Sunday, September 30, 2007

emotional roller coaster!???

emotional roller coaster!???


setelah dapat acc. ttg judul dan sistematika penulisan dari Ibu Dualismejurusan, malamnya...saya membongkar perpustakaan ayah saya. satu per satu buku-buku keagamaan saya tarik dari tempatnya. tasawuf dalam sorotan sains, nasihat para sufi, gerakan islam modern.., dan banyak lagi. saya makin bingung, apa iyah, saya musti ngerunut sejarah tasawuf? seperti yang diinstruksikan Bu dualismejurusan... yaa.. sayangnya, saya gak kuat. untuk ilmu yang seabreg itu, saya makin kacau, membongkar juga buku-buku semester 3, waktu pertama dapat kuliah Islamologi.

dapat sih poinnya. tapi, besoknya..alias kemaren, saya bertemu Dr. Muhammed Lutfi, ketua Program pascasarjana kajian timur tengah dan islam yang juga dosen saya di program studi Arab sekarang, dan juga yang akan jadi penguji skripsiku nanti,,,, nah...saya utarakan poin2 yang saya punya, dan yang kemarin sudah didiskusikan dengan pembimbingku...tapi, dalam satu kata, beliau menolak teorinya. saya meminta dia kasih alasan, dan saya mencoba mencernanya. dan pikiran saya langsung melayang-layang lagi ke dunia lain.

bagaimana ini????? seribu tanda tanya besar ada di benak dan ingin saya muntahkan saat itu juga. deg-deg-an juga, karena apa?


satu alasan: Pak Lutfi kenal dengan tokoh yang saya akan bicarakan dalam tugas akhir saya (skripsi), dan bahkan, tokoh yang saya angkat ini adalah salah satu muridnya Pak Lutfi waktu di Australia. Astagfirullah!!!


saya benar-benar kebingungan. sampai-sampai, Arief, teman saya yang sedang menunggu bimbingan dengan Pak Kajur yang baik hati, saya minta duduk di sofa tempat berdiskusi di gedung jurusan itu.. saya muntahkan padanya, kebingungan saya. yaa..dia sih gak kasih apa-apa, masukan atau apa. setelah saya bingung luar biasa, akhirnya, saya ke ruang dosen, meminta waktu Pak Kajur untuk mendengarkan kembali keluh kesah saya, lebih ke arah rintihan hati mahasiswa yang dikejar dedlen skripsi sih... alhamdulillah dia bisa.


langsung saya ceritakan. bla...bla..bla.. dengan nada cerita yang desprado banget gituh kayanya. tapi, entahlah..emang dia Bapak Kajur yang bijaksana dan bersahabat dengan mahasiswa, *kami cinta sama dia deh, semoga Bapak diberikan kesehatan oleh Allah swt, Amin*, setelah bicara dengan Pak Kajur, saya merasa mendapat jalan terang. jalan keluar dari masalah ini. dan saya ingin menumpahkan haru saya, tapi tidak di ruangan itu. dan haru masih bisa ditahan hingga tugas akhir ini selesai. lega setelah bicara dengan Pak Kajur, saya menuju perpustakaan FIB, setelah dapat 3 buku, *2 buku bisa dipinjam, 1 buku tandon jadi batal dipinjam*. selesai mendapatkan buku yang dirasa relefan buat dibaca, saya menuju perpustakaan pusat UI, di sana saya dapat 3 buah buku. dari sana, segera saya pulang ke rumah. dan panas terik kembali menyapa saya lagi. dan benar-benar bulan Ramadhan yang berat tahun ini.


malam harinya.... saya membuka buku-buku yang sudah saya kumpulkan dari kemarin. saya menumpukkannya di atas sofa di kamar saya. memilah informasi yang lebih dulu musti diperoleh...dan pada sebuah buku, tiba-tiba saja....sebuah foto tua yang hitam-putih menyembul dari halaman buku.

foto ayah!





foto ayah waktu ayah masih muda, masih kurus, masih pakai pakaian teknisi, berfoto di depan sebuah alat di bengkel LUK BPPT. mungkin itu diambil sekitar 20 tahun lalu... lalu di benak saya terbayang sesuatu dan tiba-tiba saja terbentang suatu cerita yang sangat panjang..dan saya pun meneteskan air mata sambil memegang foto itu. sekarang ayah bukan lagi teknisi yang bekerja di bengkel LUK, sekarang ayah punya ruang sendiri di kantor B2TKS (nama baru LUK). ayah sudah jadi orang penting. ayah banyak pekerjaan, sebenernya, ayah sudah semakin tua, tapi pekerjaannya semakin banyak.


semoga ayah diberikan kesehatan oleh Allah SWT, Amin,,,Amin,,, Ya Robalalamin. saya meneteskan air mata terus, karena terus mengingat perjalanan dan perjuangan ayah hingga kini. ayah dapat terus menyekolahkan keempat anaknya, memberi makan dan tempat tinggal yang layak, walau kami masih tinggal di rumah dinas... saya pernah berselisih paham dengan ayah. mungkin saya paling sering "bermasalah" sama ayah dibanding adik-adik saya. singkatnya, saya dulu sering "musuhan" sama ayah... tapi sekarang semuanya begitu berbeda. yaa.. perubahan itu memang sulit...tapi, musti selalu dicoba. semua orang punya sisi baik dan sisi buruk, dan kita diharapkan bisa memilahnya. itulah yang saya ambil dari figur ayah. dia punya sis baik, dan punya juga kekurangan... *semua orang begituh kan?* ayah orang yang jujur, maka dari itu dia banyak dijegal orang, orang-orang yang gak suka kebenaran. yaa... setelah hampir 20 tahun, baru sekarang semuanya dapat dibuktikan Allah, kekuasaan Allah-lah yang membuka tabir di muka bumi. nilai moral yang saya dapat dari perjuangan ayah dan semoga bisa saya terapkan dalam kehidupan saya adalah KEJUJURAN dan SELALU BERBUATLAH BAIK KEPADA ORANG LAIN DI SEKITAR KITA, BANYAK SEDEKAH DAN MEMBANTU SESAMA.



dan setelah memandang foto itu beberapa waktu, saya ingat; pasti ayah senang sekali saya akan lulus tahun ini juga. tau gak? setiap ayah memperkenalkan saya dengan relasi-relasi kantornya, ayah bilang; ini anak pertama saya...insyallah diwisuda bulan februari tahun depan. senang sekali sepertinya ayah anaknya bisa lulus 3,5 tahun... sore itu ayah bilang: kepakai juga yaa buku--buku ayah sama kamu... *buku-buku ttg pergerakan islam, ilmu islam, tasawuf, dll* padahal saya gak pernah tau ini sebelumnya ayah punya buku yang banyak manfaatnya. dulu waktu buka-buka buku-buku ayah, saya cuma baca tapi gak paham..sekarang baru nyambung.... ternyata...ini Jalan Allah... *yang kita inginkan belum tentu baik menurut Allah, sekarang ini, yang Allah tunjukan jalannnya buat saya ternyata bukti nyata dari pernyataan ini. Allah punya jalan lain untuk saya...makasih, ayah*


serpong, 28 september 2007

0 komentar:

Post a Comment