Monday, April 16, 2007

Ada Apa Dengan-mu, Anisa?

Ada Apa Dengan-mu, Anisa?
----------------------------
surat buat A.R

semula pagi adalah setangkup benci
makna mendalam sebuah penghujatan
kecurigaan, pengintrogasian,
pertanyaan bertubi-tubi
semua tentang lelaki
mu
aku mengalah- aku menjawab
walau tiada berhak aku bertahta
untuk mengurai kata dalam pesan-pesan singkat
mu
lalu kau bilang; kau tak pernah menyalahkanku
kau juga tak pernah menyalahkannya
kau mengutuk kebodohan dan keegoisan
mu

Ada apa dengan-mu, Anisa?
semula hujatan kemudian pertemanan?
tapi aku mendukung-mu; sebuah solidaritas kaum hawa!
tapi...
kau lebih membingungkan daripada hitungan
kecepatan cahaya dan pembentukan senyawa
bahkan di akhir pesanmu, kau mempertanyakan sesuatu;
"Apa dia pantas mendapatkan cintamu?"
padahal ia masih lelakimu, Anisa!

kau juga menyampaikan padaku (masih dalam pesan singkatmu)
bahwa; lelakimu telah membohongimu
dan dia tak pantas mendapatkan tempat di hati
mu

bagaimana ini, Anisa?
semua sudah berbeda
kata menjelma tanda tanya
pada sebuah pengadilan jingga
milik penguasa cinta

dia berjarak-tak pernah mau menatap
bahkan udara lindap tak mampu menyampaikan
kerinduannya pada sajak

dia menangis, Anisa!
aku pun menangis!
apa kau menangis?

tapi, ketiga tangisan kita;
tak pernah punya satu cerita dan alasan
yang sama



Yoe
Depok, 16.06.07, class 4301

note: dia menangis, tanpa kita tahu tangisnya, Anisa!

0 komentar:

Post a Comment