Thursday, April 26, 2007

Woro-wiri 3

25 April 2007

berangkat ke kampus, ternyata dosen saya yang super sibuk *orang penting* itu, diundang ke Kedut IRAN, jadi kita baru ada kelas jam 13:00. hari selasa kemarin, dia diundang ketemu Wapres JK..dan kita juga gak ada kelas. hiii...

selama penantian beberapa jam, saya menghabiskan waktu membaca buku di perpus pusat UI. di salah satu sudutnya saya menemukan beberapa kalimat yang begitu membuat saya tertarik ke dalamnya, padahal saya sedang mencari literatur untuk skripsi

*tetep..hehe..*

dalam buku Ke-6 yang saya coba baca sekilas, berjudul On Being A Muslim, Menjadi Muslim di dunia Modern karangan Farid Esack,

Erlangga, 2002.

h.47

Coba kau bercermin dan pandangi dirimu

dan lihat apa yang dikatakan orang:

Bukanlah bapakmu, ibumu, atau istrimu

yang menentukan bahwa kau harus berhasil

orang yang selalu membuat keputusan atas dirimu

adalah sosok yang terpantul di cermin itu

BAB 3 Bersama Denganmu

h.76

Oh, kesenangan hidup, kesenangan hidup

yang tidak terkatakan, seperti merasa aman dengan seorang kawan

Yang tidak harus menimbang pikiran ataupun mengukur kata-kata.

Curahkan saja. Sebagaimana apa adanya.

Butiran padi dan dedaknya sekalian.

Yakinlah bahwa segenggam tangan yang setia.

Akan mengambil dan mengayaknya,

menyimpan apa yang patut dijaga.

Dan dengan tiupan kelembutan,

menerbangkan sisa-sisanya.

(George Eliot)

Dibuku berjudul spiritual Intelligence karangan Michal Levin (2005,2)

yang saya baca minggu lalu juga ada tulisan dari Thomas Hood (penyair awal abad ke-19),

ia menulis:

"saya ingat..."

saya ingat, saya ingat

pohon-pohon cemara gelap dan tinggi

saya biasa berpikir pucuk-pucuknya yang ramping

nyaris menyentuh langit:

itulah kekonyolan yang kekanak-kanakan,

tapi sekarang menjadi kegembiraan kecil

mengetahui saya lebih jauh dari surga

daripada ketika saya masih kecil

h.270

manusia dijadikan untuk suka dan duka

dan bila hal ini kita ketahui dengan benar

lewat dunia kita pergi dengan selamat

suka dan duka terjalin indah

pakaian untuk Sukma Illahi

(William Blake (prosais) seperti yang dikutip dalam buku yang sama)

bacaan-bacaan saya membuat saya "larut" ke dalam suasana beraura spritual.

bukan mistisism, tapi spritual. spritual yang dipelajari tidak dalam tuntunan agama semata, melainkan lewat tulisan karya sastra. dogma-dogma agama sering kali membuat penganutnya malah "jauh" dari tuntunan/ajarannya. sering kali, dan semakin hari, di era modernisasi, agama diinterpretasikan ke dalam banyak perdebatan. antara aliran satu dan aliran yang lain. antara mahzab yang satu dengan mahzab yang lain.

atau apalah namanya. tapi, dari potongan-potongan kutipan dari buku-buku "barat" di atas, kita pun dapat merasakan semangat pendekatan diri kepada ke-Illahi-an Tuhan. Dalam agama yang saya peluk, saya mengenalnya dengan Allah SWT.

Setelah pukul 12:00, saya dan dua teman saya menuju kantin untuk makan siang. dan selanjutnya, ritual keagamaan, sholat dzuhur. rutinitas yang kami lakukan dalam kelompok-kelompok kecil, karena teman-teman satu jurusan sudah terpencar-pencar

menjadi bagian yang kecil, dan sulit ditemukan. kadang sendirian pun menjadi pilihan yangtepat dan tidak ragu-ragu saya pilih untuk lebih menikmati hidup dengan semangat sendiri. Tapi, siang itu, saya bergabung dengan teman-teman saya di salah satu payung di halaman luar kancut kantin kerucut/kantin sastra)... hingga beranjak ke musholla pun bersama.

hampir jam 13:00, kami segera beranjak dari musholla menuju gedung 4, karena kuliah dosen kami yang super sibuk itu ada di gedung 4304. tapi, apa yang selanjutnya terjadi? memasuki gedung 4, saya menemukan banner LASKAR PELANGI di pintu Auditorium

Gedung IV FIB UI, tentunya... dan apa yang saya lihat, coba tebak??? di sana ada ANDREA HIRATA SEMEN!!!

Wuaaahh... saya percaya smua bukanlah kebetulan semata...Allah telah menuliskannya demikian. Dan mau tau, saat itu yang ada rasanya jantung berdebar-debar.. ada hasrat ingin langsung menyapa!!! bahkan berbicara banyak tentang buku pertamanya itu. juga buku kedua, ketiga, dan keempat!!! tapi, sayang,,, saya ada kuliah jam 13:00.

Saya ingat, saya selalu membawa kamera posket di tas saya. Dan dengan keberanian, saya mendatanginya untuk menyampaikan bahwa saya sangat terpukau dengan tulisannya itu. Saya meminta Rara mengambil gambar saya bersama Bung Hirata ini.. *seperti nama Jepang, padahal dia orang Belitong asli*, dan akhirnya, aku pun berpose di depan banner Laskar Pelangi!!! hahahaha... 2 jepretan! plus tanda-tangan, nomer telepon, dan kontak person lewat e-mail pribadinya.. hahahaha... =D huufff... lega dech..gimana enggak??

beberapa waktu yang lalu saya baru tahu buku itu adalah buku yang keren dari Adi *yang kisahnya baru saja saya ungkap sedikit di tulisan blog sebelum ini, yang tadi pagi baru saya tulis juga*, Adi tahu buku itu dari Tommy Parang..

dan saya langsung beli buku itu di Gramedia dengan honor bulan lalu!!! saya baca!!! dan saya pun menangis, tertawa, tersenyum, dan semua emosi ada di sana... dan di sana, kutemukan kupu-kupu juga..

kupu-kupu yang indah, seperti yang sempat saya tuliskan dalam cerpen saya, Pada Suatu Musim Labuh, ditulis untuk kelas menulis Selasa Majalah Nebula... dan seperti kupu-kupu yang pernah saya mintai syair nya kepada moeraindra *penggiat sastra dualingual*, dan kejadian itulah yang menjadikan "ehem"-nya "gak tenang" *hihi, sutss...*. dan akhirnya kami putus hubungan.. kembali hanya dua buah nama yang tidak dikenal bumi.. huufff... (biarkanlah dia berlalu..biarkanlah ia terbang bebas di angkasa, karena di angkasa ada pelangi, mungkin dia akan bahagia bermain di sana...karena begitulah cinta...cinta; kebebasan untuk sebuah kedamaian...)


catatan: ini adalah gambar yang sempat ter-jepret!

Tak ada habis-habisnya kisah ini, hingga saya mencatatnya sebagai memoar pararel... lihat pada gambar yang saya tampilkan, ada foto saya bersama amel, bersama Bung Andrea Hirata, dan bersama Fei.. ini adalah rangkuman dari kisah saya beberapa waktu terakhir..

minggu lalu, saya sebenarnya berniat untuk datang ke acara wisuda-an Fei, tapi, kerinduan pada fei dan juga Bandung tersayang... tidak terlaksana,, karena emang lagi *kantong kering*, hihi.. ditambah ada nikahan temen sekelas *Anggi namanya*, dan saya bersama Amel sedang ingin banyak berdiskusi tentang hal-hal yang menarik..tentang riset, tentang banyak hal... dan pertemuan sebelumnya bersama amel di ratu plaza, dan kami kapok untuk ketemu di sana lagi karena ternyata mahal-mahal banget!

dan akhirnya minggu lalu, kami memutuskan untuk berdiskusi di rumah amel.. tapi, apakah yang terjadi? sore harinya, saat saya sampai di rumahnya, setelah menumpangi kereta ke daerah Kota. saya mengantuk, dan kami memutuskan untuk tidur *sore* hihih.. sampai jam 5-an, eh.. amel mah masih bablas... nah, parahnya.. pas makan malam jam 20:30-an itu..

ortunya amel *mamanya* nambahin porsi makan ke piring saya. mau tau apa ajah:

MENU:

nasi 1 porsi *biasanya 1/2 porsi*,

dua potong ayam semur ditambah jamur ikal hihi *biasanya malah saya gak makan ayam*,

ikan pari bakar *hmm*

bihun *si amel nambahin 2 sendok*,

ditambah lagi potongan apel,

dan segelas mug besar kacang ijo!

Saya mau nolak tapi mamanya Amel sepertinya dengan begitu saja menambahkan begitu juga Amel, *gak enak karena mereka udah nyediain makanan halal koq, yul.. kata mamanya...tentu sebagai tamu saya menghormati tuan rumah..* tapi... yang ada belum sampai jam 23:00 saya sudah sangat mengantuk. TERUS terang ajah, saya gak pernah makan sebanyak itu. dan memang tidak terbiasa makan malam sebanyak itu. dan amel bicara sambil menulis, tapi aku sudah ndut-ndut-an... Apa jadinyaaaa??? Maaf ya, Mel.. gue udah ngantuk banget, tidur ajah deh, besok pagi diterusin..

Saya bangun shubuh, dan amel tidur sampai sekitar jam 8 lewat-an.. dan saya sudah mandi, dia baru bangun.. dan saya sudah membuat draft personaliti tentang seseorang tokoh.. dan yang kami lakukan tidaklah banyak.. setelah itu, saya harus ke nikahan Anggi, dan Amel harus ke sekolah SMA-nya..

yap...ditutup dengan Andrea Hirata Semen yang mengisi acara Pre-Launching buku Ke-3 dan Ke-4 nya di FIB UI.. di sana juga ada Bung Binhad... wah, acaranya seru deh.. lebih seru karena saya memang terkagum-kagum saya penulisnya.. hihihihi..

tapi, karena harus kuliah.. saya cuma ikut sesi tanya-jawab sekitar pukul 14:15, karena saat itulah kuliah bersama dosen super sibuk saya berakhir.. itupun saya masuk untuk kuliah selanjutnya telat 30 menit, karena acara Hirata berakhir pukul 15:00.

sepanjang kuliah rasanya, ada semangat baru untuk menulis.. semangat mengungkap kebenaran lewat karya sastra.. Sastra menurut Andrea; adalah mengandung kompeksitas, merupakan lapisan tanda... yang menyembunyikan sesuatu.. dan hal itu memang tergambar dari novel-novel beliau..keluar kampus FIB, langit sudah sangat hitam... menakutkan... orang-orang banyak yang melihat langit di atas stasiun UI.. aku berlari kecil.. tapi... belum sampai di kosan.. hujan sudah turun dengan sangat derasnyaaaa... saya berhenti di sebuah warung, untuk membeli cemilan dan membuka payung.. lalu melanjutkan jalan cepat menuju kosan cempaka sari tercinta.. dan semuanya basah kuyup.. untung hari itu saya mengenakan jeans..tapi jeans dan kemeja saya basah kuyup.. dan halilintar, petir terus bergemelegar hingga saya menuliskan ini... dan saya pun memutuskan untuk tidak berangkat les malam ini. .. ada waktu untuk mencatat sesuatu di lembaran buku baruku.. aku memilih untuk itu.. maafkan saya, Ayah dan Ibu.. hari

ini ananda tidak bisa berangkat les.. padahal kalian sudah membiayainya.. maafkan anakmu ini.. “pendidikan yang manusiawi," begitu kata Bung Hirata...

Depok, tulisan selesai pada 19:18 waktu indonesia bagian filkom.

0 komentar:

Post a Comment