Danboo

Danboo tuh kependekan dari Danboard, dibuat dari kertas karton board. Yang pertama kali mengkreasikannya adalah Azuma Kiyohiko seorang komikus serial manga Yotsuba

Do'a di Tahun Baru 2012

Sobat yusako... akhirnya bisa ketemu blog lagi.. :) Subhanalloh Allah masih memberikan kita kesempatan untuk terus meng-upgrade diri kita.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Pelajaran dari Dapur

Seorang ayah dan anak laki-laki nya sedang bercakap-cakap sore itu. Ayah nya menunjukan tiga benda yang ada di dapur. Ada wortel, ada telur, dan ada juga kopi.

Aku ingin hidup!

Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium

Monday, December 18, 2006

Langit dan Lelaki

Langit dan Lelaki
: moer

langit membiarkannya membisu
sejenak lalu meraung petir
di matanya terlihat getir
malam membiarkannya membisu
sejenak lalu menjelma gelombang
di senyumnya terlukis bimbang

Margonda, Desember 2006

I Finally Found Someone--for someone i loved

Bryan Adams - I Finally Found Someone

I finally found someone, who knocks me off my feet
I finally found the one, who makes me feel complete
It started over coffee, we started out as friends
It's funny how from simple things, are the best things we give
This time it's different, dah dah dah dah
It's all because of you, dah dah dah dah
It's better than it's ever been
'Cause we can talk it through
My favorite line was "Can I call you sometime?"
It's all you had to say to take my breath away
This is it, oh, I finally found someone
Someone to share my life
I finally found the one, to be with every night
'Cause whatever I do, it's just got to be you
My life has just begun
I finally found someone, ooh, someone
I finally found someone, oooh
Did I keep you waiting, I didn't mind
I apologize, baby, that's fine
I would wait forever just to know you were mine
And I love your hair, sure it looks right
I love what you wear, isn't it too tight?
You're exceptional, I can't wait for the rest of my life
This is it, oh, I finally found someone
Someone to share my life
I finally found the one, to be with every night
'Cause whatever I do, it's just got to be you
My life has just begun
I finally found someone, ooh, someone
I finally found someone, oooh
Whatever I do, it's just got to be you
My life has just begun
I finally found someone


Margo City, Depok, Desember 2006

Friday, December 15, 2006




Abu bakar Ba'asyir Datang Di Seminar Hasil Penelitian Lapangan Islamologi 2004.

Penelitian yang telah diadakan 13-19 Mei 2006 yang lalu oleh para mahasiswa Prodi Arab 2004 ini menghasilkan sebuah gebrakan revolusi mahasiswa Arab khususnya angkatan 2004. Kekompakan angkatan kami-lah yang dipertaruhkan, hihi... Mau buktinya? Yap, Setelah penelitian kami di Ngruki, SOlo pertengahan tahun lalu, Seminar kali ini yang bertajuk Inkluvisme Pesantren Al-Mukmin dan Isu Terorisme, diadakan di FIB UI Kamis lalu. Menghadirkan Ustadz Abu Bakar sebagai Keynote Speaker, dan dimoderatori oleh Donny Gharal Ardian. (koordinator Prodi Filsafat, dan sekaligus suami dari Rieke "Oneng" Dyah Pitaloka, yang sekaligus pihak men-sponsori acara ini (red: YAYASAN PITALOKA).

Seminar ini mengalami banyak kendala, sangat banyaaaaak bahkan.. perihal perizinan acara yang benar-benar dipersulit PIHAK DEKANAT, karena memasuki seminggu sebelum UAS, mahasiswa dilarang mengadakan acara, (padahal di prodi arab UAS minggu depan adalah penghabisan, akrena sudah 2 minggu sebelumnya UAS sudah ada yang dilaksanakan dosen) dan juga lain sebagainya, yang tidak mungkin diungkapkan di tulisan ini... Namun, tak ada yang dapat memungkiri bahwa acara seminar ini SUKSES (baaanggeeet)... Yap, tempat acara yang berada di Gedung I FIB UI itu dihadiri hampir 500 orang yang terdiri dari undangan, dosen, mahasiswa, orang tua, dan seluruh lapisan masyarakat yang ingin melihat bagaimana kondisi Abu Bakar dan mengikuti acara seminar. Tak hanya itu, PIHAL PERS ternyata mencium adanya "Santapan Hangat", sehingga banyak pula media massa yang ikut meliput, di antaranya, Metro TV, Global TV, Jakarta Post, dll..

Melihat kesuksesan acara ini, dosen pembimbing kami ( Ibu Emma Soekarba) , yang mendapat panggilan agar HASIL PENELITIAN di NGRUKI diberikan kepada PIHAK REKTORAT, tidak mengizinkannya, malah beliau memberi saran, agar kami mempublikasikannya sebagai BUKU. Sehingga, akhirnya, kami sekarang menjalankanproyek baru lagi untuk menerbitkan buku kami yang ke-dua kami, yang sebelumnya buku "GURU KENCING BERLARI,MURID KENCING BERDIRI" telah beredar di toko buku sekitar depok-jakarta, kumpulan cerpen anak-anak 2004 (matakuliah Bahasa Arab IV). yang kemudian akan menjadi editornya adalah Donny G.A, dan memakai penerbit dari pihak Donny juga..

hmm, rasa-rasanya.. pengen balik lagi ke SOlo... yah, gak temen-temen... KITA HEBAT!! JANGAN PANTANG MENYERAH YAH!!! KITA PASTI SUKSES!!! oiyah.. jangan lupa semua datang yaa ke makrab 2004 tanggal 23 Desember nanti... (kita ta'aruf lagi yuuukk)
ok.. Salam selalu..


depok, Desember 2006

foto: intan, (kiri-kanan: Ibu Emma, Ustd Abu, Donny)

Tuesday, December 12, 2006

Want Die alias No Free alias Iday alias dayu... aaaarrrghhh

kolom curhat

Want Die alias No Free alias Iday alias dayu... aaaarrrghhh

Gara-gara si Wandayu beybey!!!
pulang ngajar=basah kuyup...
huuuh..
kemaren, si dayu.. bawa disketnya yang ada virusnya dari kosan gue, karena ujan deres malam kemaren.. dia pinjem payung gue.. itu sebenernya juga payung bpleh nemu.. taun lalu.. itu juga yang nemuin temen ku yang lain, tapi dikasih ke aku.. hihi..
Yap.. tapi tu payung udah berjasa banget.. eh, bener deh..
kejadian..tadi, si WantDie lupa bawa payung ku waktu mau berangkat kuliah.. yaa.. jadinyaaa.. malam ini.. pulangngajar ujan2-an untung bawa forder plasti..tapi tetep ajah basah kuyup.. uhhhh.. Dayu!! balikin payungnya!!!

depok malam hampir jam 9, laper.

Tasawuf? Apa-an tuuu?

Membaca bacaan tasawuf tentu bukan hal yang menarik buat kita mahasiswa, bahkan gak banyak orang yang tau apa itu tasawuf...

Tasawuf 'sufisme' adalah nama yang biasa dipergunakan untuk menyebut mistik Islam. Makna Mistik itu terkandung sesuatu yang misterius, yang tidak bisa dicapai dengan cara-cara biasa atau dengan usaha intelektual. Misteri dan mistik berasal dari kata Yunani, Myein "menutup mata". Mistik telah disebut "arus besar kerohanian yang mengalir dalam semua agama". Dalam artianya yang paling luas, mistik bisa didefinisikan sebagai kesadaran etrhadap Kenyataan Tunggal--yang mungkin disebut kearifan, Cahaya, Cinta, atau Nihil. (Pengantar terbaik tentang mistik masih tetap karangan Evelyn Underhill, Mysticicism; A study in the Nature and Developement of Man's Spiritual Conciousness, 1991: Edisi paperback, New York, 1956)

Dalam buku "Dimensi Mistik Dalam Islam" milik Annemarie Schimmel, yang diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono, Achadiati Ikram, Siti Chasanah Buchari, dan MUtia Muzhar, diterbitan tahun 2000 oleh Pustaka Firdaus ini membahas banyak seluk beluk per-tasawuf-an.

Dibuku ini tidak haanya dipaparkan mengenai tasawuf klasik, tasawuf teosofis, tasawuf di Indo-Pakistan ( tarekat Naqshabandi, misalnya yang sekrang juga terdapat perkumpulannya di Indonesia) tapi juga tarekat-tarekat sufi dan juga kesusasteraan sufi.

sastra sufi? ini yang menarik buat kita ketahui loch.. sastra sufi bisa berupa puisi dan prosa. sastra sufi kadang sangat halus dan radikal..hm,, i mean, kadang kala, puisi-puisi sufi mempertanyakan eksistensi seonggok manusia di muka bumi ini.. dan juga ke-eksistensian Tuhan, sebagai Zat Yang Maha Besar...

coba deh temen-temen nikmati sastra sufi.. para filsuf Muslim, seperti Ibnu Sina, Ibnu Farabi, Ibnu Batuta... dan banyak filsuf lainnya. OK, berikut adalah beberapa cuplikan puisi yang ada di buku tersebut..


Apabila magnet tak melihat kasih, bagaimana ia dapat menarik besi dengan rasa rindu sedemikian?
Dan bila kasih tak ada, jerami tidak akan mencari warna kuning keemasan.
(Ibnu sina, Risala fi'la-'ishq)

Bila surga tidak sedang jatuh cinta, dadanya tak melihat kesucian, dan bila matahari tak sedang jatuh cinta, tak kan ada cahaya dalam keindahannya.
Dan bila tanah dan gunung bukan kekasih, rerumputan akan tumbuh dari dada mereka
(D 2674, Mzami dalam Masmur, Khosron Shirin)

Hatiku bisa berbentuk apa saja
biara bagi rahib, kuil untuk berhala
padang rumput untuk rusa
Ka'bah bagi para penggemarnya
lem[engan-lempengannya Taurat, Qur'an
kasih adalah keyakinanku: ke mana pun pergi
unta-untaNya, kasih tetap keyakinan dan kepercayaanku.
(Ibn Arabi, Tarjuman, ed. Nicholson, no.11, baris 13-15)

O suara di gurun--seakan bung belibis menangis.....
menangis dari perairan yang dalam--itulah keluhan kasih
O suara di gurun, seperti bunyi sebuah biola--
Itulah nyanyian kasih--hanya yang tidak menyadari menganggapnya sebuah lagu wanita
(Shah 'Abdul-Latif."Sur Ma'dhun" dalam Shaha jo risalo, ed. Kaylan B.Adwani. Bombay, 1958, 1:baris 21-22)


So, sufi gak selalu berkenaan dengan semedi di gua atau juga berdo'a sepanjang hari.. kita juga bisa belajar sastra dari kesusasteraan sufi tersebut... (kita harus jadi sufi koq.. malah kita harus tetap berusaha disamping berdo'a, bukankah demikian?)

yoe, 12/12/06

Monday, December 11, 2006

Tanker minyak



Inilah Tanker minyak yang berada di kawasan PT CHEVRON PACIFIK INDONESIA, DUMAI TERMINAL OIL WHARF. sebenarnya, gambar ini saya comot dari foto-foto saat B2TKS sedang menjalankan proyek di sana. (gambar diambil oleh teman sekantor ayah saya saat berada di proyek)

kalau saya lihat-lihat dari data yang ada di file-file laptop itu, memang, terlihat megah sekali kapal minyak itu bertengger di lautan.. tapi, ternyata, B2TKS BPPT (Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur) BAdan Pengkajian dan Penerapan Teknologi saat melakukan kontrak kerja dengan pihak CPI, Dumai, Novermber lalu, menemukan banyak terdapat korosi di banyak bagian pengeboran minyak dan bahkan di banyak tempat yang dapat dilihat langsung seperti bagian desk utama, dan desk lainnya.

saya tidak bisa mengungkapkannya, karena saya tidak mengerti mengenai bagian-bagian yang terkena korosi tersebut.. namun salah satunya seperti yang ada pada gambang mooring berikut..



pada bagian tiang-tiang mooring yang menancap ke air.Ya..ternyata, di balik pengerjaan pengeboran tersebut, banyak hal yang musti dibenahi lagi, tentu pada insfraktruktur-nya, agar hasil yang diharapkan dapat maksimal. Dan pastinya... manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Hm,,,melihat gambar-gambar tersebut.. saya teringat akan kelangkaan minyak tanah beberapa waktu belakangan ini..Di benak saya terlintas pertanyaan, apa iyah Indonesia kekurangan sumber daya alam? Apa sudah saatnya Indonesia kehabisan SDA-nya, padahal masih banyak generasi yang harus diselamatkan? Apa jadinya kalau negara ini kehabisan energi?

untuk beberapa waktu kelangkaan minyak tanah saja mampu membuat antrean hingga berhari-hari untuk mendapatkan beberapa liter saja minyak tanah untuk masak, dll.. Apa jadinya, kawan?

Sementara, kekayaan alam kita terus dikeruk bangsa asing, pemerintah tidak mampu bertindak apa-apa. Di mana suara rakyat yang kalian emban, wahai para pejabat?!

Ehem, sungguh nyaman rupanya "kursi" mu itu. Boleh kami cicipi ta, Pak? (melirik-lirik..)



Yuli/foto:Doc.B2KTS BPPT

Wednesday, December 06, 2006

2006 goes to PK!!! semangat




Inilah situasi junior 2006 di sela-sela latihan pementasan teater untuk Pekan Kreatif (salah satu dari rangkaian acara Festival Budaya, Pesta Rakyat 2006 di FIB UI).. walau hujan sempat mengguyur kampus kami..mereka tetap bersemangat latihan tanpa alas kaki.. SEMANGAT ARAB 2006!!!

salam sayang,
yoe

Tuesday, December 05, 2006

Inilah pemandangan kosan saat hujan…





Inilah pemandangan kosan saat hujan…


Hujan membuka lembaran Desember.. beginilah situasi kos-an saat hujan mulai mengguyur kota Depok.. Sebenarnya, gak ada masalah, malah suatu berkah… setelah kemarau begituuuuu panjangnya, tapi.. anehnya.. memasuki bulan penghujan, yang bener-bener ngaret ini…, di kosan jadi jarang air, kalau lagi nyuci baju, tiba-tiba ajah air gak nyala.. atau tiba-tiba suka mati listrik terus sedetik kemudian nyala lagi.. kan yang males, waktunya lagi ngetik seru-serunya… sedetik kematian listrik, sejuta detik mengulang tugas yang tak sempat disave…. Hmm, Depok sudah mulai diguyur hujan..Kini tiba saatnya, melihat “banjir” di depan stasiun UI, becek-becek-an melewati balhut.. .. Banyak pohon yang ditebang di kawasan hutan UI,, maka banyak pula daerah serapan air yang lenyap dari tanah UI…Akankah kebanjiran juga melanda kota Depok?
(yuli/foto:yuli)



Nb: Lihat kamar yang di atas, itu kamar persemedianku.. damai sekali di sana.. hihi..
(lokasi terdepan, teratas, dan tercocok untuk semedi dan menangkap atmosfer puitik, self reflection, dan paling sering ditumpangi temen2 yang mau ujian..hihihi)

Apartemen Depok: ancaman atau profit bagi Margonda?!




Apartemen Depok: ancaman atau profit bagi Margonda?!

Sebuah kota berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, Depok. Semangat pembangunan infrastuktur kota Depok dan perkembangan pesat titik-titik perekonomiannya terlihat hampir di sepanjang jalan Margonda. Ibaratnya suatu pemerintahan pusat, Margonda menjadi setral dari kehidupan kota Depok, selain di sana terdapat Kantor Walikota Depok, adapula kantor POLISI DEPOK yang terkenal dengan polisi “kejam” (red:polisi di daerah Depok, apalagi di sepanjang jalan Margonda terkenal kejam sama pengendara jalan raya..ya suka ada ajah kesalahan yang bikin pengemudi ditilang dan bayar denda. Jalan Margonda merupakan salah satu jalan Percontohan dan tertib lalu lintas..yaa pantas saja begitu kejamnya para Polisi di sini) Sebenarnya, Margonda hanya sebuah jalan yang tidak begitu panjang. Namun, di sanalah pusat kota Depok.

Jalan Margonda dilewati beragam jenis kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, angkutan pribadi maupun angkutan umum, dari kopaja, miniarta, deborah, sukmajaya, angkot dari berbagai jurusan, dan berbagai jenis angkutan umum lainnya. Keramaian kota Depok, sebagai kota urban yang cukup pesat penambahan angka pertumbuhan penduduknya, dikarenakan banyaknya penduduk usia produktif dan mahasiswa yang menetap di kota Depok, sehingga Depok semakin dipadati oleh penduduk yang statusnya imigran, yang hanya terdaftar di instansi publik maupun universitas.
Margonda Residen, satu-satunya apartemen yang baru dibangun di salah satu sisi jalan Margonda. Tepatnya, berada di seberang Barel (red:belakang rel, biasanya jalan kecil ini dilewati para mahasiswa F.Hukum UI, dan atau di seberang poll bus Deborah Depok-Kali Deres). Pembangunan apartemen ini nampaknya sangat stategis. Bisa dibilang satu usaha yang baru sekali di daerah Depok. Sasaran utama penyewa/pembeli apartemen tentunya dari kalangan pekerja dan mahasiswa. Pasalnya, dengan harga berkisah ratusan juta, penyewa/pembeli dapat menempati apartemen dengan fasilitas yang beragam. Biaya pun dapat dicicil sampai setahun..( kalau gak salah…) tidak hanya itu, apartemen yang telah dibeli pun dapat ditempati pada tahun 2007 mendatang.

Salah satu temen saya, Marshally (bukan nama asli), membeli dengan cicilan dengan uang penghasilannya selama lebih dari setahun, dan menurutnya apatement ini bisa menjadi investasi yang lumayan, “Kalau tidak ditempati sendiri, gue bisa nyewain ke mahasiswa di UI atau juga Gundar…sebulan 1,5 juta ajah udah lumayan.. kayanya bakal banyak peminatnya, selain di jalan raya… 1,5 tuh udah segala macem ada… disbanding kalau di kosan harus jalan jauh, dan tempatnya kurang memuaskan..kalau anak-anak pejabat, atau anak orang kaya mah segitu gak masalah… mahasiswa sini banyak anak orang kaya…hihihi” tuturnya saat bercerita tentang pembelian “rumah” di lantai 5 yang menghadap jalan raya. So… gimana niy??? Menurut temen-temen, adanya Apartemen depok bakalan bikin masalah baru gak di Depok, (red:kemacetan di ruas jalan Margonda, ancaman berkurangnya penghasilan ibu kosan di sekitar kampus, dll) atau malah mempermudah mobilitas publik ke jalan Margonda dan juga membri semarak modern lifesyle di Depok???

Sepertinya, Margonda akan lebih ramai lagi di tahun-tahun mendatang… karena gak cuma mall saja, tetapi, apartemen pun sekarang sudah dibangun di Margonda… Yap… dapat dibayangkan bagaimana ramainya kota Depok di hari-hari mendatang.. Hmm,,,…

(yuli/foto:yuli)

depok, desember 2006

Tuesday, November 28, 2006

Rafting on Monday





Siapa bilang kalau hari Senin selalu menyebalkan?Yaa.. seperti yang kita tahu, kebanyakan orang berpendapat “I HATE MONDAY”. Yup, i'v one story last week.
Ternyata, hari Senin yang saya alami minggu lalu sangatlah berbeda dari biasanya. Hm, hari-hari sebelumnya di minggu kemaren saya mendapat banyak cobaan dan rintangan, mulai dari badan pegel-pegel gara jalan ke sana-ke sini, musti berada di beberapa tempat dalam satu hari tanpa ada transportasi pribadi, motor lah paling gaaa. Ini mengandalkan angkutan umum yang seperti kita ketahui kadang sangat menyengsarakan, berdiri, penuh, berdesakan bagai teri digecet, atau sarden dalam kaleng.. bahkan, minggu kemaren saaat akan meliput training di Twins Plaza Hotel, saya berada di stasiun kereta, menunggu KRL, pada saat diberitahukan bahwa KRL akan masuk di jalur 1, maka saya beranjak dari posisi semula di peron 4..naaaah, suatu hal yang membuat saya shock,, saya terpeleset dari semen yang akan saya jadikan pijakan menuruni peron 4, alhasil saya jatuh di atas bebatuan stasiun…perasaan saya tidak ada malu sama sekali,, bahkan gak ada terbersit perasaan itu, saya cukup merasa ini sebuah teguran buat saya dari Yang Maha Kuasa, bahwasanya, dia membuat saya terjatuh padahal tidak ada angin tidak ada hujan, yaa.. mungkin seminggu itu saya punya dosa yang sudah semestinya diperingatiNya. Wallahualam,,, Hmm, alhamdulillah, saya baik-baik saja, saat bangkit, saya memeriksa lengan baju dan celana jeans saya, takut ada yang robek… yaaa.. secara saya akan ke sebuah hotel yang lumayan gituh..masa make rombeng. Hihihih.. alhamdulillah aman,, tapi, saat saya tengok siku kiri saya,, ternyata lecet dan lumayan mengeluarkan darah.. olalalalaaaaaa….. saat itu saya mensiati dengan mengelapnya dengan handuk basah, sampai di hotel…saya bersihkan, dan apa yang saya rasakan saya saat itu?? badan saya terasa remuk sekali,, kaki dan pundak kiri pegel,, leher kanan keseleo.. rasanya tulang iga nyesek banget.. hahaha… sejak itu, saya terus menerus membaca istigfar.. Nah….biarlah itu berlalu,, semua pasti ada hikmahnya… Dan saya merasa hari Senin merupakan obat hari Minggu.. setelah Rabid Haflah di Claster,,, saya menuju pinggir danau Teksas, di sisi teknik ada Sutar, temen SMA saya yang sekarang di TGP UI,,, dia lagi maen CANO di danau… akhirnya, saya diajak,,, sata itu juga saya mengajal Icha, temen sejurusan untuk ikut.. maka kami pun bergabung Rafting di danau teksas… hohohooh..ada Ojie(Sipil’04) dan Simon(Elektro’05) bersama kami, mendayung menyebrangi teksas…angin cukup kuat,, padahal danau itu tidak ada arusnya…tapi, kami melawan angin dan itu bikin pegel tangan ngedayungnya.. fffuuuuiiiih.. yap, sampai Magrib, Senin menjadi lebih menarik.. setidaknya hari itu lengkap sudah.. hihi..

Monday, November 20, 2006

Sudut Lain Keindahan




Sudut Lain Keindahan

Lihatlah kawanku! Seorang anak kecil duduk pasrah di trotoar jalan, dengan pakaian yang sudah lusuh dan topi menutupi kening sampai matanya. Sungguh, pasti kelaparan melandanya. Coba tengoklah juga keindahan yang dicipta dedaunan di sepanjang trotoar tersebut, sungguh keadaan yang ironis! Sementara tetumbuhan bisa hidup dengan segarnya, nyaman, bahkan menembus sela-sela pagar. Bisa jadi karena cukupnya sinar matahari, disiram dengan teratur, dan juga bisa jadi diberi pupuk. Tapi, anak itu…
Entah ada apa di balik pagar itu, namun, keberadaannya tentu memberi sekat sosial antara penghuni di dalamnya dengan anak yang berada di jalan trotoar, juga dan bahkan tentunya orang-orang yang sama kondisinya dengan anak tersebut, di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Suatu dilemma memang, seorang anak kecil, yang entah di mana kedua orangtuanya, harus mengemis di jalan untuk mendapatkan sesuap nasi. Di suatu pihak, kita tidak menyukai orang yang selalu menaruh tangannya di bawah (red:meminta-minta), mereka terkesan tidak mau berusaha untuk dapat menghidupi diri mereka, namun, di suatu pihak, melihat kondisi anak kecil yang tidak terurus seperti gambar di atas, perasaan kita pun menjadi miris.
Negara ini selalu memiliki dua sisi yang tak pernah bisa dipisahkan, antara keindahan dan keburukan, kekayaan dan kemiskinan… kekenyangan dan kelaparan! Di mana kita memposisikan diri kita dalam keadaan seperti ini? Orang-orang bergelimpangan harta berada di seluruh penjuru tanah air berdampingan dengan orang-orang yang terlahir dengan kemiskinan. Saya yakin, tentunya tak ada yang menginginkan terlahir dengan kondisi terpuruk, atau menjalani hidup di dunia ini dengan penuh keterbatasan materi. Saya juga yakin, Allah telah mengatur segala peri-kehidupan kita selama hidup di muka bumi ini. Namun, Allah pun telah berfirman bahwa suatu keadaan akan dapat berubah dengan kemauan dan usaha yang keras oleh manusia itu sendiri. Seperti yang telah difirmankan pada al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 11, .. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Sebagian dari kita pasti telah mengetahui ayat yang telah difirmankan Allah tersebut. Sekarang, sudah seharusnya kita mensyukuri apa yang kita miliki sampai detik ini.. terutama nikmatnya dapat menghirup nafas sehingga kita masih diberikan umur yang sehat, juga tidak lupa tentunya nikmat iman, ikhsan, dan islam yang telah Allah berikan kepada kita semua..sudah saatnya kita memulai membenahi diri kita menjadi lebih baik di segala hal, dengan selalu mensyukuri karunia Allah, menjadi seorang dermawan, dan melaksanakan visi-misi refolusioner negara menjadikan Indonesia sejahtera seluruh lapisan masyarakatnya. Mari Memulai dari diri kita sendiri! (yoe-foto:yoe, sudut kota Bandung)

Friday, November 10, 2006


Mendamba Kota Selapang ini…

Gambar yang saya ambil saat berjalan kaki melintas di depan Bank Rakyat Indonesia, Dalem Kaum, Bandung, terlihat kosong, hanya ada beberapa pengendara motor dan mobil yang diparkir di pinggir jalan. Sungguh seketika, keadaan ini membuat saya mendambakan berada di sebuah kota selapang ini. Mungkin, akan jarang sekali kita menemukan jalanan yang se-sepi ini, jalanan yang di mana kita bisa berjalan dengan perasaan nyaman, santai, dan tenang. Bahkan, di jalanan pun kita bisa bernyanyi untuk alam, atau menatap langit pagi dengan penuh rasa syukur… kita bisa sebebas mereka yang hidup di jalan tanpa malu-malu. Dan merasakan angin menyusup di sela telinga dan berbisik.

Namun, sisi mana di kota yang dapat menyuguhkan tempat setenang dalam gambar ini sepanjang masa. Tak banyak bahkan nihil apabila jalan raya akan sepi dilalui kendaraan bermotor. Dan bilamana ada, tentu itu adalah kota Jakarta di kala Lebaran tiba. Hmm,, biasanya, kota metropolitan, kota terpadat, kota teramai, kota ter-, ter- dan ter- lainnya, Jakarta akan sangat lapang, tanpa mobil-mobil berkeliaran di banyak penjuru jalan protokol, jalan feeder, dan jalan tikus. Saat itu Jakarta seperti kota yang mati mendadak dengan gedung-gedung pencakar langit yang tak beroperasi lift-nya, pendingin ruangan-nya, dan semua hal lainnya yang berkenaan dengan kota Jakarta (sebagai ibukota Negara).

Tak jauh berbeda dengan Jakarta, kota Depok, salah satu kota yang sedang membangun, yang menjadi penyokong kota Jakarta, sekarang telah begitu pula padatnya. Di pagi hari, tak kurang dari ratusan motor melintasi Jalan Margonda begitu pula antrian mobil pribadi dan angkutan umum memanjang sepanjang jalan tersebut. Bahkan pedagang dengan beragam usaha bisnisnya di sepanjang jalan Margonda sempat masuk Rekor MURI, karena terhitung jumlahnya paling banyak, ada sekitar 500 tenda pedagang di sisi jalan Margonda. Di tambah lagi berbagai bangunan baru seperi Mall(Margocity TownSquare dan Depok TownSquare, Mal Depok dan Borobudur, Plaza Depok dan Ramayana, kesemuanya berhadapan-hadapan di sisi kiri-kanan jalan Margonda, dan ditambah juga ITC Depok di sisi terminal Depok juga apartemen (Apartemen Margonda, siap dipakai 2007). Dapatkah kawan bayangkan, bagaimana indahnya Depok? Mungkin, kalian tidak akan menemukannya di jalan Margonda, kalau pun kalian mencari keteduhan (walau sedikit..), kalian bisa mengunjungi kampus Universitas Indonesia, yang setidaknya walau sudah banyak pula lahan pepohonan yang ditumbangkan untuk dijadikan lahan parker mobil mahasiswa juga dosen dan karyawan, di sana ada banyak lahan luas yang dapat kalian nikmati keindahannya. (misal: lahan antara fakultas teknik yang menghadap fakultas sastra dipisahkan oleh danau, selain itu, halaman Rektorat UI, Balairung, dan Mesjid UI yang dipercantik danau dengan pepohonan rindang di sisi-sisi nya masih bisa dijadikan tempat “ngaso”, dan beberapa tempat lainnya.

Angka fantastik…sampai dengan saat ini jumlah kendaraan bermotor di Indonesia telah mencapai lebih dari 20 juta dengan persentase sebanyak 60% adalah sepeda motor sedangkan pertumbuhan populasi untuk mobil sekitar 3-4% sementara sepeda motor lebih dari 4% per tahun (data dari Dep. Perhubungan). Data yang terakhir didapat dari Gaikindo bahwa pertumbuhan pasar penjualan kendaraan baru untuk roda empat naik hampir 25 % pada tahun 2003. Sedangkan pertumbuhan pasar penjualan sepeda motor naik hampir 35 % pada tahun 2003. Hal tersebut tentunya sangat memprihatinkan kondisi negara kita ini, dapat kita bayangkan berapa banyak bahan bakar minyak yang dibutuhkan untuk keperluan transportasi, padahal, perlu waktu yang sangat lama untuk mendapatkan minyak dari perut bumi, perlu banyak biaya untuk eksploitasi. Lebih ironisnya lagi, keadaan negara mengesankan kehidupan kapitalis yang sudah tak dapat dibendung lagi. Lihat saja, beragam merk kendaraan roda empat termahal sekalipun ada di Indonesia, dan bukan satu atau dua, sementara di sisi lain kita dapat lihat kemiskinan merajalela, anak-anak yang kelaparan, orang tua yang mengemis, gubuk-gubuk reyot di pinggir kali, di bawah jembatan layang, dan segala macam jenis keterpurukan rakyat yang terlupakan. Semua tercover oleh adanya kehidupan glamour milik para pemilik warisan tujuh turunan, para pejabat, orang-orang orde lama, atau koruptor yang tidak tahu diri.

Olala…sungguh semua menjadi sebuah pembahasan yang panjang, Bung! Tapi, di mana solusi-nya? Di mana kinerja konkret kita untuk mendapatkan ketenangan di tengah-tengah hiruk-pikuk ibukota, lalu lalang kendaraan, dan asap yang mengepul dari puntung rokok, juga knalpot-knalpot itu? Sementara, mobil yang merupakan kependekan dari otomobil yang berasal dari bahasa Yunani 'autos' (sendiri) dan Latin 'movére' (bergerak) adalah kendaraan beroda empat atau lebih yang membawa mesin sendiri, akan terus bertambah jumlahnya jika pemerintah tidak membatasi peredarannya di Indonesia. Itu pun kalau pemerintah juga masyarakat peka, dan sadar, kalau nanti, di Indonesia, setiap orang memiliki mobil, dapat dibayangkan! mobil tersebut hanya bisa berdiam di dalam garasi, karena…tidak ada lagi ruang untuk mobilitas manusia, jalanan dipadati kendaraan. Sampai di depan rumah pun berjejer mobil-mobil pribadi karena tidak cukup ditaroh di garasi. Wuiiiiihhh…

Kawan, tentu kita tidak ingin hal seperti itu terjadi di tanah air kita, bukan? Kawan, tentunya kita semua mendambakan sebuah kota yang aman, yang nyaman, yang kita hidup di dalamnya penuh ketentraman, cinta, dan kasih sayang. Kawan, tentunya kita semua rindu pada sepi yang dicipta dedaunan hijau di dahan-dahan pepohonan, rindu pada angin yang sepoi-sepoi, suara air yang mengalir di sungai yang jernih. Apa masih ada sebuah kota yang mempertahankan ke-pedesaan-an seperti itu?


Yuliyoe, 8/11/06

Wednesday, November 08, 2006

“Budaya” Ngaret

“Budaya” Ngaret

Sabtu yang lalu, (05/11) saya berjumpa dengan tiga teman saya (Santi, Novel, Timur) di Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan. Niatnya untuk menyambung tali silahturahim setelah lebaran beberapa minggu yang lalu. Seperti layaknya manusia Indonesia kebanyakan, mencetak rekor “budaya” ngaret sudah pula menjangkit di kalangan pemuda-pemudi Indonesia. Tak begitu saja, acara yang saya usulkan jam satu itu nampaknya menjadi boomerang buat saya sendiri, pasalnya, hari itu ada acara silahturahim di perumahan, dan saya musti sedikit membantu ibu-ibu seksi repot untuk menata meja dan mengangkat beberapa makanan ke lapangan badminton di blok yang sama dengan rumah saya. Saya bergegas berangkat setelah menyantap hidangan di acara halal bi halal itu. Saat itu jarum jam tangan saya menunjukan pukul setengah satu, padahal jarak rumah saya sampai dengan Bulungan kurang lebih satu setengah jam. Saya pun sudah memperkirakan kalau saya akan terlambat sampai di sana. Namun, apa yang terjadi selanjutnya tentu teman-teman semua sudah dapat menebaknya. Saya sampai di sana sekitar setengah dua, sementara di bangku biasa kami berkumpul masih sepi, tidak ada Santi, Novel, juga Timur. Santi dan Novel datang sekitar setengah jam setelah saya sampai, sementara Timur datang setelah Novel menghabiskan makan siangnya, dan Santi meminum segelas kopinya. Jadi intinya, saya sudah datang terlambat, namun ada yang lebih terlambat daripada saya.
Melihat kejadian di atas, saya yang sudah dari sananya paling gak suka nunggu, terlintas dalam benak saya, ini bukan lagi kebiasaan, ini bisa jadi kebudayaan, Bung!

Kebiasaan atau bahkan budaya ngaret yang dalam bahasa bakunya kita kenal sebagai (ter)lambat alias doesn’t on time kata para bule tersebut bukanlah penyakit genetik, namun, lebih merupakan sifat buruk yang dapat menular. Saya akan memberikan contoh kongkretnya dari kehidupan sehari-hari. Di kosan saya yang berada di Jalan Kober, Margonda, misalnya. Di kosan ini ada sekitar 20 kamar, dengan fasilitas satu kamar untuk dua orang. Biasanya, teman satu kamar berasal dari jurusan yang sama. Nah, sebutlah nama teman saya, Jihan dan Awaliyah, mereka menempati kamar L. Jihan adalah perempuan aktif di Senat Mahasiswa FIB UI, senang bernyanyi, dandan, belanja, dan getol mengikuti berbagai kepanitian yang ada di kampus juga banyak kegiatan lainnya. Selain itu, Jihan pun tak lupa “giat” pacaran, (sori, Ji..). Sementara Awaliyah, saya kenal sebagai seorang akhwat yang menjadi mentor Asistensi Agama buat Mahasiswa Baru FIB, jago ngaji, tapi juga aktif, dan suka musik macam Muse (locchh..). Kedua teman saya tersebut memiliki persamaan sekaligus perbedaan. Sudah dapat ditebak bukan? Jihan yang pada tingkat satu tinggal di Asrama Mahasiswa itu rajin kalau berangkat ke kampus, sementara Awaliyah, dikenal dengan Miss Telat juga Miss Panik. Bisa dibayangkan betapa paniknya dia kalau ada kabar mau ujian atau pun hal kecil. Semenjak, Awaliyah dan Jihan “satu atap”, mereka sering telat. Masuk jam setengah delapan, berangkat dari kosan juga setengah delapan. Padahal jarak kosan ke kampus bisa menempuh sekitar 1 kilometer atau lebih yaa..Hehe.

Dari contoh kasus di atas dapat kita lihat kebiasaan lingkungan sudah pasti dapat mempengaruhi kebiasaan kita. Seperti layaknya air yang mengalir di sungai, ke mana arus membawanya, tentu air itu berlalu ke arah yang sama. Begitu pula seperti pepatah yang mengatakan, “kalau kita berteman dengan tukang minyak wangi, kita akan ikut wangi, kalau kita berteman dengan tukang duren, kita juga akan bau duren” yaa.. setidaknya setiap persinggungan culture tentu akan menjadi sebuah pemicu dari adanya akulturasi di masyarakat. Di mana akulturasi merupakan sebuah proses sosial yang timbul akibat sekelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada masyarakat lain yang memiliki kebudayaan yang berbeda, kemudian timbul proses saling mempengaruhi.

Tapi beranjak dari contoh sebelumnya, keadaan tersebut nampaknya tidak begitu terjadi di “atap” saya dan Rara, kami berdua berasal dari suku yang sama, namun, mungkin karena cara pendidikan di keluarga saya dan Rara berbeda sedikit banyak. Hal ini yang menyebabkan saya dan Rara bahkan di beberapa hal sangat bertolak belakang. Misalnya, saya lebih memilik makanan mpok Ucu ketimbang mengelurkan uang puluhan ribu untuk makan di fastfood atau tempat lain. Walau sesekali saya juga makan di sana. Dan banyak hal lainnya yang tidak mungkin saya jabarkan satu persatu. Karena buat apa menyulut keadaan dengan memunculkan perbedaan-perbedaan, sudah banyak luka di lubuk hati manusia yang kadang tak dapat terobati lagi.

Bisa dibilang, kebiasaan saya tidak mempengaruhi pola kebiasaan Rara. Begitu juga sebaliknya. Rara yang dulu juga anak asrama, getol berangkat ke kampus pagi-pagi. Bahkan tadi pagi saja (7/11) jam 6:20-an dia sudah berangkat, padahal kelas mulai jam 7:30. Secara jarak kosan dapat ditempuh dalam waktu 5-10 menit jalan capung, dan 15-20 menit bila jalan gaya kura-kura. Sementara saya, saya memilih pagi sebagai waktu yang wajib dinikmati. Untuk melanjutkan tidur (hmm, kalau lagi ngantuk abis begadang malamnya) sampai mau berangkat kuliah, atau langsung ketemu filkom, menulis, dan juga bermain. It’s my life, Bro!

Jadi, apa bisa ngaret dikategorikan sebagai salah satu budaya masyarakat Indonesia sekarang ini? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kebudayaan? Saya mengutip Edward Burnett Tylor (1871), bahwa kebudayaan adalah komplek yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan serta kebiasaan lain yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Mengacu pada pendapat tersebut, bisa jadi ngaret dapat merupakan budaya. Karena berlaku tidak hanya dalam individu, bahkan banyak orang yang terlibat dalam “kasus ngaret”. Namun, pendapat J.W.M Bakker (Filsafat Kebudayaan, 1984) mematahkan pendapat sebelumnya (bisa jadi demikian) dengan mengutarakan bahwa budaya berasal dari kata abhyudaya, hasil baik, kemajuan, dan kemakmuran. Sungguh ironis bukan? Apa iyah, ngaret itu suatu cirri dari sebuah peradaban yang mengalami kemajuan?

Artian positif dan negatif telah tertanam dan mengakar dalam memori manusia, sehingga, kita akan selalu berjarak antara kutub negatif dan positif. Tentu semua yang ada di muka bumi ini adalah pilihan-pilihan yang wajib kita pilih. Kalau kita termasuk ke dalam manusia berlabel “tukang ngaret” cepat-cepatlah bertaubat, sesungguhnya Tuhan Maha Pemberi Ampunan. (hihi..) Yaa.. semua hal perlu nilai-nilai kebaikan terkandung dalamnya, begitu pula pada tatanan kehidupan bertanah air, kita pun mengetahui bahwa negara ini masih membutuhkab warganya yang disiplin…untuk membangun bangsa agar lebih berbudaya (tentunya). Mari budayakan Disiplin Waktu!

Yuliyoe, Depok 7/11/06

Thursday, November 02, 2006

تحرير المرأة

" تحرير المرأة " هو نظرية تبحث في نمط سيطرة الرجل علي المرأة. تندرج تحت مقاهيم كثيرة عند مجتمعنا العاصر. تعرف وجهة نظرها من أراء و تفكيرو تصرفات المرء٬ و تصنف إلي عدة أنواع منها: " تحرير المرأة " اللبيرالية٬ و الاشتراكية٬ و الماركسية٬ و المتطرفة٬ وغيرها تقدمها رواد المرأة من اسيا الجنوبية. " تحرير المرأة " هو حركة تنشأ عن وعي ا لمجتمع لدى المرأة كرد فعلي, لمدافعة حقوق المرأة.
الهدف الرئبسي من هذه الحركة هو تحريرالمرأة من كافة إشكالياة الحياة لتحقق بذلك المساواة بين الرجل و المرأة أعتقد أن هناك عوامل دافعة لحدوث هذه الحركة و تأتي الانتهاك فى حقوق المرأة الاقتصادية في طليعة فائمة المسببات مثلما حدث في الهند, العراق, مصر, باكستان, وغيرها. نسمع الكثيرمن هذه الحركة تحدث فى إندونيسياعلى شكن مطاهرات من قبل ممثلي حركة التحرير أو مقالات أو أشغال أدبية, لكن ماأراه فى الحقيقة ان حركة تحريرالرأة هنا مزالت تعالج الأمور بشكل نظري فقط. و ذلك تأثيرأ من ذكرى مؤلمة التي تواجهها المرأة و أيضا للحصول علي الشهرة في أداء حياتنا اليومية.




* note: this's all about Feminisme in general vers.

me and sun



indahnya senja itu bersama matahari yang hampir padam.

KOLOM CURHAT 1

tahun ini, terasa sangat cepat berlalu. mungkin aku terlalu betah menetap di bumi. tapi, tidak begitu sesungguhnya. perjalanan tahun 2006 begitu panjang bila harus direntetkan seperti derat aritmatika, sangat panjang bila dibahas dengan segala metode yang kudapat dari kuliah. atau juga lebih jauh dari pada jarak pandang maksimal.

awal tahun seperti biasa keluargaku merayakan ulang tahun ibunda tercinta. lembaran baru yang kuharap akan berbeda. bulan berikutnya, aku dan aisyah kadang dapat masalah. kadang kami juga sangat akrab. kadang kami sama-sama sibuk, hingga tak bersua walau kami satu kamar. di penghujung semester genap, aisyah menyelesaikan studinya dari diploma tiga arab. dengan tanpa rencana, dia mengangkut barangnya pulang ke serpong damai malam hampir larut, hingga hampir subuh, aisyah dibantu beberapa orang keluarganya mengemasi barang-barang. kamar menjadi kosong, jadi bergema. meja aisyah kosong, lemari aisyah kosong, kamar mandi tak ada peralatannya. tinggal aku dan perbaranganku di kamar yang cukup luas ini. kurang lebih 4x5 meter, belum ditambah beranda dan depan teras kecil. lemari besar itu tampak bisu. sangat bisu. terlebih kasurnya yang sudah kosong.

sempat menyesali kami pernah berantem hampir beberapa lama. dikarenakan dia bermasalah dengan kekasihku filkom (komputer pribadiku).

tapi, aisyah yang pagi-nya akan berangkat ke Makkasar, tetaplah sahabatku. perkenalan aku dengan gadis kelahiran Riyadh, Arab Saudi yang keturunan China itu adalah suatu keberkahan dari acara Buka bersama D3 san S1 tahun 2004.

aisyah bukanlah orang yang mudah mengenal dan dikenal orang. sikapnya tegas dan bahkan keras. bahkan aku pun mengakuinya meskipun aku pun demikian.

selepas dia pergi dari kos-an, aku harus mencari teman sekamar yang baru. dan itu harus cepat, karena biaya kos sebulan bila sendiri cukup besar.

akhirnya, aku menerima seorang perempuan klain, yang kebetulan teman satu jurusanku juga. sebenarnya, kami bisa satu adat, karena sama-sama dari suku sunda, tapi...

ada yang membuat kami sungguh bertolak belakang. dan aku harus akui, aku kurang suka sikap dia sebelum aku terima dia di kamarku ini. kamar yang cukup luas dan sepi. kamar yang nyaman, dan kan kau temukan ketenangan di sana.

apa benar? perempuan sunda identik dengan centil, menel, genit, dan macam temen sekamarku itu intinya. apa benar? perempuan sunda identik dengan dia? apa harus seperti dia?

kadang aku tak bisa menerima kenyataan aku menerima dia masuk ke dalam ruangku.
suatu hari, aku sangat malas untuk berbicara, dan aku pun diam seribu bahasa.

aku suka fotografi, reportase, aku juga menulis, dan membaca, juga tidur... tapi... dia? apa ini yang namanya diuji kesabaran? tapi, mengingat lulus masih 2 tahun ke depan, Ya Allah, lembutkanlah hati hamba!!!

aku tanggalkan tentang dia dari benak. karena hanya membebani saja, sementara dia enek-enak saja dengan hidup kemenelannya. sampai detik ini kutuliskan catatan ini, dia masih begitu.
tak perlu kalian tahu apa saja pekerjaannya? hobby-nya, yang pasti aku malas mengenalnya. tidak seperti aku mengenal aisyah, yang kami sama-sama keras dan sungguh walau sama-sama api, kami bisa menyatu.

saat aku mulai mengenal lelaki lain dalam kehidupanku, dan kebetulan satu almamater sama mantannya teman sekamarku itu, walau gak saling kenal... mantannya anak t.kimia 2004, sementara lelaki yang kukenal ini sudah di penghujung tahunnya.

aku suka memberi lihat tentang tulisanku dan lelaki yang tak bisa kupungkiri, tentu aku mencintainya, mencintai dia sebagai puisi dan seorang lelaki. (mencintai tak harus memiliki bukan?)

setiap pagi, keperlihatkan tulisa-tulisanku. biar sampai dia bosen. smpai dia mabok.

dia tak pernah mengenalku. dia tak tahu kegiatanku. aku memang lebih banyak ngomong daripada dia, karena hobby dia kalau tidak sms dan telpon ya terus jalan dan tidur. setidaknya, aku kurang dari pada dia, walau aku pakai kartu pascabayar.

sampai pada suatu hari, aku lihat dia sudah punya buku tebal, diary, katanya kepada temanku di kelas pagi itu. "gue kan mau nulis".

hari ini sangat penat, ujian lisan yang semalam aku sudah hapal. baru kali ini aku sangat grogi ujian lisan sama dosen itu. aku lupa paragraf yang sudah kubuat.

aku ingin pejamkan mata ini.. lama sekali.. hingga esok akan kurelakan kembali berlama-lama menatap bumi yang diterangi matahari.



kober31, 2.11.06

Monday, October 30, 2006

LELAKI MU(R) ITU

LELAKI MU(R) ITU

kucatat pekat dari kerut dahi lelaki di langit surabaya
hingga subuh mencerna arti cerita puisi cinta
yang kusimpan erat di bahu margonda

seorang lelaki yang kubiarkan diriku menunggu
dirinya kembali dengan menggenggam separuh kebebasan
jiwanya

ia begitu abstrak
mengenalnya pun dipertanyakan
apalagi memasuki rusuk yang pernah dipersilahkan kumasuki
absolut!!!

atas kebohemian-an-nya
atas kisah cinta-nya
atas catatan kehumaniora-an-nya

aku tak pernah tahu
apa ia masih mencatat
di pekat kopikopinya?


ladang rumput menjelang subuh dan depok, 31.10.06

Thursday, October 19, 2006

Pada Layar Malam

Pada Layar Malam

: moer

dalam hitam putih gambar
ada senyum malaikat
menghias semburat wajahmu
alam hitam putih harapan
pada gambar yang tak
pernah keluh ditatap
kerlip bintang menemani
tamanmu
pada layar
yang hanya hitam
biar kupetikan sinar rembulan
sepanjang malam
yang memendam sunyi
pada lapaklapak
do’a

depok, 16.10.06

Tuesday, October 17, 2006

Luka di Langitlangit Cinta

pohon karet dan akasia meranggas
dirontokkannya dedaunan
dari rantingnya yang paling atas
narasi pancaroba masih membekas
pada tetes hujan yang sempat bergegas
melepas bahagia anak manusia
semburat luka di langitlangit cinta


yoe
srp-270806





Menelanjangimu Adalah Sebuah Cita-cita


di barisan penonton layar tancap, ada kamu
bergaya macam seniman menyundutkan
sepuntung rokok kretek ke arah keningku

asapnya..yaa..yaa..asapnya..
mengepul di udara
memasuki poripori wajahku, lorong bronkusku
dan lubang di paruku

ini gelisahku..ini semangatku..bukan hasrat yang muncrat..
untuk menelanjangimu
di lapangan tempat layar tancap itu

satu persatu kancing itu luluh
helai kain kutangmu makin lusuh
dan kemejamu pun semakin luntur

jatuh ke bumi

menelanjangimu adalah sebuah cita-cita...


serpong, 6 agustus 2006



senja dan tasbih

segurat senja menikung di simpang gamang
bukan diri bercoreng abu dan berasap kabut
dedaunkering
rerumputmati
tanahberbelah

seuntai tasbih menggelung di simpang tenang
melantun nadanada indah surgawi
mengiring gembala di tanahberbelah
memungut tanda di rerumputkering
terbakar … terbakar…

senja begitu gamang bertasbihlah tenang
senja gamangnya tasbihnya tenang
senja gamang tasbih tenang
senja
gamang
tasbih
tenang senja
gamang tasbih
tasbih tenang
tenang
senja


Depok, 16 Oktober 2006

Aurora Borealis

Aurora Borealis














membuka lembaran seberkas cahaya yang sempat pudar...

Depok, oktober 2006