Monday, June 04, 2007

Ini bukan sajak perpisahan, Ra…
-pada sebuah ruang persemedian di kota margonda-
: buat Rara

/1/
catatan tangan—kepastian yang tiada,
kerinduan yang ganjil—semesta cinta,
begitupula tanda—jarak selatan hingga utara,
kita menghitung petak langit—
kadang cacat oleh awannya,
kita lelap memeta mimpimimpi
—lalu air mata meleleh ke pipi.

/2/
perempuan dan cinta—dirimu,
pada kisah yang kaupeta sendiri—mungkin ragu,
begitupula warna—langit senja kota margonda,
kita berjalan menyusuri setapak jalanan—
menuju kuburan.

/3/
lelakimu—bukankah mereka berbeda
pilihan sulit untuk sebuah akhir bahagia—tapi
biarkan tuhan membimbingmu—memelukmu
dalam dekapan beraroma surgawi—kelak.

/4/
kita mengukir sajak dengan paku pada sudut
ruang persemedian—cempaka sari! di balkonnya—kucatat
tentang cinta, airmata, hasrat terlarang pada seorang lelaki!
apa kau ingat—kapan kau mencatat tentang kegigihan lelakimu—
di sudut dekat jendela berdebu?

/5/
kita pandang langitlangit ruang—sapuan debu di pagi hari—
kokok ayam jago—cuitcuit burung gereja—kucing pengacak tong sampah—
tikus dapur! taman mini—rumput dan tanah—lampulampu taman—tangga yang melengkung tajam! tentu, kasur kapuk kita! di sini—di cempaka sari, bukankah semua itu melengkapi potongan puzzle kita, Ra?


Cempaka Sari, 30 Mei 2007

0 komentar:

Post a Comment