Danboo

Danboo tuh kependekan dari Danboard, dibuat dari kertas karton board. Yang pertama kali mengkreasikannya adalah Azuma Kiyohiko seorang komikus serial manga Yotsuba

Do'a di Tahun Baru 2012

Sobat yusako... akhirnya bisa ketemu blog lagi.. :) Subhanalloh Allah masih memberikan kita kesempatan untuk terus meng-upgrade diri kita.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Pelajaran dari Dapur

Seorang ayah dan anak laki-laki nya sedang bercakap-cakap sore itu. Ayah nya menunjukan tiga benda yang ada di dapur. Ada wortel, ada telur, dan ada juga kopi.

Aku ingin hidup!

Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium

Thursday, March 08, 2007

Markisa dan Kele



ini adalah kebun di halaman belakang rumah saya. di sana terdapat pohon markisa yang sedang berbuah lebat. di sela sulur-sulur daunnya, buah-buah hijau yang baru tumbuh akan berubah menjadi kuning... dan siap disantap..dijadikan jus lebih enak, dan lebih mantap disajikan dingin.. di dekat pohon markisa tersebut, ada kandang kelinci.. si kelinci bernama: "Kele"..
kele adalah satu-satunya kelinci yang bertahan hidup hampir setahun, sementara kawanan kelinci peliharaan adik laki-lakiku sudah berjatuhan, mati. Lihatlah, Kele sudah besar!
dan sekarang (dalam foto) dia sedang memakan daun dari pohon markisa.. lezat yaa?? yaa.. kadang musti ganti menu dunk.. kan bosen wortel sama kangkung melulu.. hihi..

Kunjungan Mahkamah Agung Iran Ke UI


Depok (7/3)- Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam Fakultas Hukum Universitas Indonesia bekerja sama dengan Embassy of Islamic of Iran mengadakan Stadium Generate bertajuk “Islam and Comtemporary Judicial Issue” atau Islam, HAM, dan Isu-isu Kontemporer. Bertempat di Balai Sidang Djokosoetono Fakultas Hukum UI, kuliah umum yang diisi oleh Ayatullah Sayyed Mahmud Hashemi Shahrudi, Head of Judiciary Islamic Republic of Iran, dihadiri pula Duta Besar Iran beserta para staf dari Kedutaan Iran dan diikutsertai oleh sekitar 200 peserta, antaranya para dosen dari UI, UNAIR, USU, Universitas Bengkulu, dan mahasiswa.

Dalam kunjungan itu, Ayatullah Husein mengangkat isu seputar Islam, hak-hak asasi manusia dalam pandangan Islam, dan perbandingan antara hukum Islam dan barat. Ayatullah menyoroti pula keadaan hukum di dunia sekarang ini, bahwasanya, Barat telah mendominasi dunia dengan konsep-konsep hukum yang mereka sah-kan dengan sendirinya, dan dijalankan sesuai keinginan mereka. Seperti, paradoks dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan deskriminasi yang dilakukan AS kepada warga dunia yang tidak bersalah.

Ayatullah pun berpendapat bahwa perilaku AS yang telah menghancurkan infrasruktur negara-negara lain di dunia tanpa mandat PBB adalah melanggar hukum internasional. Zionis di Palestina, berdasarkan Dewan Hak-hak Asasi Manusia, seperti diungkapnya, adalah wujud lain Apartheid di Afrika Selatan. “Ini adalah hak umat Palestina untuk membela negaranya yang tidak boleh disamakan dengan sebuah tindakan terorisme” katanya. Sementara, setelah kejadian tragedi WTC beberapa waktu yang lalu, AS dan negara-negara di Eropa menghadapi terorisme dengan memata-matai warga negara lain dan warga negaranya sendiri. Sekarang PBB , yang mengatur HAM, seharusnya memperhatikan pula HAM melalui sudut pandang Islam dan tidak hanya dalam konsep Barat.

Beberapa hal yang sempat diutarakan Ayatullah di akhir kuliah umum tersebut adalah bahwa konsep terorisme, HAM, HAM dalam pandangan Islam adalah celah antara dunia Islam dan Barat, negara-negara yang mengklaim dirinya memberantas terorisme memiliki tujuan yang berbeda, hal ini dapat menjadi celah baru bagi sebuah penjajahan. Selain itu, menurutnya tidak adanya kordinasi regional akan menjadikan kegagalan dalam memberantas terorisme. Menurutnya, dalam memberantas terorime tidaklah boleh dengan kekerasan. Karena, tuturnya lagi, Islam adalah agama perdamaian dan kasih sayang. Bagi Islam, terorisme adalah perilaku yang sangat jahat. Sehingga, dunia ini tidak akan berjalan lancar apabila masih ada yang menerapkankekerasan, kezaliman, dan terorisme. “Saya menawarkan kita menciptakan keadilan untuk menciptakan kedamaian dengan menerapkan ajaran-ajaran Islam” katanya.

(yulisaja@gmail.com)

cuaca di langit Depok


dpk(7/3) Akhir-akhir ini, Indonesia ditimpa banyak musibah. Mulai Lumpur Lapindo yang gak pernah ada habisnya, banjir di ibu kota negara dan sekitarnya, banjir di banyak daerah di negara kita, hilangnya Adams, gempa di Sumatera Barat, meledaknya pesawat Garuda, dan masih banyak kejadian lainnya di tanah ibu pertiwi… Tuhan, ada apa gerangan?




Gambar di atas adalah suasana langit di atas Fakultas Ilmu Peng. Budaya UI beberapa waktu lalu. Langit yang mendung, angin yang kencang, dan tebaran ulat bulu yang menyebabkan gatal-gatal warga kampus menjadi keseharian yang tak dapat dipungkiri dan harus begitu saja dilalui… Apa benar alam sudah sangat marah? Allah, semoga Engkau selalu bersama kami. Amin…. (yoe)