Monday, November 20, 2006

Sudut Lain Keindahan




Sudut Lain Keindahan

Lihatlah kawanku! Seorang anak kecil duduk pasrah di trotoar jalan, dengan pakaian yang sudah lusuh dan topi menutupi kening sampai matanya. Sungguh, pasti kelaparan melandanya. Coba tengoklah juga keindahan yang dicipta dedaunan di sepanjang trotoar tersebut, sungguh keadaan yang ironis! Sementara tetumbuhan bisa hidup dengan segarnya, nyaman, bahkan menembus sela-sela pagar. Bisa jadi karena cukupnya sinar matahari, disiram dengan teratur, dan juga bisa jadi diberi pupuk. Tapi, anak itu…
Entah ada apa di balik pagar itu, namun, keberadaannya tentu memberi sekat sosial antara penghuni di dalamnya dengan anak yang berada di jalan trotoar, juga dan bahkan tentunya orang-orang yang sama kondisinya dengan anak tersebut, di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Suatu dilemma memang, seorang anak kecil, yang entah di mana kedua orangtuanya, harus mengemis di jalan untuk mendapatkan sesuap nasi. Di suatu pihak, kita tidak menyukai orang yang selalu menaruh tangannya di bawah (red:meminta-minta), mereka terkesan tidak mau berusaha untuk dapat menghidupi diri mereka, namun, di suatu pihak, melihat kondisi anak kecil yang tidak terurus seperti gambar di atas, perasaan kita pun menjadi miris.
Negara ini selalu memiliki dua sisi yang tak pernah bisa dipisahkan, antara keindahan dan keburukan, kekayaan dan kemiskinan… kekenyangan dan kelaparan! Di mana kita memposisikan diri kita dalam keadaan seperti ini? Orang-orang bergelimpangan harta berada di seluruh penjuru tanah air berdampingan dengan orang-orang yang terlahir dengan kemiskinan. Saya yakin, tentunya tak ada yang menginginkan terlahir dengan kondisi terpuruk, atau menjalani hidup di dunia ini dengan penuh keterbatasan materi. Saya juga yakin, Allah telah mengatur segala peri-kehidupan kita selama hidup di muka bumi ini. Namun, Allah pun telah berfirman bahwa suatu keadaan akan dapat berubah dengan kemauan dan usaha yang keras oleh manusia itu sendiri. Seperti yang telah difirmankan pada al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 11, .. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Sebagian dari kita pasti telah mengetahui ayat yang telah difirmankan Allah tersebut. Sekarang, sudah seharusnya kita mensyukuri apa yang kita miliki sampai detik ini.. terutama nikmatnya dapat menghirup nafas sehingga kita masih diberikan umur yang sehat, juga tidak lupa tentunya nikmat iman, ikhsan, dan islam yang telah Allah berikan kepada kita semua..sudah saatnya kita memulai membenahi diri kita menjadi lebih baik di segala hal, dengan selalu mensyukuri karunia Allah, menjadi seorang dermawan, dan melaksanakan visi-misi refolusioner negara menjadikan Indonesia sejahtera seluruh lapisan masyarakatnya. Mari Memulai dari diri kita sendiri! (yoe-foto:yoe, sudut kota Bandung)

0 komentar:

Post a Comment