Thursday, April 12, 2007

Mengungkap Sepenggal Kisah



Mengungkap Sepenggal Kisah

buat a.r

sajak ini bukan tentang kupu-kupu

bukan juga tentang pelangi yang kucari

hingga ke ujung kota tua itu, Sayang!


sajak ini bukan hanya segores tinta

bukan seraut senja biasa yang kita damba

hingga ke tepian samudera


tapi, sajak ini tentang sepenggal kisah

di bumi Allah; mengembang dalam limpa

cerita cinta adam dan hawa!


tapi, sajak ini; sepenggal kisah kamu dan aku

sempat tercatat sedikit tentang lelakimu

maaf, kalau lelakimu kuberi tanda jua


sajak ini tak mesti tentang lelakimu

yang baunya telah kauhapal lama

yang cintanya telah kauhinggapi lama

yang hasratnya terseret-seret kerikil Jakarta, tapi…


di pucuk-pucuk kembang melati

aku mengutip percakapannya bersama sepi

lalu rintik menjadikannya puisi


memberimu koma pada sedepa langkah

ilalangmu mengering seperti fluida cintanya padamu

tapi, salahkah aku akan transformasi mayapada ini?


kau bingung kemana ‘tuk sandarkan bahu

atau sekedar cemburu padaku di sudut biru

aku juga cemburu, Sayang!


sejenak lalu, kelabu sempat merudung angkasaku

malammalam jadi pelarian; hanya untuk meretas airmata

apa kita harus berebut secangkir kopi hangat terakhir?


dia membisu, Sayang!

padahal seteguk kopinya belum habis

sajak lirisnya masih menyisakan manis


dia mengkoordinat jarak, Sayang!

memberi lapang bagimu untuk menghempas jiwa bernama sajak

menjawab pelan sebuah perselingkuhan kata cinta


dia membunuh dirinya, Sayang!

untuk bisa menulis kembali dirimu

dalam puisi




Yuli Saja

Depok, 11 April 2004




-trims tlah menyukseskan “keep on friendship dan women solidarity” dan menyapaku saat aku sedang bahagia bersama keluargaku pada tgl 10 April 2007 (hari ulangtahun ayahku ke 47 tahun), sudah lupakan saja…karena hari ini indah sekali sementara hujan turun deras dan membilas segala rinduku pada pelangi dan kupu-kupu-


0 komentar:

Post a Comment