulutnya. Kraken memperlakukan benda-benda itu berbeda dengan apa yang menjadi makanannya, mendorong Gordon Burghardt –peneliti– menyimpulkan bahwa hewan-hewan ini telah mementahkan pandangan bahwa permainan semacam itu adalah “perilaku predator bermotif-pemangsaan”.[51]

    Komodo yang nampak jinak sekalipun dapat berperilaku agresif secara tak terduga, khususnya apabila teritorinya dilanggar oleh seseorang yang tak dikenalnya. Pada bulan Juni 2001, serangan seekor komodo menimbulkan luka-luka serius pada Phil Bronstein -- editor eksekutif harian San Francisco Chronicle dan bekas suami Sharon Stone, seorang aktris Amerika terkenal -- ketika ia memasuki kandang binatang itu atas undangan pawangnya. Bronstein digigit komodo itu di kakinya yang telanjang, setelah si pawang menyarankannya agar membuka sepatu putihnya, yang dikhawatirkan bisa memancing perhatian si komodo.[52][53] Meski pria itu berhasil lolos, namun ia membutuhkan pembedahan untuk menyambung kembali tendon ototnya yang terluka.[54]
 
    [sunting] Catatan kaki

       1. ^ Varanus komodoensis (TSN 202168). Integrated Taxonomic Information System. URL diakses 19 June 2007.
       2. ^ a b c d Trooper Walsh; Murphy, James Jerome; Claudio Ciofi; Colomba De LA Panouse. Komodo Dragons: Biology and Conservation (Zoo and Aquarium Biology and Conservation Series). Washington, D.C: Smithsonian Books. ISBN 1-58834-073-2.
       3. ^ a b c Endangered! Ora URL diakses pada 15 Januari 2007.
       4. ^ a b c d Chris Mattison, (1989 & 1992). Lizards of the World (Of the World). New York: Facts on File, pp. 16, 57, 99, 175. ISBN 0-8160-5716-8.
       5. ^ Burness G, Diamond J, Flannery T (2001). "Dinosaurs, dragons, and dwarfs: the evolution of maximal body size". Proc Natl Acad Sci U S A 98 (25): 14518-23.
       6. ^ a b c d Tim Halliday (Editor), Kraig Adler (Editor). Firefly Encyclopedia of Reptiles and Amphibians. Hove: Firefly Books Ltd, 112, 113, 144, 147, 168, 169. ISBN 1-55297-613-0.
       7. ^ a b c Burnie, David; Don E. Wilson (2001). Animal. New York, New York: DK Publishing, Inc., 417, 420. ISBN 0-7894-7764-5.
       8. ^ a b Ciofi, Claudia. The Komodo Dragon. Scientific American, March 1999. URL diakses pada 21 Desember 2006
       9. ^ Komodo Dragon - An Information Resource - Fact Sheet. Diakses pada 13 Maret 2008
      10. ^ Whozoo Komodo Dragon URL accessed December 21, 2006.
      11. ^ a b c d e f g h i j k l Tara Darling (Illustrator). Komodo Dragon: On Location (Darling, Kathy. on Location.). Lothrop, Lee and Shepard Books. ISBN 0-688-13777-6.
      12. ^ Komodo Dragon URL accessed December 21, 2006.
      13. ^ BBC - Science & Nature - Articles - The Komodo conundrum. Diakses pada 25 November 2007
      14. ^ a b Komodo Dragon Fact Sheet - National Zoo. Diakses pada 25 November 2007
      15. ^ a b Komodo Dragon - Background URL accessed April 13, 2007
      16. ^ a b Zipcodezoo.com - Varanus komodoensis URL accessed February 1, 2007.
      17. ^ a b c d e f g h text by David Badger; photography by John Netherton (2002). Lizards: a natural history of some uncommon creatures, extraordinary chameleons, iguanas, geckos, and more. Stillwater, MN: Voyageur Press, 32, 52, 78, 81, 84, 140-145, 151. ISBN 0-89658-520-4.
      18. ^ Sedgewick County Zoo information about Varanus Komodoensis Pranala diakses pada 21 Desember 2006.
      19. ^ a b c The Biogeography of the Komodo Dragon URL diakses pada 24 Februari 2007.
      20. ^ a b consultant editors, Harold G. Cogger & Richard G. Zweifel; illustrations by David Kirshner (1998). Encyclopedia of reptiles & amphibians. Boston: Academic Press, 132, 157-8. ISBN 0-12-178560-2.
      21. ^ Eric R. Pianka and Laurie J. Vitt; with a foreword by Harry W. Greene (2003). Lizards: windows to the evolution of diversity. Berkeley: University of California Press. ISBN 0-520-23401-4.
      22. ^ a b Komodo National Park. Diakses pada 25 Oktober 2007
      23. ^ a b c d Alison Ballance; Morris, Rod. South Sea Islands: A Natural History. Hove: Firefly Books Ltd. ISBN 1-55297-609-2.
      24. ^ a b c The Reptipage: Komodo dragons URL accessed February 13, 2007.
      25. ^ a b Diamond, J (1987) "Did Komodo dragons evolve to eat pygmy elephants?" Nature 326(6116): 832-832
      26. ^ Fry, Brian G., et al.. Early evolution of the venom system in lizards and snakes. (PDF) Diakses pada 13 Maret 2008
      27. ^ Scientists discover deadly secret of Komodo's bite, Yahoo News diakses pada 20/05/2009
      28. ^ Montgomery JM, Gillespie D, Sastrawan P, Fredeking TM, Stewart GL (2002) "Aerobic salivary bacteria in wild and captive Komodo dragons" Journal of Wildlife Diseases 38 (3): 545-551
      29. ^ Feldman, Ruth Tenzer. "Dragon drool!(Animal Angles)(komodo dragons)(Brief article)." Odyssey 16.2 (Feb 2007): 49(1). Student Resource Center - Gold. Gale. 23 Oct. 2007 [1].
      30. ^ a b Chasing the Magic Dragon - National Wildlife Magazine. Diakses pada 6 November 2007
      31. ^ Komodo Dragon: Varanus komodoensis 1998 URL accessed January 24, 2007.
      32. ^ Jessop TS, Sumner J, Rudiharto H, Purwandana D, Imansyah MJ, Phillips JA (2004) "Distribution, use and selection of nest type by Komodo Dragons" Biological Conservation117 (5): 463-470
      33. ^ a b Facts and Data on the Komodo Dragon URL diakses pada 5 Januari2006.
      34. ^ Virgin Birth? No, Virgin Hatch.
      35. ^ Catatan kandangnya di Kebun Binatang Chester, Inggris
      36. ^ Wise men testify to Dragon's virgin birth - Times Online. Diakses pada 26 November 2007
      37. ^ a b Virgin births for giant lizards
      38. ^ Watts PC, Buley KR, Sanderson S, Boardman W, Ciofi C, Gibson R (2006). "Parthenogenesis in Komodo Dragons". Nature 444 (7122): 1021-2. DOI:10.1038/4441021a.
      39. ^ Recent News - Sedgwick County Zoo. Diakses pada 12 Februari 2008
      40. ^ Komodo dragons hatch with no male involved - Science - MSNBC.com. Diakses pada 12 Februari 2008
      41. ^ Komodo Dragon - Evolution theory of the Komodo Dragon. Diakses pada 13 Maret 2008
      42. ^ The Virtual Exploration Society: the Burden Expedition to Komodo Island URL accessed March 18, 2007.
      43. ^ American Museum of Natural History: Komodo Dragons. Retrieved 7 June 2007.
      44. ^ a b c Trapping Komodo Dragons for Conservation. Diakses pada 8 November 2007
      45. ^ World Conservation Monitoring Centre (1996). Varanus komodoensis. 2006 IUCN Red List of Threatened Species. IUCN 2006. Diakses 11 May 2006. Listed as Vulnerable (VU B1+2cde v2.3) URL accessed December 21, 2006
      46. ^ The official website of Komodo National Park, Indonesia.. Diakses pada 2 Februari 2007
      47. ^ Komodo dragon kills boy in Indonesia - Asia-Pacific - MSNBC.com. Diakses pada 7 Juni 2007
      48. ^ Procter, J. B. 1928. On a living Komodo Dragon Varanus komodensis Ouwens, exhibited at the Scientific Meeting, October 23rd, 1928. Proc. Zool. Soc. London 1928:1017-1019.
      49. ^ Lederer, G. 1931. Erkennen wechselwarme Tiere ihren Pfleger? Wochenschr. Aquar.-Terrarienkunde 28: 636-638.
      50. ^ Murphy, J., and Walsh, T., 2006. Dragons and Humans. Herpetological Review, 37: 269-275.
      51. ^ "Such jokers, those Komodo dragons. (Reptiles)." Science News 162.5 (August 3, 2002): 78(1). Student Resource Center - Gold. Gale. 8 Oct. 2007 [2].
      52. ^ Transcript: Sharon Stone vs. the Komodo Dragon
      53. ^ Phillip T. Robinson (2004). Life at the zoo: behind the scenes with the animal doctors. New York: Columbia University Press. ISBN 0-231-13248-4.
      54. ^ "Tale of the Dragon. (World News)." National Geographic World (Nov 2001): 7(1). Student Resource Center - Gold. Gale. 23 Oct. 2007 .

    [sunting] Daftar pustaka

        * Auffenberg, Walter (1981). The Behavioral Ecology of the Komodo Monitor. Gainesville: University Presses of Florida. ISBN 0-8130-0621-X.
        * King, Dennis & Green, Brian. 1999. Goannas: The Biology of Varanid Lizards. University of New South Wales Press. ISBN 0-86840-456-X
        * Richard L. Lutz, Judy Marie Lutz,. Komodo, the Living Dragon: The Living Dragon. Salem, Or: DiMI Press. ISBN 0-931625-27-0.
        * W. Douglas Burden,. Dragon Lizards of Komodo: An Expedition to the Lost World of the Dutch East Indies. Kessinger Publishing. ISBN 0-7661-6579-5.

Nah, New 7 Wonders sedang ngadain voting lagi, untuk tujuh keajaiban dunia yang baru. enam bulan terakhir, komodo berada pada posisi ke-6, nah, sekarang merosot sudah diposisi terakhir.. Masih ada waktu sampai akhir 2010 untuk Sobtz yusako untuk vote di http://www.new7wonders.com tinggal cari ajah Komodo lalu klik deh.. KOMODO ASELI INDONESIA, jadikan pula kebanggaan negeri kita... yukk...

Read More

Alexa, who are you!??

Well, ini hari Sabtu yang sangat santai... pengen beristirahat dengan tanpa gangguan. Tidak punya agenda dan tidak punya janji sama orang lain dan atau dengan sohib-sohib baruku buat hunting.. *wkwkwkw..* maklum lagi jarang pulang (anak kosan lagi dunkk..)

Nah, karena hari cerah, koq semangat lagi mampir ke sini yah. hehe. jadi pengen ngebahas sesuatu, Sotz.. Jadi gini ceritanya.. setelah paman Google nerima saya berganti nama, *mblass saya musti tumpengan*, Ya,, setelah alamat yusako di http://yusako.blogspot.com lalu berubah kostum ke sini  dan tampilan lebih eye catching gituh (yang katanya mirip-mirip sama nyang jurangan vektor (si ndop ituh loh......) Saya barulah memulai hidup baru, yang goole rank nya jadi nol lagi, alexa berada di posisi 20 juta, bouy...gileee bener, yusako! (dulu PR Google kita udah 3/10, dan Alexa di range 1-3 juta)... akhirnya, tiap hari saya cek terus.. walau emang ga berubah-berubah juga.. haha. Gaya bener kaya bagus dan berbobot ajah weblog nya yaa.. (tapi gue emang ga ngincer jadi seleb sih, itu point nya), so, sejalan dengan konten yang diusahakan lebih bersahabat dan menarik tentunya.. saya kepengen liat juga respon pe-ranking blog-blog sejagat... akhirnya..


Alexa, namanya. Alexa ini semacam peranking lah.. dia yang nilai page blog kita traffic nya bagus apa gak.. Tapi itu bukan ukuran yang fix koq, Sobtz.. Cuma katanya, kalau ada iklan-iklan, pasti makin tinggi alexa rank nya, cuma,.ah, saya mah kasian orang yang baca, iklan kadang bawa virus.. huhh (pengalaman pribadi waktu blog walking..) Nah, terus, gimana dunk biar sobtz yang ngejar ber alexa tinggi, nominal ratusan lah paling gak.. banyak cara menuju roma, bukan begitu pepatahnya? ;)

Setelah hampir dua minggu belakangan, saya rajin update dan coba-coba pasang backlink gitu. Ternyata ngaruh, (dan dengan sangat sederhana dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, saya putuskan bahwa, dengan SERING UPDATE, akan menambah traffic ke blog kita..) hahaha..

skrin sut nya doloo ah..
lalu yang ini: 
terus terakhir yang ini;


Yupp.. yupp.. seru kan.. seep.. udah dulu yaa.. Sobtz, hari makin siang nih... selamat berwiken,,,!!!! salam selalu dari yusako...

Read More

Friday, February 05, 2010

cerita dari kosan #3

Hai, Sobtz, yusako ! Awalnya saya urung posting.. berniat untuk hiatus mendadak. Cuma kayanya sayang banget sama ini rumah ke-empat saya (rumah 1 adalah rumah parung, rumah 2 adalah rumah serpong, rumah 3 adalah kantor, dan ini lah rumah 4 saya, BloG!!!!) Upss, saya punya kosan juga... (ada kosan nyata, ada kosan berupa fesbuk dan sekarang di HOT 1000D ) aih...  

menemani suasana malam yang malam Jum'at, dan mata yang sudah mengantukk, hari ini, saya sempat sakit gusi, katanya gigi geraham tumbuh, kaya sariawan, sakitnya bikin pusing kepala. Syukur lah kawan saya, Meidhita-punya Ponstan. makanlah satu..! aor lhamdulillah ringan an kepala ini.. cenut-cenut dan nyeri di gusi nya juga ilang,,,

Trus, pas sore ada Beauty class dari Wardah. heheh.. mumpung gratisan.. wuihh, cuantik na.. suka dandanan ku sndiri.. hahah. (yusako kan jarang dandan.. sekalinya bikin pangling, :p) Dan pada akhirnya yaa jualan.. haha.. dan tentu sajah wanita mana yang gak mau cantik, akhirnya buanyak teman saya borong produk nya..
wkwkwk,. saya yaa, cuma 3 produk, dan emang selama ini gak pernah pakai, yaitu Sun Screen Gel nya (karena sering hunting di bawah panas matahari.. haha), eyeliner (kayanya enak eyelinernya empuk, jadi beli deh.. selama ini juga gak pakai.. haha), dan bedak compact nya (karena bedak yang sekarang dipakai udah mau habis.. dan merek USA, yaa dengan make produk dalam negeri kan aku cinta produk Indonesia, :D )

heheh.. (ge-er..) udah ah, gak lama2.. oiyah, satu lagi, aku kepengen bilang.. hari ini aku dapat gambar vektor dari Ndop ..
tapi masih  bingung mau diapain.hahah.. mejeng ahhh di salah satu ruang kosong yusako.. okey kupasang di sini dulu yaa.. Sobtz, udahan dulu ya ceritaku hari ini.. cuapeee berat...
zzzz....salam selalu buat Sobtz yusako!

Read More

Wednesday, February 03, 2010

Photoworks|oF|yusako

Wah, hari ini gak berhasil Nguping, jadi,,, sayah posting poto-poto jepretan kemaren sahaja yah di mari.. hehe.. boleh kan, Sobtz? posisi hunting bersama di Kota Tua, jakarta pada Sabtu 30 Januari, jam 7- 11 siang WIB. ada yang pure tanpa olah digital, ada pula yang dapat sedikit sentuhan pewarnaan.. I love photography! How about you? hihihi...

 
( Bro Deni's gear, Tamron gak IS :p.)

 (Qowani's style with kit 18-55mm, sure! )


(sendiri saja)


 (gelap)

 
(tajam)

(avatar, sebuah olah digital)

 
(kami pramuka Indonesia)


(bolos ya?)

 
(perempuan Sunda)

 
(the mafia)

 (cerah)
Uppss.. kebanyakan yak, maaph sodara-sodara.. selebihnya gak dipublish di blog yaa.. buat penglaris ajah di sini.. hahaha.. siap melayani jasa photo! (yaa bisa nego lah, Sobtz..;D )

Read More

Tuesday, February 02, 2010

Sunglasses yukk!

Salamuleikum! Sobtz yusako, udah pada nungguin kan postinganku yaa??? (wkwkw, becanda yusako, lo pede banget sih. :p) kalau minggu lalu saya sempat ngobrolin soal sepatu, kali ini saya kepengen ngomongin soal kacamata dan sunglass.. kenapa? sebenernya masih berkaitan dengan diriku sendiri yang baru ganti kacamata.. hihi..


Kacamata yang pertama kali beli tuh sumpaah jelek banget. (kualitas dan framenya rada gatel di daun telinga!!) Mahal pula, gara-gara beli nya terburu-buru dan bareng ibu-ibu! Bahkan kata Tuppi, kacamata nya ya kacamata ibu-ibu... Wekss. (emang bener jelek!) :(  Sekarang bisa beli lebih leluasa dan style nya rada fresh dan anak muda.. sekalian nambah minus dikit.. karena setaun ini nambah minus setengah lagi. ckckc..

Kali ini, saya pengen nulis tentang sunglasses niyh.. Kemaren selain beli kacamata minus, saya membeli baru sunglasses bermerek Ted baker (modelnya yang unik.. manis dan fresh ajah.. hehe).. Baru ini saya boros buat kaya gini! ckckc...! dasar penjual nya tukang jualan yakk, yaa sekali-kali punya lah satu yang mahal,, (biasanya punya dari lungsuran dan beli yang murah meriah, yang penting fungsinya.. eeh, baru kali ini rada merhatiin gaya.. haha)


Karena mata saya minus, saya ganti lensanya si Ted ini.. :) tapi saya lupa motret kacamata sunglass saya ituh.. nanti laa ya, saya posting. sederhana tapi keren.. hehe. Dulu sebelum kenal yang namanya Sunglasses, saya nyebutnya kacamata item, bahkan kacamata gini banyak juga koq yang makai kalau naik motor.. di pinggir jalan suka banyak yang jual, mulai dari harga 10ribu-an saja, ya kan? (soale saya pernah beli yang di pinggir jalan. haha.. waktu bawa motor dari rumah di kampung Bogor ke rumah di Serpong, hihi,, yusako berani lhoh naik motor di jalan besar! jangan salah sanga kaya si Ibra -yang bilang 'yul, lo ga bisa naik motor yah..." enak ajah, udah pernah jatuh berarti udah jagoo..wkwkw..) Nah, bahkan lagi, duluuu niyh, saya taunya cuma kacamata item buat orang buta.. aihh..aih. ternyataa.. kacamata ini gaya bet, mahal pula kalau yang bermerek dan bahan dan model frame-nya bagus dan berkwalitas.. ( liat harga-harganya lebih dari 200 USD!! behh.. nyeremin!)  


Eh, tapi, kemaren waktu hunting id-1000D, kan saya sempet dipotret dengan si Ted, pamer dulu ah,, crop the model! haha.. Ted Baker terkenal dengan model kacamata dengan frame multiwarna... Liat gak warnanya yang double? biru dan kuning... nice.. hihi...

Nah, pas banget Selasa, jadi pengen cari tau juga model-model sun glass tuh kaya gimana ajah sih?  dan setelah berselancar bersama paman Google, dapatlah info yang cukup menarik.. (buat referensi kalau-kalau ada yang mau mbeli sunglasses buat gaya-gaya-an, buat ke pantai, atau bahkan buat yang kerja di lapangan..) gambar-gambar berikut udah saya tampilin juga link nya lohh,, biar seru buat yang mau cari-cari referensi.. hihihi..

gambar minjem dari: Wrap Around  (manis banget itu framenya yaa... )

gambar minjem dari: Rectangular (keliat gagah tapi tetep manis yah, gak?)



gambar minjem dari: Cat Eyes (ini si catty, frame nya model kucing, lucu juga.. ;) )

gambar minjem dari: Aviator   (model si Ted kaya gini, ada 2 bridge-nya.. cuma frame-nya frame sport gituh,,, hihi.. )



gambar minjem dari: Shield
 
gambar minjem dari: Sport (nah yang iniii mirip kacamata minus saya.. walau gak kebeli Tag Heuer.. yang saya pakai sekarang juga sama ringannya karena dari Titanium.. ditambah dengan lensa transisiooon.. hihi) 

Uppps, dari tadi model cantik terus ya.. coba liat yang lain lagi yukk.. yang ini buat di lapangan cocok niyh.. (jadi inget si Riska Machmud, temenku yang kerjanya di KCP, yang kerjanya jadi kuli di tambang batu bara, kerja pakai kemeja, dan jeans, serta kacamata sunglass gini,,, haha.. ) jangan lupa pakai lensa yang UV biar mata tetep terlindungi.. okey gak? 
gamabr pinjem dari : oversized frame


Oiyah, biar tulisan lebih manfaat, saya punya tips milih kacamata niyh.. liat gambar berikut yah.. (gaya pisannn nya sim kuring..sok-sok-an manfaat.. biar atuh.. ;D )
gambar minjem: dari sini
Pernah liat angka 52-18-140? (coba cek gagang kacamata anda.. kalau di tangkai saya-begitu tulisannya.. :) ) Angka-angka itu ternyata ada maksudnya.. haha.. Angka-angka dalam milimeter itu berarti panjang jembatan antar dua lensa disebut bridge (distance between lens/DBL) biasanya 18... Lalu, ukuran frame kacamata biasanya dikenal dengan sebutan ukuran rim nya biasanya 52, dan 140 itu adalah panjang tangkai kacamata... 


Umm, cek kacamata sebelum beli... pas kan pada wajah anda. Rasakan apa kesempitan karena muka anda terlalu lebah( hahaha..) atau karena frame ini memang ukurannya kecil (wkwkw..) Jangan memaksakan dan terburu-buru bila memilih frame untuk kacamata anda..
Pilihannya ada yang full frame, half frame, dan frameless, pilih yang kiranya memang cocok di wajah anda.. hihi.. (saran: kalau wajah udah lebar, jangan pakai yang full frame, apalagi kalau ditambah yang tebel frame nya.. :D ) Dan, pastikan juga bahan tangkai merupakan bahan yang nyaman untuk dipakai, ringan, dan aman dipakai (misal tangkainya ada lengkungnya buat nyantol di daun telinga atau tidak.. kan kalau pas dipakai jatuh juga sayang.. haha)  

Wah,, nampaknya, sangat menggiurkan yaa. haha, cuma, yaa tetep kembali kepada individu masing-masing, intinya: pengendalian diri.. wkwkwkwk..

Read More

Monday, February 01, 2010

My new look: yusako(dot)com

Sobtz,, liat dunk tampilan baru yusako.. ini hasil kerjasama saya dengan masternya template, Cebong .. haha.. kerjanya saya cuma nunjuk vektor yang cocok dengan pribadi yusako. Tentu saja, warna warni pelangi yang sejak dulu sangat sayaa idam-idamkan.. :) dan dalam rencana memperbaiki tampilan dan isi di sana-sini.. dengan maksud blognya gak sekedar curhat.. emang lebih gado-gado nantinya, karena yusako emang penuh warna.. 

tema headerku sejalan dengan isi blogku, colorfull, freedom, nature, mature, love, art, and so on.. :)  Okey, Sobtz, saya akhiri dulu postingan di hari ini... Jangan pernah kapok untuk mewarnai hari-mu.. karena hidup itu seberwarna kisah kita.. semangat selalu dan tetap kreatif, Sotz.. makasih semua!

Read More

Sunday, January 31, 2010

id-1000D share

Sampai di rumah, gue tepar.. sungguh,,, Perjalanan pulang dari Kota Tua samppai ke ujung dunia sangat melelahkan, muacettnya gak nahan! badan udah lemes banget dan kepala pusing.
Minggu, waktu sambung internet, wuihh udah banyak ajah yang posting.. ckckc.. gue belum bisa, karena gak ada peralatan sopwer nya... belum dikasih tanda air pula,.. jadi ini mau pamerin hasil temen-temen gue dulu yah.. plus yang ada gue nya. hahah. Makasih id-1000D,,, ini poto pakai tripod nya Om Yudi.. im the queen pagi nya.. siangnya udah ada 2 ratu lainnya. haha.. nice edited!

ini lah tiga ratu nya.. wkwkw...


di atas adalah jepretan om Ouzan (om, kupamerin di sini ya...:D _) 

dan ini poto hasil jepretan mba Yorie...
Aihhh, yusako sebenernya bakat niyh jadi modelnya.. haha, banyak potret gue lainnya. tapi belum ada di tangan.. masih di yang mpunya... ayoo-ayoo yang kemaren moto gue, berikan file nya! hahah.. makasih yaa.. maaph belum bisa maksimal, hari ini ternyata kondisi nge-drop... :(

Read More

Friday, January 29, 2010

1/2 kosong

Niyh, gara-gara postingan gue yang ini, si bro Wahyoek ngambek, masa katanya, "koq gue gak ada, kan gue juga ada di GI?" "koq kesannya gue tukang ojeg?" aihh, bro,, sensi bangett!!! pliss dunk ah.. akhirnya di sela-sela pusing tutup buku yang bikin gregetan.. niyh gue posting potret yang lumaya. pose-nya si bro waktu makan di Amigos.. 


 sebenernya terpaksa atau apaa yaa gue posting ini.. haha,, gak deng,, demi dibolehin numpang pulang gratiss.. hahah,, peace, bro.. pokoknya tetep pren kita lah yaw.. hihi,,, ckckc, sensi bener si bro!

judul potret di samping, "1/2 kosong" by yusako. bokehnya lumayan lah, makasih ya buat pembaca yusako yang udah mau mampir ngintip potretnya si bro di sini. haha... xixi.. ;D

Read More

Potret Yusako: Biru

Habis istirahat siang, gue terserang rasa kesal! yaa gara-gara kerjaan... *gue gak mau cerita lengkapnya, yang pasti, gue paling gak seneng hari tanggal tutup buku, cumaaa, gue seneng kalau dia udah lewat... * Gue bongkar folder motret sama temen-temen kantor minggu ini, Ah, dapat bonus satu nih dari keseharianku bersama teman-teman makan sore di Amigos (Agak minggir got sedikit)... pengen posting ahh, ini potret senja dari Amigos...

"Light Blue"
gue tau potret ini jauh dari bagus.. cuma warna biru ini cukup sangat menghibur perasaanku... dari meja kerja saya melaporkan, bahwa keberadaan saya baik-baik saja, Sobtz.. dan grrhh, saya puengeen banget lensa fix 50mm 1,8 II!!!! :( dicari donatur yang mau membelikan lensa ini yaa.. :D

Read More

New Lines: Gaji Pejabat naik 20%

Jum'at, yusako punya menu baru- ada menu New Lines. Ternyata Jum'at ini mendapatkan berbagai berita mengenai negeri ini,, dari situs yang Update terus, detik.com dan kompas.com... berikut cuplikan-cuplikan tulisan-nya dan saya lampirkan juga sumber comotannya.. :
Jakarta - Kritik terhadap rencana kenaikan gaji anggota DPR dan sejumlah pejabat tinggi negara sebanyak 20 persen terus mengalir. Kenaikan tersebut dinilai sebagai pemborosan dan keputusan tidak berhati nurani.  

"Lengkap sudah kesimpulan kita kalau mereka memang tidak mempunyai nurani," kata Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang kepada detikcom, Kamis (28/1/2010) malam.

Menurut Salang, kenaikan tersebut tidak realistis dan tidak menunjukkan keberpihakan kepada rakyat kecil. Sementara ribuan buruh terancam akan kehilangan pekerjaannya akibat perdagangan bebas.

"Jadi kapan mereka bicara soal rakyat?" sindirnya.

Alasan peningkatan produktivitas dan mencegah korupsi, kata Salang, dianggap tidak relevan. Kenaikan gaji belum memiliki korelasi dengan aktivitas korupsi.

"Belum ada bukti peningkatan gaji diiringin berkurangnya korupsi di kalangan pejabat kita," tukasnya.

Salang menduga, keputusan kenaikan gaji telah didesain sejak awal oleh DPR dan Pemerintah. Keduanya telah bersekongkol untuk menguras habis uang rakyat.

"Utang kita semakin besar tiap tahun. Bukan untuk rakyat malah untuk dipakai beli fasilitas pejabat dan kenaikan gaji, gimana ini?" tandasnya.

"Kita berharap keputusan itu dibatalkan dan pejabat kita, anggota DPR lebih berpihak kepada rakyat," pungkasnya. (ape/nvc)
sumber : di sini
*
JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah menaikkan gaji pejabat sebesar 20 persen mulai Maret 2010 dinilai sebagai suatu hal yang keterlaluan dan mengecewakan. Pemerintah beralasan, kenaikan gaji tersebut demi mencegah tindak korupsi di kalangan pejabat.

"Pemberantasan korupsi tidak ada hubungannya dengan kenaikan gaji. Jika mau memberantas korupsi, perkuat KPK, bukan dengan menaikkan gaji," ujar Koordinator ICW Danang Widoyoko, Kamis (28/1/2010) di Jakarta.

Danang mencontohkan, pemerintah pernah menaikkan gaji pegawai bea cukai sebesar 500 persen. Nyatanya, korupsi tetap terjadi di bea cukai. Aktivis antikorupsi tersebut mengatakan, korupsi di tingkat pejabat bukan atas dasar kebutuhan (need), tapi keserakahan (greed). "Kenaikan gaji pejabat harus ditolak," tegasnya.

sumber: di sini
*
Eep: Presiden SBY Tidak Kuat
Kamis, 28 Januari 2010 | 20:06 WIB
(Eep Saefullah Fatah)
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik Eep Saefulloh Fatah mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bukanlah orang yang kuat. Hal tersebut disampaikannya dalam acara peluncuran buku In Our Time: Pidato-pidato yang Membentuk Dunia Modern di Jakarta, Kamis (28/1/2010).

"Saya mengatakan ini sebagai warga negara, dan saya bisa keliru tentu saja. Pak SBY tidak kuat. Bukan orang yang kuat," kata Eep.
Menurut Eep, kalau Presiden SBY orang kuat, tentu dia akan bertanggung jawab dan mengambil alih kasus Bank Century. "Seluruh tanggung jawab akan saya ambil alih dan bagi siapa saja yang tidak bersepakat, mari kita selesaikan lewat proses hukum, politik, birokrasi, dan publik yang demokratis," ucap dosen Universitas Indonesia itu menirukan gaya Presiden SBY.

Eep berharap, kata-kata itulah yang diucapkan Presiden. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa untuk seorang Presiden yang menang dengan 60,8 persen suara ketika pemilu, SBY seharusnya tampil lebih kuat.

Terkait dengan kasus Bank Century yang dapat dilihat dari komposisi anggota Pansus Century saja, Eep berpendapat bahwa ujungnya sudah dapat ditebak. Anggota Pansus Century yang memihak pemerintah lebih banyak daripada yang menentang. "Kalau saya masuk, saya memilih mundur. Sulit diharapkan. Jangan terlalu diambil hati sampai Anda menderita karena proses pansus itu," pungkasnya disambut tawa tamu yang datang.
 sumber: di sini
Gaji Pejabat Naik 20%
Mendagri: Gaji Pejabat Masih Jauh Bila Dibandingkan Direktur Swasta
Mega Putra Ratya - detikNews

Jakarta - Rencana kenaikan gaji bagi para pejabat hingga 20 persen dinilai sesuatu yang wajar. Bahkan, angka itu masih jauh jika dibandingkan dengan gaji para direktur perusahaan swasta.

"Gaji saya nggak masalah mau naik mau turun. Tapi kalau kita lihat komparatif dengan beban tugas atau dengan direktur perusahaan swasta itu jauh," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, di Gedung Depdagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (29/1/2010).

Gamawan juga meminta publik melihat gaji para pejabat di daerah. Sebagai contoh, gaji bupati besarnya Rp 6,3 juta. Menurut dia, gaji itu sama saja dengan gaji seorang sopir perusahaan swasta di Jakarta. "Kalau dinaikan 20 persen apa berlebihan?" cetusnya.

Sedangkan untuk gaji gubernur, imbuh Gamawan, besarnya mencapai Rp 8,7 juta. Jika dibandingkan dengan seorang kepala cabang sebuah bank, maka besarnya masih kalah. "Atau mungkin bisa 2 kali lipatnya," lanjut mantan Gubernur Sumatera Barat ini.

Namun, ia menegaskan, tidak dalam posisi mendukung atau menolak kenaikan gaji. Kebijakan itu diserahkan sepenuhnya pada Kementerian Keuangan dan pejabat lain yang berwenang,

"Ini pembahasan periode lalu, sedangkan peneriman gaji mulai tahun ini. Jadi dulu saya waktu jadi gubernur saya bebas turun naik gaji, sekarang tidak. Dimana imam rukuk, ma'mum juga rukuk," tutupnya.
sumber: di sini

Gaji negeri mau dibandingin yang yang swasta??? statemenn Mendagri yang sangat ckckc.. ntahvava banget. Namanya Pegawai negeri sipil, kan pengabdian pada negara.. gak bisa disandingkan dengan swasta, ya, ga Sobt??? liat ajah kerjaannya.. Hmmm, soal remunerasi, kayanya itu ide bagus yang bisa diterapkan pada pegawai pemerintahan, yang kerja dan berkonstribusi banyak akan mendapatkan hak nya yang sesuai dengan kerjaannya.. ya gak??? yaa, yang adil kan gak mesti sama- yang adil adalah keseimbangan. bukan begitu? (yang penting kerjaannya tuh jelas hasilnya, beres tujuannya, dan bersih birokrasi...Amiin...)

Sobtz, see... Sungguh kita masih mencari-CARI karakteristik pemimpin untuk bangsa ini yang seperti apa? dan siapakah pemimpin yang layak dan mapan untuk memimpin negeri yang sarat "pernak-pernik"-nya... kamu kh selanjutnya presiden Indonesia? ;D

Read More

Thursday, January 28, 2010

Cerita dari kosan #2

Malam ini saya pengen menyapa saudara Tuppi Summa,.. ;) *ihiy* Ntah ini bulan keberapa kebersamaan kami. :shy: yang pasti, semuanya baik-baik saja, dan semoga datang hari baik buat kami. Amin. :D

Opps, udah ah, nyapa-nyapa nya, (hihi..) saya punya temen baru, si einamtri, hihi.. alhamdulillah! handphone lama dilelang ke Ibra, temen sebagian yang sebelumnya baru ajah keilangan hp di rumahnya, ya jual murah ajah. Itung-itung gue juga masih bisa liat tuh hp, soale penuh kenangan. dan hasil kerja taun lalu. hehehe.. 


Pertama kenapa pilih si eitri, padahal kameranya cuma 2MP dan gak bisa HSPDA, karena.. saya udah punya DSLR 1000D hahah, kamera mah ini ajah. koneksi HSPDA, udah ada si Bandluxe dan telkomsel flash 125ribu.. (iklan gratis!)wkwkw.. jadi, cukup lah.. ngurus gadget kebanyakan juga repot.. (ya gak siyh, Sobts?) :D

Sobtz, kan sekarang saya punya tempat singgah di Setiabudi, Jakarta, jadi.. pulang malam gak terlalu masalah, deket lah- ketimbang musti pulang malam ke rumah di ujung berung gituh. :D Pagi hari saya biasanya jalan kaki ke kantor, baik sangat untuk kesehatan, yaa itung-itung olahraga- begitu juga pas pulang, tadi pulang juga jalan kaki, buang energi, keluar keringet, tapi betis gede. haha.. gapapa lah.

Oiyah.. kali ini, saya pengen cerita nih tentang hari-hari ku belakangan. Pulang kantor, selesai kerjaan, saya biasanya langsung absen pulang.. biasanya nyari tebengan pulang, bisa bareng Bro dengan menumpangi ojeg nya.. :D dan disediakannya helm kecil merah, yang cuma muat di permukaan kepala. ;D atau pulang jalan kaki sama Dedi yang se-arah kosannya.. Sering juga pagi-pagi ngojek atau sesekali naxi.. cuma pengalaman ngojeg niyh, rok gue masuk ke rante! jadi belobang dan item! untung roknya hari itu item! fufuf... Demi pengiritan, Ya, ini pengiritan. :D Thank's for being my friend..

Nah, kemaren, pulang kantor, taunya teman-temanku mau cari kado ke Gramedia, Grand Indonesia. Haviz, dia punya mobil APV baru, ceritanya. dia yang bawa mobil dan jadi sopir.. Duh, nyetirrrnya, sotz.. berasa baru belajar, kasr banget, ujleg-ujleg rem-nya, terus markir juga gak beres.. gue gituh kali yaa.. makanya gue belum dibolehin niyh bawa jauh2.. haha.. padahal SIM mah udah ada. :p  Seperti biasa Grand Indonesia selalu jadi spot asyik buat motret.. ya, walau gak niat.. ada lah dapat beberapa potret.. gak bagus-bagus amat, cuma like this. hihi
 (mau kenalan sama teman-temanku, kiri-kanan: Pur, Haviz, Dedi, Mutia)
Di kosan juga, saya udah punya temen baru, namanya Engkin (kamarnya sederet kamarku, perempuan asal Tegal,lulusan STT telkom), Putri (di lantai 1, yang juga lulusan kampus yag sama), Vina (kalau gak salah lulusan Polman, Bandung), Asti (juga.. kalau gak salah kerja di Slummgi...) pokokna mah, ti Bandung lah anggap yaa. intinya, serulah.. haha.. ternyata si Engkin dan Putri itu temannya Rini (temen SMA ku) dan Rama (temen SMP ku), ckckc, dunia sempitnya.. hahah..

Uhmmmm,,,yang buat hari ini saya sangat bersemangat ntah apa. Mungkin karena saya udah gak sabar selesai tutup buku, mau hunting bareng temen-temen 1000D-ers... represiing gituh lhoh.. dan berita paling heboh di awal tahun ini adalah: adik saya, Vee lulus jadi sarjana psikologi (yang seharusnya segera mengobati dirinya sendiri..hahah) dengan nilai A!!!! *gak nyangkaa lo cerdas juga, sis.. akhirnya lo lulus juga!!!) berkat ketekunannya selama hampir 5 tahun dan menjadikan mata bertambah minus sebanyak 1,7.. wkwkw.. Selamat yaa, Vee.. I pround of you lah,,, Nursakinah O.S, S.Psi.. cie... Tinggal adik kita, dua lagi! fufufu..

okey deh, karena besok mau ber-juang dengan semangat baru, hehe,, saya cukupkan dulu yaa cerita-nya.. lagu theCorrs sangat indah melantun di telinga, menemani malam yang cukup cerah, nampaknya. (mang keliatan yaa, wong langitnya item gituh..:p)

Read More

Tuesday, January 26, 2010

Shoes/Sepatu

Hari Selasa jadwalnya ngomongin fashion ahh, jangan protes yaa yusako jadi suka merhatiin fashion dan sebangsanya. Biar gak model busana yang update tapi blog ku taun ini emang pengen tampil lebih bermanfaat.. :D gak cuma curhatan pribadi yang kadang sebenernya gak penting buat diumbar-umbar... setiap jejak lebih bermanfaat kan lebih okey yah, gak? (preeettt bahasanya yu..yu...)

Kalau blog walking ke sana ke mari, liat tulisan tentang tutorial nge-blog yang sangat mutakhir, komunitas yang aktif menyebar virus-virus ngeblog, mulai jualan yang kecil barangnya, sampai yang besar....dari yang murah sampai yang mahal.. So, rencananya niyh Sobtz, yusako.com ini pengen jadi media uneg-uneg, pamer hasil jeprat jepret, dan lain-lain.. :D

Sebenernya sih kepikiran buat posting soal sepatu gara-gara kemaren sore waktu sepulang makan di pinggir kantor sama temen-temen, ada salah satu temenku, Pur namanya, suka banget komentar soal penampilan. Cuma yang dikomennya bukan soal baju atau dandanan, tapi, sudah dua kali, Pur tuh komen soal alas kaki gue! pertama waktu pakai Boots, yang kedua yaa kemaren, pas pakai sepatu sandal manis warna coklat (beli Sabtu lalu, gara-gara sepatu flat sebelumnya jebol, :D ) pleasee dong, Pur!!! wkwkw.. trus dia nambahin pula, "Ini sepatu gue udah 2 tahun..." sambil menunjukan sepatu kulitnya yang berwarna coklat. Wew...

Sepatu mulai dikenal masyarakat dunia sejak dan dulu fungsinya (ambil di  sini) yang pada awalnya sebagai alas kaki, berkembang menjadi untuk mode, dan mode ini terus berkembang sejalan modernitas dunia... tiap belahan dunia memiliki gaya bersepatu yang berbeda.. tentu saja ini berkaitan dengan kebudayaan dan juga kebutuhan. Nah, bicara soal sepatu, sepatu-nya orang Eropaa, biasanya ukurannya besar-besar, karena postur orang sana rata-rata di atas orang Asia- mereka besar dan tinggi. Tentu kaki mereka juga besar.. (hihih..) Kalau orang Asia mah kita tau, standarnya kan? kalau ad yang di luar standar, biasanya itu pengaruh apa-apa ajah yang di makan. hwhhwhwh... Liat deh model-model sepatu yang berhasil saya gugling pagi inih... uooppzz, ini khusus sepatu untuk perempuan yaa, Sotz, maaph-maaph untuk laki-laki.. ;p

Pilihan yang lazim dimiliki: sepatu flat, sepatu berhak 3-5 cm, atau sepatu dengan hak 5 cm lebih. Untuk olahraga beda lagi, tentu banyak pilihannya.. berikut random penampilan para penghias kaki... yang lagi musin di negeri kita,,, hehehe.. (sepatu lukis ini misalnya, dari sendal polos kain yang harganya cuma 40 ribuan, berhasil menjadikannya bernilai lebih tinggi lhoh.. itu berkat kreatifitas anak bangsa ini.. hihi...)

Kalau yang ini sepatu model flat. Saya gemar sekali sepatu jenis ini, selain nyaman dipakai, mudah pula menggunakannya..Cuma jeleknya, karena solnya tipis, jadi sering soak alias jebol.. wkwkw..(secara saya tukang jalan ke sana ke mari.. hihihi..)


Naah, mulai hak nya yang rendah seperti 3 cm sampai yang puluhan sentimeter.. asal berani memakainya ajah... (saya belum berani, karena terlalu tinggi, selain melihat postur saya yaaa bisa dibilang udah lumayan tinggi, kalau pakai hak tinggi-tinggi amat juga gak enak.. haha.. yang lebih gak enak kalau keseleo pas jalannya.. wkwkwk..) Ada juga yang model Boots, ini yang lagi saya gemari,. seneng ngeliatnya... hihi... boots juga ada macamnya, ada yang buat jalan or mode- ada yang buat ngantor. :D


Begitulah saudara-saudara, Sobtz punya berapa koleksi sepatu sekarang? Pasti buanyaakk.. I guess, perempuan hobi banget belanja yang namanya sepatu.. ya kan?

Saya ada dua pasang sepatu yang ditinggal di kantor, warna harus hitam.. dan satu nya buat jalan dri kosan atau rumah ke kantor, dan berjalan-jalan ke sana ke mari:


Okey, Sobtz, jadi kamu pilih yang mana? suka model flat apa ber-hak? mari berburu sepatu di pasar baru..huhuhu... :D 
 

gambar diambil di sini, sini, sini, sini, sini, dan sini

Read More

Sunday, January 24, 2010

I'v my new friend! 1000D-ers!

Alkisah, gue udah lama gak megang kamera wahid dan emang the only one yanggue beli dari hasil tetesan keringat dan air mata.. *wkwkwk, hiperbolis banget yah..* Eitss pas ada yang ngajakin ngumpul di salah satu thread Fotografer.net, hayuu ajah.. mereka menyebutnya secengers, seribu-de-ers lah gituh.. maksudnya, para pemilik hobi motret yang pakai senjata ampuhnya berjudul 1000D dari Canon..

Aih..aih.. saya datang sebenernya gag nelat tuh, teng banget, tapi, gara-gara, bus nya ban-nya bocor, maka dilanjutkanlah dengan menyetop taxi menuju Pelangi.. wah, ternyata, saya bertemu Andri, yang keliatan bengong sendiri.. gue pede banget nyapa duluan karena dia bawa tas kamera.. habis, ga ada nomer kontak yang buat CP.. eihh, udah hampir sejam-an kurang, baru ngeh kalau kumpulan secengers yang bapak-bapak ituh berada di luar..ckckck.. di luar Burger King.. yaa,,, saya sengaja gak bawa kamera, pengen di poto, tapi yaa.. sayang... lagi gak keluar mood nya.. hahah.. gara-gara, terpukau dengan senjata yang dipersenjatai aksesoris beehh...








(Foto I: kameranya Om Yudi pakai tripod- Kiri-kanan: yang duduk: Mba Ermy-istri Om Fauzan, Kemplu, dan Koko Andy, yang diri: Om Fauzan, Alvon, Om Yudi, Andry, Yusako, dan Gabri)...
(Foto II: kameranya om Fauzan dan editannya, chayy, senangnya.. BW version (1000d + SMC Takumar 50/1.4), that's cool! pinjem yaaah, om-buat pamer di sini.. ) 
(Foto III: kawanan 1000D pluss pemanis si BB berbalut purple centilnya Mba Ermy)


Itu di atas poto berpose para potographer handalnya.. *yaa walau katanya gue paling berpose.. wkwk, biar dunk, bapak-bapak.. ngiri ajah.. ;p * Dan, karena Om Fauzan bawa persenjataan lengkap... jadi kena lah racun--nya!!! aaaaaaaaaaaaahhh... BG!!! akhirnya, pisahan jam 3-an, saya, Andri, juga Andi, menuju Pasar Baru mencari BG... hihii.. dapatt!!! tapi, tabunganku..ohh..tabungankuu... BG 680 ribu!! [berhasil menawar 20ribu saja,, :( ] dan tas selempang yang rada tebel busanya dan ada parasutnya.. seharga 150 ribu.. (lupa tadi nawar dari berapa.. ) jadi bobol lah sudah 830 ribu lagi hari ini!!! gileee... gue musti tarik ikat pinggang dan pasang kacamata kuda! wkwkwkw... awas yaa, kalau ngeracunin lagi, LENSA no way.. gak ada lagi budget! nti nti ajah.. pokoknya musti mahir dulu lensa KIT ini, okey yusako..!! semangat... Tapiiii, jadi semangat biar getol belajar motret lagi niyh. atau malah jadi pengen cepet nikah? hihihih, (secara tadi ditawarin potographer gratis dari temen-temen... senangnya, i'v my new friends.. semoga bermanfaat... amin..)

Sampai ketemu di hunbar minggu depan, Sobtz...!

Read More

AWAS, Jiwa dan Rekening Anda!

Terus terang, gue sempet kaget juga waktu pertama kali baca berita di salah satu situs yang Update Banget ituh.. Gimana gak.. belum selesai berita Century bank, Ayin yang punya istana di penjara, tuntutan hukuman mati bagi AZ, trus, anggota DPR dan sebangsanya dapat renovasi rumah yang nilainya amat mahal (450 M!!! budgetnya..), mobil mewah (hmm...), ditambah lagi perangkat komputer untuk di kantor senilai 15 juta (kelewat mahal! gilee... harganya lebih mahal dari pada harga pasar, *info dari berita METRO MALAM, update 0:25,24/1/10). Ini negara runyemmm amat yaaa....

Eitsss... 6,7 Triliun (bail out Century) ternyata disusul aksi pembobolan ATM di Bali. dan 247ribu  pin atm telah di-kloning, katanya.. Apakah ada satu di antaranya rekening kita????? Ckckckc... Gile, baca-baca di situs-situs berita, ada yang bilang setiap 20 detik rekening di berbagai daerah di seluruh tanah air ini, kena bobol.. Dan yang paling bikin heh! adalah yang dibobol pertama kali itu heboh beritanya adalah BCA. Yang kita tau jaringannya terhebat, sistem IT nya termantap... ckck.. Ngeri kali boy, kalau- orang IT nya yang ngebobol.. Tapi, setelah seharian nonton berita, update info terkini gituh lho, mumpung lagi libur... katanya sih-yang dihacker gak sampai ke sistem nya.. kalau sampai tembus sistem.. Wah, gue gak kebayang deh, perbankan bakalan chaos!

Dari BCA, rekening lain yang dibobol Mandiri, BNI, BRI.... (yang saya denger beritanya,,,) Ngeri kan.. jangan-jangan niyh, nanti orang beli celengan lagi atau nyimpen uangnya di bawah kasur.. wuehehe.. Menakutkan yaa.. :( 

Emang sih, uang yang hilang, lenyap tak tau jejaknya, ditanggapi langsung nih sama pihak Bank..jadi dibayarkan kembali dan digantikan kartu ATM nya.. eh taunya ada yang lapor kena rampok lagi.. ckckc,.. jadi sudahkah aman rekening anda di Bank???
 

Kenapa, Awas Jiwa dan Rekening Anda!? 
karena, gimana pun, dana tabungan sifatnya sangat pribadi dan sangat rahasia, kalau sebegitu mudahnya dibobol, wew.. Bagaimana ini? Eits... kalau tiba-tiba terjadi pada anda, dan anda terkena serangan jantung (Nauzubillah!!!) makanya, tetap waspada selalu dengan lingkungan anda. 

Gak ngerti juga kenapa kasus pembobolan ini mencuat berbarengan. Nominal nya pun dasyat. Saat berjuta kasus terjadi di negeri ini.. silih berganti kasus demi kasus menjadi Headline News di media massa.. Huuff... Gimana ya biar aman? Pastikan kerahasiaan rekening anda, buku tabungan, apalagi PIN, jangan sampai anda beberkan kepada orang lain. Buat yang punya akses mobile dan internet banking, jangan pernah lupa menghapus history nya! jangan mensave ID dan password anda.. Semoga ajah, pihak terkait kasus ini bisa segera menyelesaikan permasalahan sangat sensitif ini.. bagaimana pun bank berkaitan dengan TRUST, kepercayaan. 

Read More

Friday, January 22, 2010

Undangan Gathering 1000D-ers

Sobtz, kali ini... saya mau refreshing sebelum minggu depan tutup buku.. Nah lhoh.. agenda wiken kali ini, mungkin ada Sobtz yusako yang juga minat photography, ada acara gathering 1000Ders.. 

Kabar untuk bro and sist sekalian pemilik Canon EOS 1000D :

Acara    : 1'st Gathering Canon EOS 1000D Owner's : Pertemuan Perdana Pemilik Canon EOS 1000D
Tempat : Burger King, Plaza Semanggi
Hari,Tanggal,Jam : Minggu,24 Januari, 11.00 WIB

Undangan terbuka untuk seluruh pemilik Canon EOS 1000D

Nah, menurut yang punya threat dan ide nya inih, bisa cek di sini, nanti tutup bulan Januari'10, ada hunbar nya (baca: hunting bareng) di Kota Tua (lagi-lagi objek kota tua ...ckckck..seneng banget kayanya orang-orang ke sini...hihi).... karena saya masih sangat pemula megang kamera DSLR, punya tahun lalu, tapi belum banyak keberhasilannya, mana belum mampu koleksi lensa dan kawan kawan sebangsa setanah airnya.. :( Jangan takut belajar, yusako! Okey, Sobtz, sampai jumpaa di sana, yah! Semoga saya bisa datang... :) 


gambar minjem dari: sini

Read More
 

:::::yusako de blog:::::©2010 theme by TNB, creative edited by Ms.Cebong, vector narzis by Ndop