Tuesday, May 01, 2007

Petugas Berseragam Biru

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3
Petugas Berseragam Biru

Gambar-gambar di atas saya ambil beberapa waktu lalu, di salah satu ruas jalan Parung, arah ke Bogor. Semula saya hanya duduk di salah satu jok yang sudah tak karuan bentuknya di salah satu bus kota yang akan menuju Tangerang. Namun, berhubungan si kondekturnya masih sibuk dengan teriak lantangnya nyari penumpang dan si sopir juga masih ngaso. Penumpang pun harus menunggu lebih lama di bawah pohon yang lumayan rindang (tempat biasa bus istirahat cari penumpang alias ngetem). *siang itu habis diguyur hujan, ruas jalan Parung becek karena jalanannya tidak rata, alias bergelombang dan ada pula yang berlobang*.

Bola mata ini tak mau diam. Lalu menangkap pantulan cahaya dari seragam biru di sebrang jalan. Yap, bapak berseragam biru yang biasa kita kenal DLLAJ. Biasanya mereka orang yang berpostur besar, berseragam lengkap, berkumis tebal, dan menyeramkan dengan helm besar. Tapi, bapak yang satu ini, bapak yang tertangkap oleh lensa kamera saya adalah bapak yang kurus kering dengan kumis tebal. Seragamnya juga sudah lusuh dan tipis. Dia bersiap memintai dana distribusi jalan. *lupa istilahnya*… yaa.. pokoknya dia di sanan buat maintain duit dari sopir-sopir angkot. Tapi, sebelumnya saya jarang lihat orang-orang berseragam biru itu di sisi jalan itu. dan setelah hari itu pun saya juga jarang lihat. Jadi benarkah petugas itu tidak mempunyai surat tugas yang berlaku mengikat dan lengkap dengan tempat di mana mereka harus “memalak” sopir?

Jalur Parung sering sekali dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Mereka memintai uang kepada sopir. Padahal dekat situ, persis di depan pertiga-an pertama menuju Parung dari arah Depok dan Ciputat, terdapat KANTOR POLISI dan MESJID.

Di per-empatan setelah pertigaan (di jalur KANTOR POLISI) juga terdapat pemuda Ogah *ogahan kerja*, yang kerjanya maintain uang buat *ngatur jalan*, baik motor, mobil, bus, angkot yang lewat membayar sekitar 1000 rupiah sekali lewat. Itu sepengeliatan saya setelah beberapa waktu belakangan ini melewati daerah tersebut bila akan menuju Depok.

Sebenarnya, apa fungsi kantor polisi? Apa kerja para bapak berseragam biru? Apa kerja para pak polisi? Apa fungsi mesjid? Adakah hidup ini akan lebih membaik dengan “meminta-paksa-korupsi terang-terangan-di jalan raya”?

Ada apa dengan bangsa ini? Di saat muka tak lagi mengenal malu. Di saat tangan tak lagi mengenal tabu? Dan hati pun sudah tak lagi dapat membedakan arti kehidupan? Ironis… *tapi saya bisa apa?* (sebuah refleksi orang Indonesia yang tidak bisa apa-apa)


Depok, 1 Mei 2007


Dalam doa, saya berharap Allah memberikan pencerahan bagi semua rakyat Indonesia.. semoga Allah memberikan ketahanan bathin buat para pemimpin untuk bersikap adil, bersih, dan selalu mengingat Pemilik Alam Raya. Jangan rusak Indonesia-ku! (sebuah nasionalisme yang mungkin tak terdengar oleh para penguasa….)

0 komentar:

Post a Comment