Thursday, November 02, 2006

KOLOM CURHAT 1

tahun ini, terasa sangat cepat berlalu. mungkin aku terlalu betah menetap di bumi. tapi, tidak begitu sesungguhnya. perjalanan tahun 2006 begitu panjang bila harus direntetkan seperti derat aritmatika, sangat panjang bila dibahas dengan segala metode yang kudapat dari kuliah. atau juga lebih jauh dari pada jarak pandang maksimal.

awal tahun seperti biasa keluargaku merayakan ulang tahun ibunda tercinta. lembaran baru yang kuharap akan berbeda. bulan berikutnya, aku dan aisyah kadang dapat masalah. kadang kami juga sangat akrab. kadang kami sama-sama sibuk, hingga tak bersua walau kami satu kamar. di penghujung semester genap, aisyah menyelesaikan studinya dari diploma tiga arab. dengan tanpa rencana, dia mengangkut barangnya pulang ke serpong damai malam hampir larut, hingga hampir subuh, aisyah dibantu beberapa orang keluarganya mengemasi barang-barang. kamar menjadi kosong, jadi bergema. meja aisyah kosong, lemari aisyah kosong, kamar mandi tak ada peralatannya. tinggal aku dan perbaranganku di kamar yang cukup luas ini. kurang lebih 4x5 meter, belum ditambah beranda dan depan teras kecil. lemari besar itu tampak bisu. sangat bisu. terlebih kasurnya yang sudah kosong.

sempat menyesali kami pernah berantem hampir beberapa lama. dikarenakan dia bermasalah dengan kekasihku filkom (komputer pribadiku).

tapi, aisyah yang pagi-nya akan berangkat ke Makkasar, tetaplah sahabatku. perkenalan aku dengan gadis kelahiran Riyadh, Arab Saudi yang keturunan China itu adalah suatu keberkahan dari acara Buka bersama D3 san S1 tahun 2004.

aisyah bukanlah orang yang mudah mengenal dan dikenal orang. sikapnya tegas dan bahkan keras. bahkan aku pun mengakuinya meskipun aku pun demikian.

selepas dia pergi dari kos-an, aku harus mencari teman sekamar yang baru. dan itu harus cepat, karena biaya kos sebulan bila sendiri cukup besar.

akhirnya, aku menerima seorang perempuan klain, yang kebetulan teman satu jurusanku juga. sebenarnya, kami bisa satu adat, karena sama-sama dari suku sunda, tapi...

ada yang membuat kami sungguh bertolak belakang. dan aku harus akui, aku kurang suka sikap dia sebelum aku terima dia di kamarku ini. kamar yang cukup luas dan sepi. kamar yang nyaman, dan kan kau temukan ketenangan di sana.

apa benar? perempuan sunda identik dengan centil, menel, genit, dan macam temen sekamarku itu intinya. apa benar? perempuan sunda identik dengan dia? apa harus seperti dia?

kadang aku tak bisa menerima kenyataan aku menerima dia masuk ke dalam ruangku.
suatu hari, aku sangat malas untuk berbicara, dan aku pun diam seribu bahasa.

aku suka fotografi, reportase, aku juga menulis, dan membaca, juga tidur... tapi... dia? apa ini yang namanya diuji kesabaran? tapi, mengingat lulus masih 2 tahun ke depan, Ya Allah, lembutkanlah hati hamba!!!

aku tanggalkan tentang dia dari benak. karena hanya membebani saja, sementara dia enek-enak saja dengan hidup kemenelannya. sampai detik ini kutuliskan catatan ini, dia masih begitu.
tak perlu kalian tahu apa saja pekerjaannya? hobby-nya, yang pasti aku malas mengenalnya. tidak seperti aku mengenal aisyah, yang kami sama-sama keras dan sungguh walau sama-sama api, kami bisa menyatu.

saat aku mulai mengenal lelaki lain dalam kehidupanku, dan kebetulan satu almamater sama mantannya teman sekamarku itu, walau gak saling kenal... mantannya anak t.kimia 2004, sementara lelaki yang kukenal ini sudah di penghujung tahunnya.

aku suka memberi lihat tentang tulisanku dan lelaki yang tak bisa kupungkiri, tentu aku mencintainya, mencintai dia sebagai puisi dan seorang lelaki. (mencintai tak harus memiliki bukan?)

setiap pagi, keperlihatkan tulisa-tulisanku. biar sampai dia bosen. smpai dia mabok.

dia tak pernah mengenalku. dia tak tahu kegiatanku. aku memang lebih banyak ngomong daripada dia, karena hobby dia kalau tidak sms dan telpon ya terus jalan dan tidur. setidaknya, aku kurang dari pada dia, walau aku pakai kartu pascabayar.

sampai pada suatu hari, aku lihat dia sudah punya buku tebal, diary, katanya kepada temanku di kelas pagi itu. "gue kan mau nulis".

hari ini sangat penat, ujian lisan yang semalam aku sudah hapal. baru kali ini aku sangat grogi ujian lisan sama dosen itu. aku lupa paragraf yang sudah kubuat.

aku ingin pejamkan mata ini.. lama sekali.. hingga esok akan kurelakan kembali berlama-lama menatap bumi yang diterangi matahari.



kober31, 2.11.06

0 komentar:

Post a Comment