Danboo

Danboo tuh kependekan dari Danboard, dibuat dari kertas karton board. Yang pertama kali mengkreasikannya adalah Azuma Kiyohiko seorang komikus serial manga Yotsuba

Do'a di Tahun Baru 2012

Sobat yusako... akhirnya bisa ketemu blog lagi.. :) Subhanalloh Allah masih memberikan kita kesempatan untuk terus meng-upgrade diri kita.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Pelajaran dari Dapur

Seorang ayah dan anak laki-laki nya sedang bercakap-cakap sore itu. Ayah nya menunjukan tiga benda yang ada di dapur. Ada wortel, ada telur, dan ada juga kopi.

Aku ingin hidup!

Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium

Thursday, April 26, 2007

Woro-wiri 2

Sent: 2003-05-13 20:32
gw g bingung nech...

hi..
pakabar lo...baik kan, ato lg lapar nech....
hehe..bdw gw lg bingung nech...kok abis lo ngirim balesannya kmrn (yg isinya puisi lo yg g seberapa pantas itu hehehe...)gw kok g bs fokus lg ya ngarang puisi...seperti kena' dillema gt..gw tu ngerasa...rindu ama lo...mestinya gw tu g mo lg ngerasa suka ama ce, soalnya sakiiiitt bgt kl gw ingt2 ...mudah2an hy perasaan gw aja....tp emang g bs gw pungkiri kl gw tu ngerasa kl lo anknya asik jg...
tp apa gw benar..??? lo seperti yg gw kira...
tp gw g mo slh arti dlm hidup ini lg....jd....mulai skr gw pengen ngenal lo lbh jauh lg...blh g..?(ya...sekalian ngebicarain puisi jg lah... ) pliz....d bls...

nb : gw suka banget ama puisi lo yg lo kirim k gw...bkn diliat dr jelekbagusnya tp krn isi ato mknnya........

sekian
dari teman yg berduka...




#membereskan beberapa folder komputerku, dan aku menemukan sesuatu yang saat kubaca kembali membuatku tersenyum-senyum sendiri. Malu bacanya malah.. Gak nyangka juga yaa, saya punya pengalaman unik banget gini. Ya..ya.. cerita itu masih ada dalam memoriku, tapi, sekarang rasanya sudah berbeda. semua sudah berada pada garis orbitnya.. bahkan untuk ketemu orangnya sekarang ajah udah biasa ajah, dia ajah yang malu waktu ketemu sama saya. maklum cinlok gituh loch, haha..

terlepas dari cerita di atas, sebenernya saya ingin sekali kembali kepada masa sekolah dulu, kerinduan yang menggelitik membuatku ingin kembali bermain bersama asti, fio, lina, dayu, indah, rangga, tuppi, aldi, gina, ningsih, desti, anak-anak kelas 1.8, 2.5, dan 3IPA 1 SMA 6 Jakarta, pada kemana yaa? Bu Dewi, guru bahasa Indonesia ku yang sayang banget sama aku, mengenalkan aku kepada satu nama SASTRA. Sastra yang indah.

tapi, tidaklah mungkin bisa kembali, maka aku hanya membuka album SMA masih di komputer kesayanganku ini, sejak SMA!!! udah tua juga niy layar, CPU nya sih udah di upgrade dan install ulang berapa kali.. tapi isinya aman di salah satu tempat persembunyian entah chip belah mana...

eeh, lagu nya pas banget.. aku menyesal tlah membuatmu menangis, dan biarkan memilih yang lain, tapi jangan pernah dustai takdirmu, pasti itu terbaik untukmu.. janganlah lagi kau mengingatku kembali, aku bukanlah untukmu, walaupun aku memohon dan meminta hatimu, jangan pernah tinggalkan dirinya.. untuk diriku.... (Rossa. red)

lagu di Winamp pada 08:19.. aneh, koq ada lagu ini? sejak kapan yaa? koq ada lagu Indonesia di Winamp ku? hemmmm...

INFO: Seminar Forum "Muslim Tionghoa Indonesia, Sejarah dan Perkembangan, Dinamika Budaya, serta Peran Strategisnya" Sabtu, 28 April 2007
09:00-13:00
@ Gedung PPSDM Nurul Fikri, Lenteng Agung
Biaya: 50Rb

Salam,

Woro-wiri 3

25 April 2007

berangkat ke kampus, ternyata dosen saya yang super sibuk *orang penting* itu, diundang ke Kedut IRAN, jadi kita baru ada kelas jam 13:00. hari selasa kemarin, dia diundang ketemu Wapres JK..dan kita juga gak ada kelas. hiii...

selama penantian beberapa jam, saya menghabiskan waktu membaca buku di perpus pusat UI. di salah satu sudutnya saya menemukan beberapa kalimat yang begitu membuat saya tertarik ke dalamnya, padahal saya sedang mencari literatur untuk skripsi

*tetep..hehe..*

dalam buku Ke-6 yang saya coba baca sekilas, berjudul On Being A Muslim, Menjadi Muslim di dunia Modern karangan Farid Esack,

Erlangga, 2002.

h.47

Coba kau bercermin dan pandangi dirimu

dan lihat apa yang dikatakan orang:

Bukanlah bapakmu, ibumu, atau istrimu

yang menentukan bahwa kau harus berhasil

orang yang selalu membuat keputusan atas dirimu

adalah sosok yang terpantul di cermin itu

BAB 3 Bersama Denganmu

h.76

Oh, kesenangan hidup, kesenangan hidup

yang tidak terkatakan, seperti merasa aman dengan seorang kawan

Yang tidak harus menimbang pikiran ataupun mengukur kata-kata.

Curahkan saja. Sebagaimana apa adanya.

Butiran padi dan dedaknya sekalian.

Yakinlah bahwa segenggam tangan yang setia.

Akan mengambil dan mengayaknya,

menyimpan apa yang patut dijaga.

Dan dengan tiupan kelembutan,

menerbangkan sisa-sisanya.

(George Eliot)

Dibuku berjudul spiritual Intelligence karangan Michal Levin (2005,2)

yang saya baca minggu lalu juga ada tulisan dari Thomas Hood (penyair awal abad ke-19),

ia menulis:

"saya ingat..."

saya ingat, saya ingat

pohon-pohon cemara gelap dan tinggi

saya biasa berpikir pucuk-pucuknya yang ramping

nyaris menyentuh langit:

itulah kekonyolan yang kekanak-kanakan,

tapi sekarang menjadi kegembiraan kecil

mengetahui saya lebih jauh dari surga

daripada ketika saya masih kecil

h.270

manusia dijadikan untuk suka dan duka

dan bila hal ini kita ketahui dengan benar

lewat dunia kita pergi dengan selamat

suka dan duka terjalin indah

pakaian untuk Sukma Illahi

(William Blake (prosais) seperti yang dikutip dalam buku yang sama)

bacaan-bacaan saya membuat saya "larut" ke dalam suasana beraura spritual.

bukan mistisism, tapi spritual. spritual yang dipelajari tidak dalam tuntunan agama semata, melainkan lewat tulisan karya sastra. dogma-dogma agama sering kali membuat penganutnya malah "jauh" dari tuntunan/ajarannya. sering kali, dan semakin hari, di era modernisasi, agama diinterpretasikan ke dalam banyak perdebatan. antara aliran satu dan aliran yang lain. antara mahzab yang satu dengan mahzab yang lain.

atau apalah namanya. tapi, dari potongan-potongan kutipan dari buku-buku "barat" di atas, kita pun dapat merasakan semangat pendekatan diri kepada ke-Illahi-an Tuhan. Dalam agama yang saya peluk, saya mengenalnya dengan Allah SWT.

Setelah pukul 12:00, saya dan dua teman saya menuju kantin untuk makan siang. dan selanjutnya, ritual keagamaan, sholat dzuhur. rutinitas yang kami lakukan dalam kelompok-kelompok kecil, karena teman-teman satu jurusan sudah terpencar-pencar

menjadi bagian yang kecil, dan sulit ditemukan. kadang sendirian pun menjadi pilihan yangtepat dan tidak ragu-ragu saya pilih untuk lebih menikmati hidup dengan semangat sendiri. Tapi, siang itu, saya bergabung dengan teman-teman saya di salah satu payung di halaman luar kancut kantin kerucut/kantin sastra)... hingga beranjak ke musholla pun bersama.

hampir jam 13:00, kami segera beranjak dari musholla menuju gedung 4, karena kuliah dosen kami yang super sibuk itu ada di gedung 4304. tapi, apa yang selanjutnya terjadi? memasuki gedung 4, saya menemukan banner LASKAR PELANGI di pintu Auditorium

Gedung IV FIB UI, tentunya... dan apa yang saya lihat, coba tebak??? di sana ada ANDREA HIRATA SEMEN!!!

Wuaaahh... saya percaya smua bukanlah kebetulan semata...Allah telah menuliskannya demikian. Dan mau tau, saat itu yang ada rasanya jantung berdebar-debar.. ada hasrat ingin langsung menyapa!!! bahkan berbicara banyak tentang buku pertamanya itu. juga buku kedua, ketiga, dan keempat!!! tapi, sayang,,, saya ada kuliah jam 13:00.

Saya ingat, saya selalu membawa kamera posket di tas saya. Dan dengan keberanian, saya mendatanginya untuk menyampaikan bahwa saya sangat terpukau dengan tulisannya itu. Saya meminta Rara mengambil gambar saya bersama Bung Hirata ini.. *seperti nama Jepang, padahal dia orang Belitong asli*, dan akhirnya, aku pun berpose di depan banner Laskar Pelangi!!! hahahaha... 2 jepretan! plus tanda-tangan, nomer telepon, dan kontak person lewat e-mail pribadinya.. hahahaha... =D huufff... lega dech..gimana enggak??

beberapa waktu yang lalu saya baru tahu buku itu adalah buku yang keren dari Adi *yang kisahnya baru saja saya ungkap sedikit di tulisan blog sebelum ini, yang tadi pagi baru saya tulis juga*, Adi tahu buku itu dari Tommy Parang..

dan saya langsung beli buku itu di Gramedia dengan honor bulan lalu!!! saya baca!!! dan saya pun menangis, tertawa, tersenyum, dan semua emosi ada di sana... dan di sana, kutemukan kupu-kupu juga..

kupu-kupu yang indah, seperti yang sempat saya tuliskan dalam cerpen saya, Pada Suatu Musim Labuh, ditulis untuk kelas menulis Selasa Majalah Nebula... dan seperti kupu-kupu yang pernah saya mintai syair nya kepada moeraindra *penggiat sastra dualingual*, dan kejadian itulah yang menjadikan "ehem"-nya "gak tenang" *hihi, sutss...*. dan akhirnya kami putus hubungan.. kembali hanya dua buah nama yang tidak dikenal bumi.. huufff... (biarkanlah dia berlalu..biarkanlah ia terbang bebas di angkasa, karena di angkasa ada pelangi, mungkin dia akan bahagia bermain di sana...karena begitulah cinta...cinta; kebebasan untuk sebuah kedamaian...)


catatan: ini adalah gambar yang sempat ter-jepret!

Tak ada habis-habisnya kisah ini, hingga saya mencatatnya sebagai memoar pararel... lihat pada gambar yang saya tampilkan, ada foto saya bersama amel, bersama Bung Andrea Hirata, dan bersama Fei.. ini adalah rangkuman dari kisah saya beberapa waktu terakhir..

minggu lalu, saya sebenarnya berniat untuk datang ke acara wisuda-an Fei, tapi, kerinduan pada fei dan juga Bandung tersayang... tidak terlaksana,, karena emang lagi *kantong kering*, hihi.. ditambah ada nikahan temen sekelas *Anggi namanya*, dan saya bersama Amel sedang ingin banyak berdiskusi tentang hal-hal yang menarik..tentang riset, tentang banyak hal... dan pertemuan sebelumnya bersama amel di ratu plaza, dan kami kapok untuk ketemu di sana lagi karena ternyata mahal-mahal banget!

dan akhirnya minggu lalu, kami memutuskan untuk berdiskusi di rumah amel.. tapi, apakah yang terjadi? sore harinya, saat saya sampai di rumahnya, setelah menumpangi kereta ke daerah Kota. saya mengantuk, dan kami memutuskan untuk tidur *sore* hihih.. sampai jam 5-an, eh.. amel mah masih bablas... nah, parahnya.. pas makan malam jam 20:30-an itu..

ortunya amel *mamanya* nambahin porsi makan ke piring saya. mau tau apa ajah:

MENU:

nasi 1 porsi *biasanya 1/2 porsi*,

dua potong ayam semur ditambah jamur ikal hihi *biasanya malah saya gak makan ayam*,

ikan pari bakar *hmm*

bihun *si amel nambahin 2 sendok*,

ditambah lagi potongan apel,

dan segelas mug besar kacang ijo!

Saya mau nolak tapi mamanya Amel sepertinya dengan begitu saja menambahkan begitu juga Amel, *gak enak karena mereka udah nyediain makanan halal koq, yul.. kata mamanya...tentu sebagai tamu saya menghormati tuan rumah..* tapi... yang ada belum sampai jam 23:00 saya sudah sangat mengantuk. TERUS terang ajah, saya gak pernah makan sebanyak itu. dan memang tidak terbiasa makan malam sebanyak itu. dan amel bicara sambil menulis, tapi aku sudah ndut-ndut-an... Apa jadinyaaaa??? Maaf ya, Mel.. gue udah ngantuk banget, tidur ajah deh, besok pagi diterusin..

Saya bangun shubuh, dan amel tidur sampai sekitar jam 8 lewat-an.. dan saya sudah mandi, dia baru bangun.. dan saya sudah membuat draft personaliti tentang seseorang tokoh.. dan yang kami lakukan tidaklah banyak.. setelah itu, saya harus ke nikahan Anggi, dan Amel harus ke sekolah SMA-nya..

yap...ditutup dengan Andrea Hirata Semen yang mengisi acara Pre-Launching buku Ke-3 dan Ke-4 nya di FIB UI.. di sana juga ada Bung Binhad... wah, acaranya seru deh.. lebih seru karena saya memang terkagum-kagum saya penulisnya.. hihihihi..

tapi, karena harus kuliah.. saya cuma ikut sesi tanya-jawab sekitar pukul 14:15, karena saat itulah kuliah bersama dosen super sibuk saya berakhir.. itupun saya masuk untuk kuliah selanjutnya telat 30 menit, karena acara Hirata berakhir pukul 15:00.

sepanjang kuliah rasanya, ada semangat baru untuk menulis.. semangat mengungkap kebenaran lewat karya sastra.. Sastra menurut Andrea; adalah mengandung kompeksitas, merupakan lapisan tanda... yang menyembunyikan sesuatu.. dan hal itu memang tergambar dari novel-novel beliau..keluar kampus FIB, langit sudah sangat hitam... menakutkan... orang-orang banyak yang melihat langit di atas stasiun UI.. aku berlari kecil.. tapi... belum sampai di kosan.. hujan sudah turun dengan sangat derasnyaaaa... saya berhenti di sebuah warung, untuk membeli cemilan dan membuka payung.. lalu melanjutkan jalan cepat menuju kosan cempaka sari tercinta.. dan semuanya basah kuyup.. untung hari itu saya mengenakan jeans..tapi jeans dan kemeja saya basah kuyup.. dan halilintar, petir terus bergemelegar hingga saya menuliskan ini... dan saya pun memutuskan untuk tidak berangkat les malam ini. .. ada waktu untuk mencatat sesuatu di lembaran buku baruku.. aku memilih untuk itu.. maafkan saya, Ayah dan Ibu.. hari

ini ananda tidak bisa berangkat les.. padahal kalian sudah membiayainya.. maafkan anakmu ini.. “pendidikan yang manusiawi," begitu kata Bung Hirata...

Depok, tulisan selesai pada 19:18 waktu indonesia bagian filkom.

Kupu-kupu

ini kupu-kupu yang saya maksud.... salam sayang buat kupu-kupu!!!

Depok, April 2007

Wednesday, April 25, 2007

kupu-kupu itu kembali

kupu-kupu itu kembali

senja itu hampir padam
seekor kupu-kupu datang
mencium pergelangan tangan
kulalu beranjak ke sisi lututku
kuajak dia berjalan
mengelilingi taman
dia hanya diam
saat kubicara tentang langit
dan pelangi

"tapi, kamu kupu-kupu yang cantik,
hitam menyala...putih mensucikanmu...
kita adalah sama
; pencinta keindahan alam raya
walau aku tak pernah punya sepasang sayap dan warna seindah kamu.."

Nyala


Depok, 12-20 April 2007

nb: di rumahku, di puspiptek, tiba-tiba seekor kupu-kupu datang hinggap lama di lututku sore itu..lalu aku ajak dia jalan, dia tetep di sana.. dan aku mengambil gambarnya... *gambar menyusul karena internet lemot banget pagi ini*

wara-wiri...uhuy...

Empat bulan akan segera berlalu, januari..februari..maret..april...
kini akan kita temui mei... namun, saya masih saja tak menghasilkan apa-apa
buat diri sendiri, buat ibu dan ayah, buat orang-orang tersayangku...
saya sempat menemui kegelisahan di sela-sela kesibukan kuliah. walau tak sepantasnya saya mengeluh..
ya..ya.. bulan kemarin, saya tidak banyak memberikan kontribusi untuk majalah Nebula, oleh karena itu
saya mencoba berkontribusi lewat rubrik flash untuk edisi bulan Mei..

--info: FLASH NEBULA: Aisyah (lulusan diploma Arab UI, sekarang bekerja di Kedutaan Uni Emirat Arab) dan Wahyu Jatmiko (lulusan Design Interior 1999 ITS)--

Keterangan: Aisyah adalah sahabat saya sendiri, dahulu kita satu kamar kosan, dan hingga sekarang kami masih saling berkomunikasi.
sedangkan Miko adalah lulusan ITS yang tepat lulus sebelum kena DO, saya dapat kontaknya dari Alek, salah satu temen fordis.

kemarin (23/04), depok dilanda hujan disertai badai, petir, dan halilintar... dan apa yang terjadi di kampus kami? banyak pohon yang tumbang... seperti yang kita ketahui, pohon-pohon yang tumbuh di UI adalah pohon berumur tua dan ukurannya tidaklah kecil, melainkan menjulang ke angkasa.. di antara kerusakan yang terjadi adalah rubuhnya pagar kawat lapangan olahraga FISIP UI, dan banyak pohon lainya, serta beberapa tiang lampu dan rambu-rambu lalu lintas... untung saja, pembangunan jalan sepanjang FE menuju FT sudah selesai sebelum hujan kemaren mengguyur *info: jalan di kampus ui sepanjang FE dan FT sempat terputus selama hampir 2 bulan dikarenakan longsor*

entah kenapa di bulan April masih saja diguyur hujan negeri ini? panas terasa sangat menyengat tubuh, keringat membasahi kemeja..dan tas ransel baru ku sengaja dari plastik-keliatan kaya dari kulit, ukurannya besar, muatannya banyak, sehingga pool buat payung, buku-buku, mukena, alat tulis,dll.. aman walau hujan.. insyaAllah gak terlalu basah, karena dari plastik..

o iyah.. April ini I'm in Love loch... kenapa? sebenernya alasannya mudah, karena saya memang sedang jatuh cinta.
kali ini aku musti jatuh cinta kepada sebuah nama; SKRIPSI. hm,,, tekad bulat untuk lulus tiga setengah tahun dengan predikat cum laude.. hahaha... dan langsung lanjut kalau dikasih kesempatan. makanya do'ain yaa..
saya sekarang berteman dengan beragam buku; buku psikologi agama, buku2 Erich Fromm, buku Jalaluddin Rakhmat, buku ESQ Ary Ginanjar, dan yang gak ketinggalan buku Megatrend 2010... hari Senin kemarin juga, saya sudah mencoba mendiskusikan proposal saya dengan seorang dosen bernama Yon Machmudi Ph.D, dosen Metode Penelitian Sejarah...karena saya ambil penjurusan Latar Belakang/islamic studies. Walau sebelumnya tidak pernah kepikiran untuk ambil LABEL, tapi, ternyata saat ini saya sedikit enjoy, karena saya sudah mempersiapkan proposal saya sebelum semester ini berakhir.. haha.. tema dan judul sudah jelas, latar belakang masih kurang musti ditambah dan diperbaiki, permasalahan baik, metode hmm kurang lebih sudah terbaca... Landasan teori nyaaa.. masih harus menyelesaikan beberapa buku pendukung...yap! aku semangat, Sayang!!! =P Walaupun sementara ini, skripsi memaksaku untuk lebih baik dalam managemen waktu... karena di samping skripsi, saya masih punya kehidupan yang lain yang ga kalah serunya.. hihih... *info: bukankah kita sebaiknya banyak berkarya selagi hayat masih di kandung badan. hihi.

satu lagi yang menjadi kesibukan saya diakhir pekan adalah berdiskusi tentang sebuah proyek besar yang direncanakan akan sukses dengan salah satu sahabat sastra saya. amin...... semoga... semoga...


INFO TERAKHIR: ESQ OPEN HOUSE di Le Meredien tanggal 5 Mei 2007 jam 19:00... be there!!!


ok, sampai jumpa. dan tetap berdo'a untuk sebuah perubahan!!!!

Wednesday, April 18, 2007

percakapan sebelum tidur semalam

Semalam menjelang tidur (17/04), Rara dan saya sempat berbincang tentang kehidupan di Indonesia..Ya..ya..kehidupan di Indonesia. dan pagi ini tiba-tiba saja, saya masih ingin mengungkap dan membahasnya, sayangnya..rara masih tidur... hii..
semalam, setelah seharian menonton acara semi final MAPRES 2007 FIB UI... saya jadi terpikir untuk sebuah pertanyaan ini,
"Ra, kalau negeri Indonesia dijajah lagi, loe mau ngapain?"
lalu Rara menjawab spontan, "Nikah gue!"

kemudian, kami pun tertawa, mentertawai jawaban yang Rara itu. sebenernya gak salah-salah amat, terus saya menimpalinya, "Ra, kalau gituh, setelah nikah loe rela ditinggal pergi, kali ajah cowo loe mati pas perang!" kita tertawa lagi.... padahal matanya rara udah kelap-kelip 5 watt gak nyampe..

Sebenarnya, permbicaraan kami berawal dari pembicaraan sebuah pertanyaan-pertanyaan singkat bagaimana kalau Cina di Indonesia menguasai semua faktor, apa ini sebuah penjajahan baru? tentang teman kami yang disinyalir terjangkit virus NII stadium lanjut, tentang skripsi, tentang P.A, tentang performance sahabat kami yang akan tampil besok dengan musikalisasi prosa liris pendek (penulisnya gue, ditulis tahun 2003, hihi...) ...

lalu, berlanjut ke pembicaraan tentang NII... "Kali-kali ajah mereka mau kudeta!" kata Rara.
kami tertawa lagi.. dia menambahkan, "Gue mau lari ke luar negeri deh...kalau emang bener di sini mau ada perang.."

Nah, saya jadi teringat salah satu film, TERMINAL, judulnya.. saya agak lupa siapa pemainnya..hihi.. tapi, di sana diceritakan, kalau ada seorang lelaki yang ingin masuk ke Amerika, tapi tertahan di bandara karena di negaranya sedang terjadi huru-hara, dan akhirnya, hubungan diplomasi negara-negara dunia dengn negaranya putus dan tidak ada batas waktu sampai kapan, dan dia pun harus hidup di salah satu terminal di bandara tersebut.... kalau Rara nekat pergi dari tanah air ini waktu ada perang atau kudeta, bisa jadi kejadian itu nimpa juga dia ga, yaa?? hiiiii...

Rara nambahin lagi, "Gak nasionalis banget yaaa gue??" begitu katanya.. dan permbicaraan pun menghilang, dan kami pun segera tidur...padahal rasa-rasanya saat itu masih terlalu sore untuk tidur.. tapi, malam itu, saya harus memaksakan tidur agar besoknya saya fresh karena mau presentasi... dan pagi ini.. saya segar.. bangun, mandi, dan menemui komputer kembali, mencari issue terbaru tentang IRAN..bahan presentasi saya nanti sore... ok...

kita lanjut nanti yaa...

Salam manis,
Yu
6:39-18.04

Monday, April 16, 2007

Ada Apa Dengan-mu, Anisa?

Ada Apa Dengan-mu, Anisa?
----------------------------
surat buat A.R

semula pagi adalah setangkup benci
makna mendalam sebuah penghujatan
kecurigaan, pengintrogasian,
pertanyaan bertubi-tubi
semua tentang lelaki
mu
aku mengalah- aku menjawab
walau tiada berhak aku bertahta
untuk mengurai kata dalam pesan-pesan singkat
mu
lalu kau bilang; kau tak pernah menyalahkanku
kau juga tak pernah menyalahkannya
kau mengutuk kebodohan dan keegoisan
mu

Ada apa dengan-mu, Anisa?
semula hujatan kemudian pertemanan?
tapi aku mendukung-mu; sebuah solidaritas kaum hawa!
tapi...
kau lebih membingungkan daripada hitungan
kecepatan cahaya dan pembentukan senyawa
bahkan di akhir pesanmu, kau mempertanyakan sesuatu;
"Apa dia pantas mendapatkan cintamu?"
padahal ia masih lelakimu, Anisa!

kau juga menyampaikan padaku (masih dalam pesan singkatmu)
bahwa; lelakimu telah membohongimu
dan dia tak pantas mendapatkan tempat di hati
mu

bagaimana ini, Anisa?
semua sudah berbeda
kata menjelma tanda tanya
pada sebuah pengadilan jingga
milik penguasa cinta

dia berjarak-tak pernah mau menatap
bahkan udara lindap tak mampu menyampaikan
kerinduannya pada sajak

dia menangis, Anisa!
aku pun menangis!
apa kau menangis?

tapi, ketiga tangisan kita;
tak pernah punya satu cerita dan alasan
yang sama



Yoe
Depok, 16.06.07, class 4301

note: dia menangis, tanpa kita tahu tangisnya, Anisa!

Thursday, April 12, 2007

Mengungkap Sepenggal Kisah



Mengungkap Sepenggal Kisah

buat a.r

sajak ini bukan tentang kupu-kupu

bukan juga tentang pelangi yang kucari

hingga ke ujung kota tua itu, Sayang!


sajak ini bukan hanya segores tinta

bukan seraut senja biasa yang kita damba

hingga ke tepian samudera


tapi, sajak ini tentang sepenggal kisah

di bumi Allah; mengembang dalam limpa

cerita cinta adam dan hawa!


tapi, sajak ini; sepenggal kisah kamu dan aku

sempat tercatat sedikit tentang lelakimu

maaf, kalau lelakimu kuberi tanda jua


sajak ini tak mesti tentang lelakimu

yang baunya telah kauhapal lama

yang cintanya telah kauhinggapi lama

yang hasratnya terseret-seret kerikil Jakarta, tapi…


di pucuk-pucuk kembang melati

aku mengutip percakapannya bersama sepi

lalu rintik menjadikannya puisi


memberimu koma pada sedepa langkah

ilalangmu mengering seperti fluida cintanya padamu

tapi, salahkah aku akan transformasi mayapada ini?


kau bingung kemana ‘tuk sandarkan bahu

atau sekedar cemburu padaku di sudut biru

aku juga cemburu, Sayang!


sejenak lalu, kelabu sempat merudung angkasaku

malammalam jadi pelarian; hanya untuk meretas airmata

apa kita harus berebut secangkir kopi hangat terakhir?


dia membisu, Sayang!

padahal seteguk kopinya belum habis

sajak lirisnya masih menyisakan manis


dia mengkoordinat jarak, Sayang!

memberi lapang bagimu untuk menghempas jiwa bernama sajak

menjawab pelan sebuah perselingkuhan kata cinta


dia membunuh dirinya, Sayang!

untuk bisa menulis kembali dirimu

dalam puisi




Yuli Saja

Depok, 11 April 2004




-trims tlah menyukseskan “keep on friendship dan women solidarity” dan menyapaku saat aku sedang bahagia bersama keluargaku pada tgl 10 April 2007 (hari ulangtahun ayahku ke 47 tahun), sudah lupakan saja…karena hari ini indah sekali sementara hujan turun deras dan membilas segala rinduku pada pelangi dan kupu-kupu-


Monday, April 09, 2007

Belajar Menggambar




Coba Lihat... apa yang aku gambar?
sungguh, aku sedang belajar menggambar.
Teman, ajari aku menggores pensil ini! Aku sudah lupa bagaimana menggambar seperti dulu di taman kanak-kanak....


margonda, 9 April 2007

have you ever

Have You Ever?

have you ever been fallen in love?
when you really want to talk
there's no desire
when you really want to cry
there's no reason

what's all about...
you just say deep inside your heart;
i call your name... i call your name... when it was at you...
how can I forget with those memories...
when being with you
as my lovely bunch friend



Margonda, 5th Apr'07