Tuesday, December 05, 2006

Apartemen Depok: ancaman atau profit bagi Margonda?!




Apartemen Depok: ancaman atau profit bagi Margonda?!

Sebuah kota berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, Depok. Semangat pembangunan infrastuktur kota Depok dan perkembangan pesat titik-titik perekonomiannya terlihat hampir di sepanjang jalan Margonda. Ibaratnya suatu pemerintahan pusat, Margonda menjadi setral dari kehidupan kota Depok, selain di sana terdapat Kantor Walikota Depok, adapula kantor POLISI DEPOK yang terkenal dengan polisi “kejam” (red:polisi di daerah Depok, apalagi di sepanjang jalan Margonda terkenal kejam sama pengendara jalan raya..ya suka ada ajah kesalahan yang bikin pengemudi ditilang dan bayar denda. Jalan Margonda merupakan salah satu jalan Percontohan dan tertib lalu lintas..yaa pantas saja begitu kejamnya para Polisi di sini) Sebenarnya, Margonda hanya sebuah jalan yang tidak begitu panjang. Namun, di sanalah pusat kota Depok.

Jalan Margonda dilewati beragam jenis kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, angkutan pribadi maupun angkutan umum, dari kopaja, miniarta, deborah, sukmajaya, angkot dari berbagai jurusan, dan berbagai jenis angkutan umum lainnya. Keramaian kota Depok, sebagai kota urban yang cukup pesat penambahan angka pertumbuhan penduduknya, dikarenakan banyaknya penduduk usia produktif dan mahasiswa yang menetap di kota Depok, sehingga Depok semakin dipadati oleh penduduk yang statusnya imigran, yang hanya terdaftar di instansi publik maupun universitas.
Margonda Residen, satu-satunya apartemen yang baru dibangun di salah satu sisi jalan Margonda. Tepatnya, berada di seberang Barel (red:belakang rel, biasanya jalan kecil ini dilewati para mahasiswa F.Hukum UI, dan atau di seberang poll bus Deborah Depok-Kali Deres). Pembangunan apartemen ini nampaknya sangat stategis. Bisa dibilang satu usaha yang baru sekali di daerah Depok. Sasaran utama penyewa/pembeli apartemen tentunya dari kalangan pekerja dan mahasiswa. Pasalnya, dengan harga berkisah ratusan juta, penyewa/pembeli dapat menempati apartemen dengan fasilitas yang beragam. Biaya pun dapat dicicil sampai setahun..( kalau gak salah…) tidak hanya itu, apartemen yang telah dibeli pun dapat ditempati pada tahun 2007 mendatang.

Salah satu temen saya, Marshally (bukan nama asli), membeli dengan cicilan dengan uang penghasilannya selama lebih dari setahun, dan menurutnya apatement ini bisa menjadi investasi yang lumayan, “Kalau tidak ditempati sendiri, gue bisa nyewain ke mahasiswa di UI atau juga Gundar…sebulan 1,5 juta ajah udah lumayan.. kayanya bakal banyak peminatnya, selain di jalan raya… 1,5 tuh udah segala macem ada… disbanding kalau di kosan harus jalan jauh, dan tempatnya kurang memuaskan..kalau anak-anak pejabat, atau anak orang kaya mah segitu gak masalah… mahasiswa sini banyak anak orang kaya…hihihi” tuturnya saat bercerita tentang pembelian “rumah” di lantai 5 yang menghadap jalan raya. So… gimana niy??? Menurut temen-temen, adanya Apartemen depok bakalan bikin masalah baru gak di Depok, (red:kemacetan di ruas jalan Margonda, ancaman berkurangnya penghasilan ibu kosan di sekitar kampus, dll) atau malah mempermudah mobilitas publik ke jalan Margonda dan juga membri semarak modern lifesyle di Depok???

Sepertinya, Margonda akan lebih ramai lagi di tahun-tahun mendatang… karena gak cuma mall saja, tetapi, apartemen pun sekarang sudah dibangun di Margonda… Yap… dapat dibayangkan bagaimana ramainya kota Depok di hari-hari mendatang.. Hmm,,,…

(yuli/foto:yuli)

depok, desember 2006

0 komentar:

Post a Comment