Friday, September 14, 2007

Agustus ke September, seribu catatan tercecer.

Agustus ke September, seribu catatan tercecer.





Agustus adalah hari-hari terpanjang yang musti dilalui, mungkin tahun ini. bulan terakhir saya bisa menghabiskan libur panjang 3 bulan. well, tapi bulan Agustus sangat panas, saya lebih banyak tidur di rumah ketimbang hanging out cari ide buat nulis aatau apa saja. tapi, ternyata di rumah, memang segalanya yang saya rindukan. walau musti dengar ocehan ibu yang meminta anaknya yang sudah 21 tahun ini bisa mengerjakan tugas-tugas rumah yang bermacam-macam itu, atau ibu yang minta diantar belanja ke tukang sayur, atau ke Tanah Abang...atau perdebatan-perdebatan dengan adik, atau sulitnya meminta dana liburan dari ayah. hee.. sudah dua tahun saya mengekos di Cempaka Sari, mulai semester 7, saya menjadi seorang yang rajin berangkat kuliah, karena kalau terlambat sedikit berangkat dari rumah, sampai di kampus terlambat banyak. hee,...

di rumah, saya banyak belajar menulis puisi, membaca kamus KBBI, kamus Oxford, kamus Mawrid, kamus Hans Wehr, mengunjungi dokter gigi dua minggu sekali untuk mengganti karet braclet, dan belajar bahasa Inggris demi persaingan global yang makin kejam saja...hehe.. meliput training ESQ dan cepat menuliskan naskah dan mengedit fotonya untuk dikirim ke redaksi. tapi saya jarang banget datang ke kantornya selama liburan dikarenakan dua hal; pertama: jalan menuju Pondok Pinang di ruas jalan Ciputat Raya sedang dibangun flyover, muacetnya amit-amit deh, bisa sejam ada di sana. kedua: saya banyak memikirkan skripsi saya yang akan saya selesaikan semester 7.

di pertengahan Agustus, saya meliput acara Internasional Sains Festival di Mall Pondok Indah II yang berlangsung 13-19 Agustus, pada pembukaan tgl 13, saya baru dihubungi untuk meliput sejam seblum acara, padahal jalanan Ciputat macet luar biasa, jam 9 dihubungi,9:30 baru berangkat, dan untungnya orang Indonesia punya budaya ngaret, ...

....berhubung hari itu, saya semula ada janji bertemu sahabat saya yang kuliah di Bandung, yang kebetulan sedang berlibur dan telah menyelesaikan KP nya di Jakarta, akhirnya saya ajak dia untuk menemani saya meliput acara tersebut. saya minta Tuppi mencatatkan untuk saya sebelum saya datang, tapi, alhamdulillah, acara baru mulai setelah saya sampai sekitar jam 11. huaaa.. tapi, sempat kalang kabut, karena wartawan media elektronik dan media massa telah mengerubuti Bapak Dirjen Pendidikan untuk siaran pers-nya, dan saya menyempil, tapi tidak terdengar apa-apa, karena banyak sekali wartawan di sana. yaa.. tapi, setelah mereka bubar, masih ada beberapa wartawan yang menanyainya macam-macam, jadi saya bisa ikut nimbrung, dan menunjukan keberadaan saya di sana, sebagai reporter dari Majalah Nebula ESQ.. fyuuh.. (menghela nafas).

saya dan Tuppi terpukau dengan anak-anak SD yang menampilkan karya-karya di festival itu, apa kalian pernah membayangkan bisa membuat Hover Craft Sederhana, Roket kimia, generator dll di usia semuda mereka? mereka pintar-pintar, saya dan Tuppi, sahabat saya itu, berdecak kagum saat mendatangi tiap-tiap stand mereka, bahkan Tuppi mengambil gambar alat peraga murid-murid tersebut dengan HPnya.


begitu hari semakin dekat dengan September, saya semakin kacau, karena setiap kali browsing, mencari lowongan beasiswa ke luar negeri dan membaca-baca berita online, saya cuma berharap ada balasan dari koran-koran yang saya kirimi puisi saya untuk bisa dimuat. well, nihil. dan sebenarnya, saya sejak dulu berpendapat. kalau u gak mau, i bisa cari tempat lain... dan, karena Juli lalu saya sudah membuat sebuah blog baru http://marcapada-puisi.blogspot.com, mana saya posting-lah puisi-puisi saya agar bisa menjadi puisi yang benar-benar sebagai karya sastra, di baca orang, itu syaratnya. beberapa kawan lama saya dari cybersastra.net, mereka yang dulu saya kenal saat saya masih duduk di bangku SMA 6 Jakarta, mereka yang telah memberi saya pelajaran tentang puisi, berkunjung dan mengomentarinya. sejauh ini, mereka berkesan. terimakasih yah, para bapak dan om-om yang saya hormati... ibu guru bahasa Indonesia saya di SMA, Ibu Dewi, yang baik hati, sempat saya kabari kalau saya akan membuat novel, dia sangat senang mendengarnya, namun sayang, novel yang sedang saya garap bersama kawan saya yang baru pulang dari Australia, Aldevina, musti istirahat dulu, karena kesibukan masing-masing, amel sibuk di film dan saya sibuk dengan skripsi saya.

*

ada juga pengalaman saya yang hampir serupa, waktu tahun kedua saya di UI, saya iseng daftar di OR SUMA alias Suara Mahasiswa.. hmm, padahal waktu itu saya sedang aktif juga di senat fakultas, tapi, belaga pengen aktif lagi kaya jaman masih jadi MABA (mahasiswa baru-red), ikutlah saya di tes tulis dan wawancaranya, dan saya DITOLAK. well, saya sempat kesal sama mahasiswa bernama X, pemred SUMA yang waktu itu wawancara saya.orangnya jutek, agak terkesan sombong saya kira waktu itu.. hehe.. maap-maap niyh..

saya ingat waktu saya masih SMA, Ijal, salah satu kenalan saya waktu di YMS, anak ITB, ngajakin nulis buat edisi I majalah persma itb, dan saya nulis panjang lebar, karena Ijal gak kasih tau kriteria tulisannya, dan Ahmad Dhani (mesin itb sudah lulus dan jadi dosen di sumatera sekarang) mengedit tulisan itu hingga jadi setengah halaman. huaaahaa...

Yaa.. melupakan untuk gabung di SUMA gak butuh banyak waktu, krna saya dan Icha bikin private kecil2an di Depok sampai akhirnya di tahun 2006 mau pertengahanm, itu saya ketemu salah seorang Ekky Malaki, yang ternyata senior saya di UI, dia penulis buku-buku filsafat, dan bekerja di Majalah Nebula ESQ, sekarang sedang menempuh studi di Belanda)...itu secara tidak sengaja, dari imel seorang teman saya bernama om Herilatief, (penulis yang menetap di Belanda sebagai koki, hehe, masih koki gak, niy om Heri?), saya mengAdd ID Bang Ekky, ternyata waktu OL, dia nyapa dan liat profile saya di FS, dia kaget waktu baca saya affiliationnya ESQ, padahal waktu itu saya tulis gituh karena saya alumni pelatihan ESQ.. dia menyakan banyak hal, dan sampai akhirnya saya tahu dia dulu S1 di Prodi Arab UI juga... dan bukunya sempat saya baca, kalau tidak salah Remaja dosan filsafat, terus banyak lagi deh yang lainnya.. tidak lama kenalan sama Bang Ekky di maya, kami bertemu di pelatihan ESQ Reguler Ke-35 Head Office di Kartika Chandra, , waktu itu saya menemai orangtua saya, ayah dan ibu yang ikut training. dan Bang Ekky datang ke tempat pelatihan di sela-sela meliput training Eksekutif, waktu itu. lalu, tahu kalau saya suka menulis, dia menawari saya gabung di Majalah Nebula, dia memberikan satu majalah buat saya. dan minggu itu juga, saya diminta Redaksi meliput training Kids di Twins Plaza Hotel, Slipi. Di sana, ada Rachel Amanda, yang sekarnag main sebagai Cindy d RCTI, dan saya akhirnya wawancara setelah dapat jadwal untuk waktu by phone dari manaernya, mbak Yuning.. asyik juga, Amanda anaknya pinter dan komunikatif.

Dari sanalah, semuanya di mulai. Awal liputan, saya masih tidak punya kamera pocket, jadi musti pinjam dulu ke kantor, baru meliput, tapi..yang benar-benar dimudahkan Allah, saya bergabung di sana tanpa wawancara dan menyerahkan CV. sampai akhirnya, setelah tiga bulan bergabung, baru saya bilang sama Sekretarisnya, namanya Mbak Ana, orangnya baik, dan super sibuk karena kerjaannya setumpuk...akhirnya, dia minta saya buat CV, dan saya lampirkan juga transkip nilai saya. yaa... dulunya saya cuma pakai surat tugas, terus dapat kartu pers yang masih printan, hingga saya dapat kartu pers yang cetak, paten, dan nama saya ada di Majalah. Lengkap semua... rasanya, ini jalan yang Allah berikan kepada saya begitu mudah bagi Allah memberikan jalan pada hambaNya. Dan saya banyak belajar dari para satria pena di Nebula, apalagi Pemrednya Pak Yudhistira ANM Massardi, yang ilmu nya banyak sekali.

Menulis ternyata ada celah-celahnya, saat saya menulis puisi, pastilah berbeda dengan saya menulis berita, essai atau cerpen, tapi..di sana ada cinta yang tersembunyi.. semua tentang rasa. sesekali saya menulis bergaya sastra (jurnalistik sastrawi, kalau kata kelas menulis Nebula), itu berita yang sangat sulit, karena sastra begitu abstrak sementara berita minta kita deskripsi dengan gamblang. tapi setelah setahun bergabung, saya sekarang tahu, bagaimana nikmatnya menulis... heheee... apalagi berpuisi. bukan puisi gombal, tapi puisi yang puisi. hehehe..


***


selama liburan saya itu, saya membaca banyak hal-hal baru lewat internet, akses berita cepat, dan banyak hal- baru yang bisa saya dapatkan, hingga saya menemukan blog milik Boulevard ITB, di sana saya melihat tulisan Arfah, kenalan saya dari seorang kawan di Bandung, Arfah pernah meminta saya berkomentar tentang mahasiswa di kampusnya, well dnegan sangat terpaksa dan jujur, saya mengatakan kalau anak kampusnya kaku dan gengsinya terlalu tinggi. hee.. dan dia menuliskan nama lengkap saya, fakultas, dan angkatan. saya jadi merasa tidak enak, karena itu lengkap sekali, sebelumnya saya bahkan memberitahu NPM saya. namun, saya sudah meminta Arfah agar tidak mempublikasikannya secara lengkap, tapi dasar Arfah, manusia tidak bisa diajak kompromi, Arfah begitu saya menulis lengkap nama saya. padahal saya sendiri bisa dibilang tidak pernah memposting nama dengan lengkap di tulisan tulisan saya, kecuali, di kabarindonesia.com, atau yang pada akhirnya syaa membukanya di blog puisi saya yang terbaru itu.

di sana, saya melihat beberapa blog yang terkait dengan Boulevard, dan menemukan tulisan berupa surat kepada seorang Ibu, kalau tidak salah namanya Ibu Ivonne dari seorang bernama Ikram Putra. sedih juga baca suratnya, kasian betul itu mahasiswa, udah tua bisa kena DO, pikir saya. saya langsung teringat Tommy Dwinta Ginting alias Tommy alias Parang, kawan saya di ITS yang kena skorsing selama 1 tahun, padahal jatah belajarnya tinggal 1 tahun, alamat dia bakal DO kalau pernyataan rektornya gak dicabut. miris juga, tapi gak bisa berbuat apa-apa. Yang TUA Yang Lebih dipercaya, begitu kata iklan A Mild. sejauh ini, saya percaya kenyataang seperti itu berlangsung di kehidupan sehari-hari. akhirnya, dapatlah ide buat nulis puisi, langsung saya beri judul Buat Ikram Putra. tanpa tau siapa itu orang siapa. yang saya tau sebatas dia anak oseanografi itb yang nilai
kalkulusnya pas-pas-an. heeehee.. maaf-maaf yaaak.

*

setengah bulan setelah kemerdekaan Indonesia, saya tidak banyak menulis untuk blog marcapada-puisi, saya lebih memikirkan tugas akhir saya.. Masuk ke bulan September... bagaimana memiliki dosen pembimbing yang easy going, flexible, namun lagi-lagi A Mild benar, saya minta Pak Pd.H (33 tahun-an) jadi pembimbing saya, tapi Pak Kajur (50tahun-an) bilang tidak bisa, dan dia mengajukan nama lain dan bilang kalau Pak Pd.H jadi pembaca sekaligus penguji. Ok, saya nurut saya. kebetulan saya dekat dengan Ibu DualismeJurusan (40 tahun-an) yang jadi pembimbing skripsi saya, kami sering diskusi lewat YM! sebelumnya. tapi, saya agak ngeri kalau dengar kabar-kabari dari senior dan kawan saya di prodi Arab yang bilang kalau dia sulit kasih acc. dan karena dia sering keliling dunia, beberapa senior saya terlantar skripsinya... well, kita lihat ajah, sampai sejauh ini saya masih respect sama dia. heee.. di YM! terakhir saat saya memberitahukan padanya judul skripsi saya, dia memuji saya. hehe,... o ya, kami berbicara dengan bahasa Inggris selama YM!

sementara kawan2 saya masih belum mulai dan berkutit dengan judul dan tema yang akan diangkat, kelas seminar begitu menjemukan, dan karena dosennya ngalor ngidul gak karuan meng-cut apa maunya anak2 dengan skripsi mereka, A Mild bener lagi... hm... dan saya pun mendapat ganjelan dengan bapak ini, Pak Keriwil (tua banget, gak tau berapa umurnya..hehe..). minggu pertama kami kuliah seminar dengannya, saya sudah mengumpulkan BAB I dan BAB II, tapi, setelah seminggu kemudian, dia bilang belum baca, menyebalkan, bahkan dia hendak mengambil kertas print-an saya yang kedua yang semula saya akan berikan padanya untuk dibubuhi tanda tangan... saya bilang; tidak pak, saya sudah memberikan pada bapak seminggu lalu, yang ini buat Bu Dualismejurusan. saya ambil kembali dari tangannya. Heeeem... akhirnya saya mengadukan uneg-uneg saya dan juga teman2 kelas seminar pada Pak Kajur... akhirnya pak kajur memberi jalan untuk langsung menemui Bu Dualismejurusan untuk meng-acc dan saya bisa langsung mendapatkan bimbingan olehnya. haaaaaa..puas saya!

*nama-nama bukan sebenarnya, sebagai rasa hormat saya kepada para dosen...

*

"yu...PPA udah turun belum?" isi sms dari salah seorang teman sejurusan saya. PPA adalah beasiswa yang diberikan UI untuk mahasiswa yang mendapat PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK. sebelumnya, saya telah mendapatkan beasiswa PPA pada periode 2006/2007. dan ternyata saya dapat lagi untuk term 2007/2008.hee.. 2 periode... yang sekarang lebih besar, hampir 2x periode pertama. hee.. hingga september awal, PPA belum turun, karena sekarang rektorat yang urus PPA, bukan lagi fakultas. jadi terpaksa, mahasiswa yang menunggu PPA turun untuk digunakan membayar uang semester tidak bisa menggunakannya, padahal banyak mahasiswa yang nunggu PPA untuk bayar uang semesteran. dan pihak fakultas bilang; jangan berharap dari PPA, PPA bukan buat bayar uang semester. itu saya dapat dari informasi seorang teman yang aktif di bidang advokasi senat fakultas.

akhirnya, PPA saya terima di rekening BNI saya minggu lalu, dan teman-teman saya pun menerimanya. sungguh senang hati ini. hehe.., saya mengubungi Aisyah, yang pebisnis dan pekerja di kedutaan UEA, seorang serta sahabat saya, untuk mendapatkan keterangan tentang produk asuransi syariah, rencananya, dana PPA akan saya pergunakan sebagai awal asuransi. hmm, semoga saja bisa buat pendidikan saya selanjutnya. hee...


Well, di usia 21 lebih 2 bulan ini, saya memantapkan hati untuk bergerak lebih cepat dan tepat menentukan GBHN, Garis-garis Besar Haluan Niat.. hee.. memprioritaskan yang terpenting, mengejar Ilmu sampai ke negeri CINA. hee.. amin.


*



di YM! beberapa minggu belakangan, saya bicara dengan Angga, seorang teman kenalan saya dari Icha, teman kuliah saya yang sudah lulus. Angga, anak Indonesia yang berkesempatan tinggal dan belajar di Amerika sejak usianya masih 7 tahun. dan dia tidak lancar berbahasa Indonesia, darinyalah saya belajar bahasa Inggris secara langsung... Angga masih kuliah, kalau tidak salah jurusan Computer engineering, lupa kampusnya.. tapi, dia CUMLAUDE!!! dan dia assisten lab profesor. kebayang kan? anak Indonesia di AMerika dengan prestasi yang hebat.. kita sebenarnya punya banyak orang-orang pinter, tapi, kenapa negara ini, negara tumpah darah kita, INDONESIA, musti terus terpuruk dan dilanda bermacam masalah. dan angga kuliah di sana dengan beasiswa. dan maaf angga, saya membukanya di sini, saya ingin tulisan ini menjadi motivasi anak INdonesia untuk membangun bangsa ini. Kamu juga ingin negara ini Maju bukan? kalian percaya, di sana, Angga bekerja sebagai assisten lab dengan gaji sebesar 5,5 juta/bulan. (kalau Angga sudah S2, jadi 14 juta/bulan) see?????? Dulu Tuppi pernah bilang, standar gajih lulusan kampusnya, fresh graduate = 3juta, ironis banget yaa? Angga belum lulus, belum sarjana..(tapi dia akan dapat beasiswa lagi untuk s2 nya di tempat kuliahnya sekarang), heeeemm....???

Angga menanyakan pada saya tentang dosen di Indonesia, saya bilang jujur sama dia, dosen di Indonesia yang PNS gajihnya jauh di bawah gaji kamu. huaaa.. di Padamu Negeri, survei Interaktif MetroTV hari Kamis, 13 Sept', Prof Gumilar, rektor UI yang baru mengatakan gaji seorang GURU BESAR sekitar 2,5-3 juta... ow... (mengeleng-geleng tidak percaya), Miing bilang: itu GURU BESAR, gimana GURU KECIL??? miris..sangat miris... padahal, kita tahu betul, pendidikan itu kunci sukses suatu bangsa.

Angga bilang gaji yang didapatnya itu kecil untuk ukuran di US. HOW CRAZY!? dan banyak lagi angka yang disebutkannya, saya membicarakan tentang itu dengannya dengan maksud agar saya tidak kaget kalau ternyata, saya bisa kuliah di luar negeri mendapat ilmu di negeri orang untuk bisa membangun negeri ini juga, semoga Allah bersama kita. AMIN..

Angga juga menanyakan pada saya tentang pendidikan di Indonesia, dan saya bilang MAHAL. percaya atau tidak, di dekat rumah saya, ada SEKOLAH NEGERI, yang kalau ada siswa yang mendaftar ke sana tapi tidak keterima karena nilainya tidak memenuhi standar minimal musti membayar 18 Juta sebagai uang pangkal!! dan Angga kaget luar biasa! dan itu memang ada.

berikut tulisan Angga dalam bahasa Indonesia yang mudah dimengerti: =D hee..


(08/09/2007 10:20:23): pendidikan di indonesia masih terasa sangat mahal, apalagi buat kalangan menengah ke bawah. harapan saya, saya bisa menjadi anak bangsa yang bisa membawa perubahan dan saya berada di barisan itu membawa sebuah perubahan berarti buat negeri ini. pengennya, pendidikan di indonesia gratis ajah. bisa ga, Pak SBY!? kasian anak2 SD udah banyak yang putus sekolah.. mau jadi apa negara ini, kalau anak SD ajah udah bertebaran di jalanjalan mengais uang untuk makan. di mana orang tua mereka tidak ada untuk mereka, sungguh ironis sekali keadaan negara kita ini. Tuhan!!! tolong keluarkan kami dari keadaan yang sangat pahit ini. amin. (semoga allah mengabulkan doa kita semua)


*



beberapa hari yang lalu, PUSPIPTEK, tempat di mana saya tinggal selama kurang lebih 20 tahun, menjadi terkenal karena pemberitaan di media elektronik dan media massa. pasalnya, terdapat ledakan yang cukup besar di laboratorium BATAN. Ayah sempat bilang kalau ledakan itu sampai menggetarkan kantornya juga di B2TKS (Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur) BPPT. Gedung BATAN memang tidak jauh dari B2TKS, namun, pemberitaan di media terlalu dibesar-besarkan, apalagi saat saya melihat wawancara dengan seorang yang berwenang di BATAN dengan salah satu penyiar berita di METRO TV!!! si penyiar seakan-akan mendesak pembicara untuk menyatakan keraguannya akan adanya radiasi akibat ledakan tersebut, dianggapkan karena ledakan itu bisa saja mempengaruhi reaktor nuklir di BATAN. padahal nih...kita yang ada di PUSPIPTEK, adem ayem ajah. perumahan PUSPIPTEK dan perkantoran PUSPIPTEK berada di lokasi yang berdekatan, hanya dipisahkan dengan jalan raya. dan di perumahan tidak tampak kecemasan yang begitu wah, juga di perkantoran PUSPIPTEK-nya... media..o media... fyuuh..

sampai-sampai, nenek, uwa, tante, sahabat2 SMA, Asti terutama.., dll menghubungi saya menanyakan kabar orangtua dan keluarga saya. itulah media. ya..media telah membuat khawatir masyarakat. itu yang terjadi beberapa hari lalu.


*


browsing... klik... saya dapat balasan dari sebuah puisi yang saya tulis beberapa waktu lalu untuk mahasiswa bernama Ikram. Arfah waktu di YM! sempat meledek saya, saya tanya dia tahu dari mana saya buat puisi, jawabnya dari ikram-nya. wah, padahal saya kira tidak bakal ada yang tahu, karena blogs ini saya sebar luaskan di kalangan terbatas saja.

saya membaca postingan Ikram yang menulis nama lengkap saya di awal paragrafnya.. hm, welcome, ikram. dan dia protes kenapa musti samudra dan sungai, dan saya coba jawab di sini, -benar karena dia anak oseanografi-. dan kalau dia bilang suka sama baris ketiga bait kedua: “karena bilangan belum genap tanpa huruf”. dan dia tanya maksudnya “S” belum genap tanpa “1” kan ya? saya menjawab bisa jadi iyah.

Awalnya yang saya maksudkan itu, kalau dia mengerjakan soal hitungan, tentunya, dia akan menemukan bilangan, tapi bilangan itu tidak berati sebagai soal kalau tidak ada kata-kata yang menjadikan bilangan itu berarti. misal: saya tulis angka 1 dan 1 saja, apa maksudnya? kalau saya tulis dan saya baca satu ditambah satu, barulah bisa dipahami maksud bilangan tersebut. bukan begitu, ikram? (salam!)

-seorang penyair tidak memberitahukan apa yang dimaksud dalam puisinya, dan saya biasanya pun begituh, tapi, kali ini saya mengalah. weew..


saya juga membaca komentar akan dipostingnya tulisan 'Dapat Puisi', sempet terpukau juga, karena ternyata penggemar ikram banyak juga yah? makasih buat temen-temen ikram yang udah mau mampir juga ke blog saya, tapi saya menemukan ada komentar yang cukup menarik:

Irfan Mohamad » 08 September, 2007 13:25: Kram, aku kok curiga dengan baris "karena bilangan belum genap tanpa huruf" ya
Warastuti » 07 September, 2007 15:54:Kram, ati-ati... *kalimat yg sangat ambigu, huehehehe.. kalo mo tau maknanya, japri


lewat tulisan ini, saya cuma ingin bilang, puisi itu dibuat karena membaca tulisan yang isinya dia diancam DO cuma gara-gara gak bisa jawab soal integral...(dulu jaman SMA, integral tuh seru..hee..), kalau orangnya baca syukur, kalau tidak juga tidak masalah...karena syarat menulis, yaa menuliskannya saja apa yang kamu ingin tuliskan. ternyata orang yang saya jadikan judul salah satu puisi saya di marcapada-puisi.blogspot.com membacanya, yaa.. itu persoalan lain, selama tulisan ini tidak plagiat atau mengandung unsur SARA. dengan maksud ingin membangun dan memotivasi saja, bukan cuma buat ikram, tapi buat saya sendiri pribadi, juga buat semua teman-teman saya di mana pun berada... Well.. =)

- news: ternyata ikram sudah punya seorang kekasih, (dari hasil penelusuran google yang saya lakukan pada hari Rabu, 19 Sept) ...jadi, kayanya saya musti mintaa maaf sama orangnya, kalau-kalau dia tersinggung atau salah paham.. thx.
*



Ramadhan telah datang. Allah telah memberikan kita kesempatan untuk menikmati indahnya, maka tidak patut bila kita menyia-nyiakannya. Ini adalah Ramadhan pertama saya bersama keluarga lagi setelah tiga tahun mengasingkan diri di kota Depok. (hehe)berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tentunya. biasanya, waktu saur musti mengantri di Mpok Ucu untuk mendapatkan bagian makan saur, harus memesan sebelumnya kalau mau dapat jatah...karena yang makan di Mpok Ucu, Mpok yang jualan persis di sebelah kosan saya, ini laris manis... begitu juga kalau mau buka puasa. yang kurang enaknya, Ramadhan di Depok, terutama di Jalan Kober, saya agak malas solat taraweh di mesjid. mesjid yang ada di jalan kober itu penuh dengan masyarakat situ, sementara mahasiswa dari asrama UI biasanya solat di Masjid UI, Ukhuwah Islamiyah...yang berada di halaman UI,

dan itu cukup jauh dari kosan saya yang berada di seberang jalan Margonda. kalau semisal jalan pun agak seram malam2.. dan capek jalan kaki ke kampusnya. hee... akhirnya, di kosan, anak-anak pada solat jamaah, kadang saya ikut..kadang juga gak, karena malas turun ke bawah, (kamar kosan saya di atas, kamar yang menyendiri dan satu-satunya di atas dan punya balkon..), kadang cewek-cewek itu susah banget cari imam, main tunjuk-tunjukan..yaa namanya juga cewe gituh.. heee.. tapi...yaa..pengalaman juga sih..

waktu tahun pertama ngekos di Cempaka Sari, Mbak penunggu kosannya suka bangunin ke tiap kamar masing2.. tapi, taun kedua karena dia sakit, gak ada lagi yang ngegedor-gedor kamar buat bangunin.. dan gak ada lagi yang masakin, kadang dia masak, dan kita bisa beli ke dia, jadi kita gak perlu keluar kos pagi2 buta.. hee.. sekarang, saur bareng mom, juga ayah..dan adik2, walau tadi pagi, saya sulit dibangunin...tapi senang ajah..hee.. buka puasanya pun sederhana tapi bareng keluarga.. udah gith, solat taraweh di Mesjid Bahrul Ulum, masjid di komplek saya yang cukup besar.. damai. bahagia. hehe...

semoga Ramadhan jadi kunci sukses kita semua untuk mendekatkan diri kepada Allah, juga tentunya tidak ketinggalan, pada keluarga kita di rumah..Amin...



salam, Yuli Saja

HumzSweetHumz, September 2007

0 komentar:

Post a Comment