Danboo

Danboo tuh kependekan dari Danboard, dibuat dari kertas karton board. Yang pertama kali mengkreasikannya adalah Azuma Kiyohiko seorang komikus serial manga Yotsuba

Do'a di Tahun Baru 2012

Sobat yusako... akhirnya bisa ketemu blog lagi.. :) Subhanalloh Allah masih memberikan kita kesempatan untuk terus meng-upgrade diri kita.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Pelajaran dari Dapur

Seorang ayah dan anak laki-laki nya sedang bercakap-cakap sore itu. Ayah nya menunjukan tiga benda yang ada di dapur. Ada wortel, ada telur, dan ada juga kopi.

Aku ingin hidup!

Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium

Saturday, October 31, 2009

Makan, Doa, Cinta, pokoknya kamu....


Makan, Doa, Cinta, pokoknya kamu....
Kalau ngomongin soal perbankan syariah, wuih deh pokoknya.. wis susah berhentinya.
mangan ora mangan yang penting ngumpul.. kayanya ga juga yah? jaman sekarang, orang laper bisa makan orang.. Nah, lhoh, mending kita ngumpul dan ngobrolin tema yang satu ini, semoga bermanfaat..

Apa sih Bank Syariah? Kenapa siyh mesti bank syariah? Kuncinya; Makan, Doa, dan Cinta.. ;)
dalam perspektif-nya bank syariah berperan meningkatkan kesejahteraan umat dengan proses intermediasi penghimpunan jasa keuangan dan penyalurannya berdasarkan pada prinsip syariah.
Masih belum ngerti apa saja yang dimaksud prinsip syariah, kawan? yup...kita lahap saja dulu, anggap saja karedok lenca.. pedes-pedes tetep kit lahap terus memakannya.. *hehe* kita kenalan sedikit demi sedikit.. hayu...

Keunggulan bank syariah dari segi operasional bisa dilihat dari kegiatan usahanya yang sudah dilakukan secara profesional. Saya datang ke Bank Muamalat, tepatnya di kantor pusat operasional-nya, di Dukuh Atas, Sudirman. "Ungu, sakral, Islam, Syariah.."

Dari kesan pertamanya, saya cukup kagum, dengan seragam ungu-ungu, baik lelaki dan juga wanita rapi. Bahkan satu hal yang saya tidak habis pikir, di kantor yang beroperasi secara profesional ini, seragam laki-lakinya nampak sangat sederhana, koko dan peci. Bahkan satpam-nya pun, berpeci. Padahal, saya perhatikan di sekeliling saya, banyak nasabah lain yang duduk dengan santainya, memakai pants, sandal hak tinggi, rambu blonde, dan yang lebih menarik lagi, saya berasa sedang berada di pesawat terbang internasional, karena di sana saya melihat Chinese, dan ada juga bule Eropa.

Dengan sepak terjang-nya selama 18 tahun, ternyata tidak melunturkan semangat bank yang jadi pelopor syariah ini dengan menampilkan icon syariah, namun tetap profesional... "Di mana lagi jaman sekarang di pulan Beton (baca: Jakarta), ada sebuah institusi bisnis perbankan yang memakai seragam sehari-harinya adalah koko dan peci. Di sini, koko dan peci bukan sekedar simbol agama semata, melainkan menjadi pembeda, katakan: berani basmi riba. Semoga (saya berdo'a)

Setelah peci tadi, saya coba sedikit masuk ke bahasan apa saja siyh implementasi dari prinsip ekonomi Islam itu? Ada tiga sedikitnya yang saya pahami; pelarangan riba dalam berbagai bentuknya, tidak mengenal "time-value of money", dan uang sebagai alat ukur, bukan sebagai komoditi yang diperdagangkan. Selain itu, fungsi Bank Islam pun melengkapi fungsi bank yang selama ini kita kenal: penghimpun dana dan penyaluran dana kepada masyarakat. Namun, dengan azas kemitraan, keadilan, dan transparansi keadilan...

Fungsi itu adalah fungsi sosial. Kenapa begitu? Saya mencoba memasukan kartu ATM saya ke mesin ATM, lalu kemudian memasukan 6 digit PIN..dan tampillah... informasi saldo, tranfer..bla..bla..bla.. dan, Zakat, Infaq, dan Shodaqoh... Ini dia yang tidak dijumpai di bank konvensional, ya kan? sebagai nasabah, kita dimudahkan dalam membayar zakat, infaq, dan shodaqoh, yang dalam ajaran umat Islam, itu semua menjadi pembersih harta kita dan pahala yang tidak ada putusnya. Saya pun tersenyum sendiri, sambil menatap ke atas kotak ATM, dan ternyata saya tersenyum ke arah CCTV. :)

Setelah itu, sambil melihat-lihat interior di banking hall, pandangan saya terpincut ke arah bunga di vas bunga yang diletakan di meja customer service, indah. Kemudian, dalam hati saya pun mengucap rasa syukur karena telah bertemu tempat yang menentramkan hati... Apalagi, waktu saya datang, tidak lama solat Dzuhur, maka hampir seluruh pegawai bank itu solat berjamaah. Hal yang tidak lazim saya lihat di perkantoran yang sangat aktif dan dinamis seperti di Jakarta ini.. Dan, mengakhiri salam, saya pun berdo'a, semoga memang ini jalan yang benar yang saya pilih untuk ikut dalam gelombang cinta pada bank syariah...

Yulianti Eka Sasmita.
Tulisan ini dalam dilihat pula di http://yusako.blogspot.com

Thursday, October 29, 2009

Jangan, Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga



Jangan, Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga

Pernah dengar kata Magrib dong? Yup-yup... Cuma yang satu ini bukan waktu solat Magrib lhoh.. Saya kenal istilah Magrib dalam perbankan syariah dari sorang kawan saya yang bekerja di salah satu institusi perbankan syariah di tanah air. Magrib adalah kependekan dari Maisyir (perjudian), Gharar (penipuan), Riba (tambahan), dan Bathil (rusak/tidak syah/usaha-usaha maksiat)...

Menarik bukan? ^^, Saya melihat ada sebuah benang merah yang akan membawa kita ke pemikiran yang lebih dewasa dan berani dalam menghadapi tantangan-tantangan yang luar biasa dasyat, yang dihadapi oleh perbankan syariah sekarang ini.

Bak cendawan tumbuh selepas hujan, bank syariah makin menjamur selepas masa krisis 1998. Semula, Bank Muamalat Indonesia menjadi single fighter pembasmi riba. Dengan telah beroperasinya bank-bank lain yang membuka unit usaha syariah di badan bank konvensional-nya atau bahkan yang sudah menjadi Bank Umum Syariah, seperti Bank Syariah Mandiri, Bank Syariah Mega Indonesia, dan Bank BRI Syariah menjadikan persaingan bisnis perbankan syariah semakin terlihat saja. Namun, tentu saja, masyarakat menginginkan bank syariah yang murni syariah-nya dan juga yang berpegang teguh kepada pakem-pakem syariah untuk lepas dari Magrib. Namun, bagaimana bank-bank syariah ini dapat tumbuh dan berkembang di tengah persaingan yang cukup ketat ini?
Magrib; Maisyir, Gharar, Riba, dan Bathil sudah pasti menjadi rambu-rambu yang musti ditaati untuk dapat dihindari dari praktek perbankan syariah pada kehidupan sehari-hari. Bank Syariah memiliki andil yang cukup besar dalam hal ini, terlebih gaung anti-riba yang telah berkembang luas di masyarakat kini.

Memberi pengertian akan haram-nya riba kepada khalayak luas tidak semudah membalikan telapak tangan. Memberi cap bunga bank haram adalah riba, tentu bukan kali pertama kita dengar. Undang-undang No. 21 Tahun 2008, menjadi landasan beroperasinya bank syariah di Indonesia. Bank syariah tidak melulu milik Muslim, bank syariah ada untuk seluruh masyarakat. Sehingga, untuk mencapai pengembangan industri syariah yang mumpuni, tentu saja dengan upaya yang universal pula.

Pengenalan kasus bagi hasil (non-bunga atau riba) terhadap khalayak awam bisa dengan contoh seperti ini:

Apabila Ibung membutuhkan tambahan modal usaha sebesar 100.000 rupiah untuk usaha jasa penjahitan. Maka ia meminjam pada bank dengan porsi pengembalian sebesar 60:40. Di perbankan syariah, terdapat perhitungan kemungkinan untung dan rugi, sehingga apabila, Ibung mendapatkan keuntungan dari usaha penjahitannya maka, keuntungannya akan dibagi sesuai porsi yang disepakati yaitu sebesar 60:40. Apabila keuntungan Ibung 20.000 rupiah, maka bank akan memperoleh 40%x20.000= 8.000 rupiah. Sementara Ibung memperoleh 12.000 rupiah. Begitu juga apabila mengalami kerugian, maka akan ditanggung bersama.

Namun, berbeda dengan yang diterapkan bank konvensional, apabila bank telah menentukan keuntungan yang akan didapatnya dari pinjaman yang telah diberikan kepada Ibung, misal sebesar 10.000, tanpa melihat kondisi usaha Ibung berhasil atau tidak, dan seberapa besar keuntungan yang didapat dari usahanya, bahkan kalau Ibung sampai lewat waktu membayar, maka hutangnya akan berlipat ganda, maka... inilah yang disebut riba.
Di bisnisnya sehari-hari tentulah tidak se-simple itu kasusnya. Pembiayaan oleh bank syariah terhadap nasabahnya merupakan sumber pendapatan, yang bisa dibilang, paling utama ketimbang pendapatan dari fee based income (biaya transfer, biaya administrasi, cetak bilyet/giro, dan sebagainya). Kenapa bisa demikian? Karena lewat dana yang dikucurkan sebagai modal kerja atau pembelian barang sesuai akad-akad (perjanjian) di bank syariah, pihak bank mendapatkan bagi hasil/imbalan-nya, sesuai akad yang telah disepakati pada saat pencairan dana. Namun, apabila terjadi kerugian, maka itu pun ditanggung bersama kerugiannya. Oleh karena itulah, pembiayaan di bank syariah memerlukan perhatian yang cukup besar karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan bank itu sendiri.

Dengan kata lain inilah hal-hal yang menjadi tantangan perbankan syariah; perlunya sumber daya manusia yang kompeten di bidang ini. Baik dari segi managemen dan juga operasional-nya. Sumber daya manusia yang saya maksud tidak hanya orang berlatar ekonomi atau pun hukum semata, melainkan dari segala macam latar belakang ilmu, yang memiliki pula rasa keberpihakan kepada kemajuan perbankan syariah, jiwa atau mental mujahid, dan menjadi pioneer dalam menciptakan etika kerja yang berazaskan kepada kemitraan, keadilan, transparansi, dan universal. Kelak, hal ini akan menjadikan pembiayaan sebagai pilar pendapatan untuk akselerasi pertumbuhan usaha serta sebagai lokomotif penggerak sektor riil.

Untuk meningkatkan pelayanan dan perminatan terhadap perbankan syariah, ada satu hal yang saya lihat cukup signifikan; service excellent. Ini dia yang wajib dimiliki oleh pelaku atau bankir syariah. Pengoptimalan sinergi, komunikasi dan sosialisasi akan menjadi nilai plus buat bank-bank syariah yang menawarkan produk penyimpanan dana, dan juga pembiayaan.

Selain itu juga, menghadapi pasar global, perbankan syariah pun harus didukung dengan sistem informasi dan penerapan teknologi kekinian, di samping melakukan inovasi produk yang ditawarkannya pada pasar. Kesinergisan ini akan didapat apabila keduanya seiring trus ditingkatkan.

Tantangan untuk menjadikan besar brand bank syariah, akan menjawab hausnya umat terhadap perlindungan diri dan agamanya, pengetahuan (wawasan keilmuannya), perlindungan untuk keluarga, serta sebagai perlindungan terhadap hartanya.

Hanya saja, pada praktek di lapangan, terkadang, tidak sesuai harapan. Mungkin, karena pihak bank tetap memiliki kepentingan mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya, atau alasan lain yang tidak dibenarkan dalam syariah... Sehingga, banyak masyarakat berceletuk, "Apa bedanya jadinya yang syariah sama yang konvensional?"

Celetukan itu mungkin sering pula kita dengar. Ini bisa saja terjadi memang, karena ada pihak bank yang mengorbankan pakem menjauhi Magrib demi keuntungan berlipat ganda dengan melakukan penipuan harga jual barang, misalnya. Atau juga menggunakan dana simpanan nasabah kepada hal berbau judi, atau pertaruhan, atau usaha maksiat. Hal itu menyebabkan akad menjadi tidak syah.

Tentulah sebenarnya ini bukan pertaruhan satu institusi saja. Dari sekian banyak institusi perbankan syariah kini, kalau saja ada pihak yang melakukan penyimpangan aspek syariah, maka nasabah akan menggunjingi-nya ke mana-mana. Bukan begitu? Yang dirugikan sebenarnya bukanlah hanya satu institusi saja, melainkan kepercayaan masyarakat luas terhadap bank syariah itu sendiri. Makanya, nila setitik, rusak sebelanga, janganlah sampai terjadi... Mari bangun kepercayaan publik dan hadapi tantangan untuk maju, perbankan syariah...

Yulianti Eka Sasmita. Blogger perempuan. Tinggal di kampung Pamegarsari. Berkegiatan di pulau Beton.

Tulisan ini diposting di http://yusako.blogspot.com untuk ikut dalam iB blogger competition
Gambar dipinjem dari http://blog.unila.ac.id

Tuesday, October 27, 2009

PESTA BLOGGER 2009; Plusnya Doorprize! Ciiaayyy...


Akhir tahun, bulan kesepuluh; Oktober, ada PB2009. Cihuy banget, wall nya merah. Mantapp, berani. Come on, let's share our story about PB 2009...



Paginya, waktu mau berangkat tuh badan masih capek banget, karena hari Jum’at nya pulang malam. Dah gituh, jadi malas bangun. Tapi, menghilangkan rasa malas, saya buru-buru mandi... saya harus naik kereta yang jam 7.20. akhirnya, saya pun meng-ojeg (alias menumpangi motor ojeg ^^) ke stasiun, supaya ga ketinggalan kereta. Syukurlah, keretanya masih belum berangkat.


Ga lama, kereta pun sampai di stasiun Palmerah, saya pun turun dengan santai karena masih pagi. Masih setengah delapan lewat (pagi itu). Setelah itu, saya lalu menumpangi taxi Primajasa, menuju ke gedung SMESCO... menunggu cukup lama, karena di sana jalan searah dan mobil/bus pada ngebut.. taxi nya juga saya milih-milih.. daripada naik taxi yang sopirnya ga tau jalan.. dibawa nyasar, tekor jadinya. Aha.. sopirnya tau tempat, sungguh senangnya hatiku.. Sampai di Gatot Subroto, sopirnya bilang, “tuh, Bu, gedungnya”.. ya saya senang bisa sampai di sini.. gedung SMESCO yang antik, arsitektur nya menarik... (ahah, jadi mengingatkan saya pada cita-cita yang tak tercapai, oppsss...)... mau lihat di ini gambar sekilasnya.... sangat cantik, lengkungnya sempurna...


sumber: SMESCO

“Ibu mau berenti di sini atau muter?” sopir itu bertanya. Saya lekas jawab, “Ya ya.berhenti di sini ajah”, saya menaiki tangga penyebrangan/busway... sekalian olahraga pagi.. lumayan...

masih jam delapan kurang lima.. saya kira, masih sepi, taunya yang daftar udah ngantri.. wkwkw... ternyata blogger-blogger ini antusias yah..^^

karena Jum’at sore kemarennya saya sudah daftar My Nokia, saya dapat tiket PB2009 nya gratiss.. horee.. lumayan kan... save 50.000.


Saya celingak celinguk sendirian... duh.. saya janjian bareng sama Agung, tapi... nomer HP nya kucatat di kertas coretan di kantor... terus.. Kwini ternyata masih di Cikini.. saya sedang nelepon Kwini.. eh, kucluk..kucluk...Agung dateng... asyikk, ada kawan barengan gituh.. biarr cuma berdua, daripada sendirian kaya anak ilang.. “Yokk, Gung... foto di wall.. keren tuh,, mumpung masih sepi...”



Agung pun bergaya seadanya, emang dasar anak IF kalii yaa.. kaku ajah gituh.. mana ekspresi nya..ekspresinya... heheheh..

Ga lama, habis potret-potret in Agung... *model pertama..* wkkw.. datanglah Kwini.. howalaaah.. lama kita ga ketemu... Kurusan lo, mba.. hehe..

Dah gituh, mumpung Agung masih bareng-bareng, kupikir, mintain dia moretin gpp.. yaa.. ok... cetrat cetret... asyikk.. mumpungg...

Nah.. dah gituh, masuk lah kami ke ruangan PB berlangsung.... wuiiss, dingin AC nya, ketimbang di luar, gerah.


Kami kenalan sama teman-temannya Kwini, anak-anak Komunitas Blogger Bekasi.. (duh saya koq ngeraaasa gag eksis ya walau ikut terdaftar di Blogor, alias Komunitas Blogger Bogor, saya ga pernah datang acaranya.. biz, waktu saya lebih banyak di kantor.. dan itu berada di Jakarta, sementara rumah, mepet ke Tangerang dan Bogor.. haalalahh... jadi mending bikin ajah komunitas blogger kereta Jabodetabek... yang pangkalan-nya di Stasiun Dukuh Atas/Sudirman.. ada yang mau ga yah??? Ckckck...

Uppss.. berlangsung lah begituhhh... ruangan risuh ramai, waktu Pak Tifatul Sembiring dateng.. wisss..jeprat jeprettt, ternyata eh ternyata.. asyik banget Menteri Depkominfo yang baru ini, beliau berpantun di panggung... selain berpantun, ternyata dia emang update banget.. (ikut jejaring pertemanan juga...woww..)

Yang bikin kisruh lagi.. hehe.. maksudnya rame, dan menarik perhatian, waktu Ibu Prita Mulyasari ikut hadir di tengah-tengah acara.. tampaknya kasus-nya membuat ia menjadi tampak lebih kurus daripada yang kita lihat di situs-situs dan juga televisi.. Capek. Didampingi suaminya, ibu Prita melempar senyum kecil. Keliatannya ibu Prita menjadi agak pendiam dan kaku menghadapi orang.. (maaph, Bu.. hanya perasaanku mungkin..) mungkin, sikapnya ini dipicu dengan keadaannya, mungkin dia memilih “TALK LESS, DO MORE”. Ada benarnya... karena, yaa.. begitulah...^^,

Sayang, waktu Ibu Prita datang, bapak Tifatul sudah pulang... meninggalkan acara... padahal kalau ada keduanya, acara akan lebih seru yak... ;D


Oiyah... waktu PB berlangsung tuh, ntah Kwini di mana.. (hiperbolis, padahal Kwini ada di seberang tempat duduk saya, ntah sama siapa, yang pasti deket temen-temen barunya blogger Bekasi..) dan saya duduk bersebelahan dengan Ibu Mira FTM yang berbisnis lewat internet... *FTM=full time mom* dan Agung... (jadi ajah seharian PB ini barengnya sama Agung...padahal dulu mah ketemunya di kantor... hehehe...)

Kepada Agung, saya bilang gini. “Kenapa yah mesti USA???”
Iyah yah... akhirnya kami pun ngegosip.. (halahh).. kenapa musti booth USA yang gede amir (baca: besar sekali)? Kenapa Depkominfo gak buat booth yang gede? Kenapa bukan Garuda Indonesia yang ada di ruangan itu? *ada logo Depkominfo kecil di panggung*.. Cuma, bukan Garuda Indonesia?

Padahal sebegini banyak blogger yang temanya ONE SPIRIT ONE NATION, but, why.. Our spirit and One nation tidak dipersatukan di bawah Garuda Indonesia..(lhoh koq lhoh koq lagi-lagi bahasa campur aduk,,, buru-buru menengok ke bahasa,please hehe...




Argh, sudahlah.. mungkin di balik logo-logo di red wall tersimpan makna. Dan keberanian. Merah Putih negeri ini...




Acara pun terus berlangsung, sampai, ketika saya ingin ke Toilet... Ya, ke toilet. Saya menitipkan tas dan Goodie bag saya pada Agung. Saya pun berjalan menuju pintu, tiba-tiba ada yang manggil sambil nyolek bahu saya, “Yull.....”



Saya pun menengok... Masya Allah.... si Ijal Itemmm...seketika, saya pun menyuarakan namanya... Ijal, kawan saya hampir saya kenal 8 tahun yang lalu... dan dia belum juga berubah, masih saja hitam.. Cuma rada rapi rambutnya. Hahaha.. *waktu saya SMA, dia kuliah, waktu saya kuliah, dia juga kuliah, sekarang.... saya sudah selesai kuliah dan bekerja, Ijal masih kuliah.. wkwkw... gpp, Jal, yang penting, Ijazah kau hadiahkan pada orang tua-mu di Aceh sana, kelak mereka bahagia, ;p *


Waktu saya duduk di kelas 2 SMA, menjadi salah satu koresponden di majalah PERSMA ITB (2002), saya kenal dia sebagai mahasiswa yang aktif juga di cybersastra.net (dulu..) trus dia ajak saya nulis di PERSMA... ya dari situ.. kalau saya ke Bandung, liburan.. suka mampir ke gedung Sunken. Cuma.. jarang banget jalan2 sama Ijal mah.. yang ada saya jalan bersama kawan-mahasiswa senior lainnya, Bang Uci dan Bang Ari (Geodesi) , waktu itu gituh ceritanya. Hehehe...



Yang dia inget... “masih sama “si minyak”. Halahh.. lama kali ga update yak..

Ah, payah dia... somse banget siyh selama ini, ga pernah nyapa-nyapa... ;p



Cukup ngoceh-ngoceh sama si Ijal... saya segera ke toilet... Ya amyun... tahun ini pesta blogger juga berhasil mempertemukan saya dengan teman blogger lama yang kenalan waktu di PB 2007 pertama kali... ckck.. Bu Enggar asyikkk...




Dan yang gak kalah seru.. saya bertemu Goank, temen SMA saya,,, yang kalimat yang paling saya inget di akhir masa-masa SMA dulu.. (waktu hari pertama SPMB) “Yul, kalau lo ga keterima SPMB gimana?”



Dan gue jawab, “Musti keterima...” hahaha.. pe-de banget... (tapi emang sih keterima...wkwkw..) kami mengambil jurusan yang sama, tapi, nasib dia... dia dapat pilihan Fikom Unpad,.,.. ya walau sudah tak kusesali sama sekali, karena sekarang saya menemukan jalan saya sendiri.. ;)



Ahh.... saya sudah berada di ruangan diskusi, sesi yang saya pilih Photo/video Blogging..

Saya nih baru pemula, dan saya buta akan photography.. tapi saya ingin sekali belajar, dan menghasilkan poto yang keren! Yang dari photo, menghasilkan jutaan kalimat yang bisa terangkai, atau satu kata yang sangat dalam maknanya. Ah.. mantapp kali...



Tapi, ruangan semakin gerah. Itulah yang membuatku tidak nyaman. Apalagi sedang kena siklus bulanan wanita. Duh, rasanya ga enak banget. Akhirnya, segera, setelah selesai diskusinya, saya pun beranjak.. mencari keberadaan Agung, atau Mba Kwini, atau Bu Defi, dll... ketemulah Bu Defi.. ahah... Bizz itu.. ga lama, muncul-lah Agung.. Ya.. lagi-! Bareng Agung... tadinya Agung bareng adik kelasnya, Zaki, tadinya pengen bareng Zaki pulang bareng ke arah PI... taunya Zaki nya udah pulang duluan.. tapi tak apa, karena ternyata...... Bu Defi, rumahnya di BSD.. duh, dekettttt, nebenggg dia lah aku.. jadi, saya ngintil ajah ke Bu Defi.. habis sesi diskusi, saya duduk deket Bu Defi, dan Agung... oiyah... setelah seharian ditemani Agung, saya belum punya poto bareng dia.. mintalah saya ke Bu Defi untuk motretin, “Bu, potoin saya sama Agung dunk...”

Clik... jadilah... kenang-kenangan,, kan biasanya dulu ketemu di lantai 4, sekarang udah ga lagi.. hehehe..
Tadinya, saya udah pengen pulang ajah.. Cuma.. ya karena ibu Defi masih awet di sini, ya saya pun ikut lanjut.. sesi doorprize lah yang terakhir... yaa kaya gini sih saya udah ga berharap.. wong yang ikut ribuan.. nomer nya pun banyak,,,



Si MC ambil potongan tiket dari goodie bag.. 0828.... ahhh.. deket.. tuh kepala delapan, kataku, eh.. pas dipanggil-panggil, orangnya ga ada..



Nah loh.. si MC ngambil lagi potongan selanjutnya.. dan menyuarakan nomer lewat microphone nya 0000801... .... lah.. itukan nomer gue!



“Ada?” kata si MC lagi.. saya buru-buru ngangkat tiket saya.. biar si MC melihat keberadaan saya.. saya pun maju ke depan panggung... eh, ternyata ada cowok lain di belakang saya yang juga ngangkat tiket dan maju ke depan.. Halah.. bisa salah kah gue? Masa nomer nya ada 2???



Eh... pas diliat sama si MC, bener ajah, nomernya emang ada 2... wkwkwkw.....

Bisa gituh ya.. disuruhlah kami itu naik ke panggung.. aha... ternyata begini ya rasanya di atas panggung, di depan banyak orang.. haha.. *hiperbolis* terus saya tanya, namanya siapa tuh cowok yang nomer tiketnya sama kaya saya, namanya YUAN.
Wow.. sama-sama Y... Saya Yusako. Halahh... ternyata eh ternyata... si Yuan ini anak UI juga.. hahah.. satu almamater pula kita. Cuma dia masuk tahun 2006, saya masuk 2004. wkwkwk.. jadi, saya sekarang udah lulus, si Yuan ini masih kuliah... wkwkwk..


udah gituh si MC make tanyain udah punya nikah apa belum ke kami.. ckckck...bikin gosiiipp ajah.. mejeng dulu ahh dengan modemnya....

Lebih seru nya lagi, ternyata, Mba Kwini juga dapat doorprize tapi paket yang berbeda.. haha.. koq bisa barengan gituh yah.. mejeng lah kita di depan panggung.. wkwkwkw.... tapi belum liat potonya, panitia ng-apload ga ya... :D





Aha... sungguh Pesta Blogger yang seru tahun ini... first of all, i like the moment... modemnya langsung ditawar oleh Bu Defi... malam nya saya perlihatkan ke ortu dulu... ya... kubilang, kalau udah ada yang mau ini modem, apa kaka jual ajah yah?


Ibu bilang iyah.. daripada musti punya dua, kan bayar lagi.. Ya, saya udah punya Bandluxe sendiri, paling yang make saya bersama dua adik saya di rumah sekarang, sementara adik saya yang laki-laki, sekarang tinggal di asrama mahasiswa yang sudah pake Wi-fi, jadi online bisa kapan ajah.... So... niatan saya untuk menjualnya cukup besar.. kutulis jadi status di YM...




Kwini juga sempet mau.. hehe.. tapi, harga yang kutawarkan mahal amat, katanya. Ya.. saya sih jual sesuai harga pasarannya.. wkwkwk.. Alhamdulillah, Bu Defi berminat... Senin kemaren, sudah kuantarkan barangnya ke rumah Mba Defi... makasih banyak, Mba.. sebagian dari hasil re-sell modem disalurkan untuk yang berhak, insya Allah...




Well... kisah blogger emang gak kan pernah mati.. Blogger gituh lhoh...








Monday, October 26, 2009

Hampir saja Tak bertuan: Bicara Indonesia

Lama gak nulis… blog ini terlantar seperti tak bertuan saja… ^hehehe^

Belakangan saya terlarut dalam rutinitas yang membuat saya malas untuk menulis. Hari-hari yang saya lewati sebenarnya tidak juga itu-itu melulu… ada dua – tiga kisah, bahkan lebih mewarnai kerutinitasan yang ntahvava ini… hanya saja, menuliskannya butuh lebih banyak kesenangan dan kesiapan untuk menatap layar komputer, menuliskan huruf pertama, dan menghatamkannya di huruf terakhir. Mungkin juga, kealpaan saya pun dipicu dengan membosannya saya dengan tampilan blog yang sekarang... karena kalau udah liat blog, saya pengennya ngoprek template, namun, tentu saja itu tidak bisa dikerjakan dalam waktu yang sebentar. Arrgh, akhirnya saya tinggalkan blog ini untuk beberapa waktu, hiatus.

Oiyah, sebenernya... saya juga sedang merasa kehilangan gaya menulis saya. Nol. Sama sekali tidak ada. Tidak ada karena terlalu banyak hal yang terpikirkan di kepala. Mulai A hingga Z. Melintas-lah lagi dan lagi, setiap hari kasus, berita, satu per satu muncul tak disangka, satu belum selesai.. yang lain bermunculan.. ga da habisnya ...

Mulai kasus terorisme yang terakhir saya tuliskan di JW Marriot, hingga katanya, terbunuh sudah jaringan si Noordin M.T itu di Ciputat.. ckckck.. Belum lagi, gempa berskala 7,4 SR yang melanda Padang, Sumut... menyusul ke Tasikmalaya, yang tidak kalah besarnya... sampai ke Jakarta, Jum’at 27 Syawal..., sampai update hari ini gempa juga melanda di Indonesia bagian Timur... Ada apakah dengan lempengen di bawah sana????

Pengalaman gempa Padang pertama kali saya rasakan di kantor. Waktu itu saya masih berada di ruang kerja saya di lantai 1... namun, pada saat gempa Jum’at lalu saya sedang berada di lantai 17! OMG!!!

Tentu bukan itu saja, permasalahan Indonesia, negara ini semakin dibuat riwet, dengan kasus dalam negeri, juga hubungan bilateral antar negara, dan yang paling heboh tahun 2009 adalah tamatnya riwayatmu, NMT... ! NMT made in Malaysia... so.. Apakah semua ini berkaitan??????

Negeri ini heboh, saat Malaysia, negara luasnya g seberapa, sukunya berasal dari satu rumpun dengan Indonesia, Melayu. “Ceuk urang mah, ceuk loba jeulema nu sejen oge, manehna teh teu boga nanaon, apalagi nu disebut seni jeung budaya nini moyang ti jaman baheula.. manehna boga naon? Jadina teh, si Malay jadi hileud ka negeri urang.. malahan sok wanieun ngalawan urang, arek nguasain lautan negeri urang, budaya urang! Rek naon deui maranehna teh?"

Rrrhhhggg.... lama kelamaan, saya makin bertanya-tanya, mau kemanakah negeri ini di bawa? Mau digimana-in??? Sekarang, terlebih udah dilantiknya Presiden beserta seluruh jajaran Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II- nya... Saya sangat berharap pada mereka semua, dapat membawa Indonesia ke depan menjadi lebih baik...

Saya sedih saat melihat di televisi, di jalan-jalan, rakyat dengan berlebel segala tetek bengek nya itu berdemo agar SBY bla...bla..blaa... ada yang mendo’kan, ada yang memprediksikan hal yang buruk-buruk tentang SBY.. ada yang bilang pelantikannya bisa jadi batal ... terus... kalau sekarang mereka berdemo agar SBY tidak jadi presiden, KENAPA bisa waktu PEMILU suaranya lebih dari 60%???? Ckckckck...ckckck...

Sekarang mah, seluruh lapisan masyarakat harus mendukung pemerintahan, memberi masukan, juga kritikan yang dapat membangun negeri ini, tong malah sing salahkeun.. da, manusa leutik kos kuring mah teu boga nanaon, jadina... sim kuring mah ngado’a supaya negeri ieu teh sing salameut... Ka saha deui rakyat kudu percaya???????? Upami pamarintah-na ( nu teu kaop jadi jelema benghar, nu boga kakuasaan) geus poho ka rakyatna... silih tuduh, silih nyalahkeun, arrgghhh... Sok we... ayeuna mah... sim kuring ngucapkeun, SELAMAT UNTUK INDONESIA, Walau Pemimpin negeri ini tetap SBY, yuk... seluruhnya... kita dukung pemerintahan ke depan!

Sunday, October 25, 2009

Ini tulisan Tuppi setelah baca Gading-Gading Ganesha...




Sabtu malam, sepulang dari Pesta Blogger, saya bertemu Tuppi. Tepatnya, dia ke rumah saya. Lalu, dia memperlihatkan tulisan ini di laptopnya. "Neng, ini baca... nulisnya cuma dikit, tapi abis itu tidurnya berjam-jam bablass.." haha, dasarrrr nya ajah pemalas.. hehe. *ga deng, bercanda..* Tupp, masih jadi pengangguran terselubung.. yang semoga tidak lama lagi akan dapat pekerjaan, semoga dia jadi Analis... (sepertinya ia memang lebih cocok jadi orang di belakang layar, menganalisis kebijakan permesinan... hehe) Berikut tulisannya:

Apakah ada yang pernah mendengar tentang suatu sistem penilaian dari seorang guru/dosen bahwa nilai 10 atau “A” itu merupakan nilai untuk Tuhan, nilai 9 atau “B” untuk beliau (guru/dosen tersebut) , dan nilai 8 atau “C” ke bawah merupakan nilai untuk siswa/mahasiswanya? Waktu saya sekolah di sekolah menengah, saya pernah mendengar ada seorang guru yang menerapkan sistem nilai seperti ini. kemudian, ketika saya membaca novel 3G alias Gading-Gading Ganesha baru-baru ini yang dikarang oleh ketua program studi Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB): ada juga yah seorang dosen yang menerapkan sistem nilai seperti itu.

Waktu pertama kali saya mendengar sistem penilaian tersebut, saya cuek aja, karena memang Tuhan itu Maha Sempurna, makanya wajar saja nilai Tuhan mendapat nilai sempurna, kemudian guru/dosen mendapat nilai di bawahnya karena beliau sudah mengetahui pelajaran/mata kuliah, dan lalu murid/mahasiswanya mendapat nilai di bawahnya karena mereka memang belum mengetahui bahwa pelajaran/mata kuliah tersebut tentang apa, dan lain semacamnya. Namun, secara iseng, saya mencoba memikirkan lagi tentang hal tersebut. Ternyata, (menurut saya pribadi) menemukan beberapa hal yang aneh.

1. Apakah manusia, yang notabene merupakan makhluk ciptaan-Nya, berhak untuk menilai Tuhannya yang menciptakan dia? Semua manusia yang sehat secara akal dan rohani pasti tidak meragukan bahwa Tuhan itu Maha Sempurna, lalu mengapa Tuhan juga perlu dinilai? Apakah Tuhan juga ikut mempelajari tentang pelajaran/mata kuliah tersebut? Apakah dia meragukan keberadaan-Nya? Wallahu alam. Atau, apakah itu dimaksudkan kepada setiap manusia yang bernama “Tuhan” akan mendapat nilai sempurna terus-menerus, walaupun nantinya dia tidak mengerti apa-apa?

2. Apakah seorang guru/dosen selalu benar, sehingga bisa mendapat nilai di bawah-Nya? Coba kita asumsikan bahwa guru/dosen tersebut tidak mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan di bidang tersebut. Dengan asumsi tersebut, saya menanyakan bahwa bukankah ilmu itu selalu berkembang, sehingga yang tadinya dianggap salah bisa menjadi benar, dan sebaliknya, atau menemukan sesuatu yang baru? Dengan melihat fakta tersebut, apakah beliau tidak menyadari bahwa guru/dosen juga seorang manusia biasa yang mempunyai kekhilafan? Atau hanya sebuah arogansi dari seorang guru/dosen, lalu dengan seenaknya menganggap murid-muridnya (maaf) bodoh?

3. Apakah dosen tersebut tidak menginginkan bahwa murid/mahasiswanya mendapatkan nilai yang bagus? Kalau begitu, apa motif beliau sebenarnya untuk mengajar dengan sistem penilaian yang seperti itu? Hanya sekadar memberikan ilmu yang beliau punya? Bukankah seorang guru/dosen mempunyai kepuasan batin ketika seorang murid/mahasiswanya menjadi seorang yang sukses? Atau, apakah tujuannya untuk merendahkan semangat juang dari murid/mahasiswanya? Bisa saja mereka berpikir bahwa, buat apa kita susah-susah belajar, toh nilai kita akan mentok di C adalah kurang dari 8, misalnya.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada semua guru/dosen, terutama beliau-beliau yang menerapkan sistem penilaian seperti itu, Saya membuat tulisan ini adalah untuk mengetahui motif/tujuan guru/dosen mengapa menerapkan sistem nilai tersebut dan kepada para calon guru/dosen yang ingin menerapkan sistem penilaian seperti ini untuk memikirkan ulang apakah pantas sistem penilaian tersebut diterapkan. Saya membuat tulisan ini bukan untuk menyarankan kepada para murid/mahasiswanya agar membangkang terhadap guru/dosen tersebut.
Apabila ada dari para pembaca yang tersinggung, saya memohon maaf. Saya membuat tulisan ini tidak untuk menyinggung siapapun. Terima kasih kepada teman-teman yang telah membaca tulisan saya ini yang mungkin tidak berguna :).

Wednesday, October 21, 2009

Dari Yusako's Desktop, kutulis hari-ku


Saya suka sekali dengan hari Jum'at. Apa kalian juga begitu? alasannya simple saja. karena kini, di kantorku, tiap hari Jum'at sudah boleh pakai pakaian bebas. terlebih semenjak tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional, maka, Jum'at seakan menjadi Hari Batik. Jumat=Batik. Ini beberapa gambar yang saya ambil pada hari ke 27 bulan Syawal atau hari ke-enambelas bulan Oktober.

Look at them.. So beautiful rite?



Pagi itu, masih tak nampak akan ada kejadian apa-apa, hingga, pada akhirnya gempa menguncang Jakarta sore hari.

klik gambar untuk memperbesar*

Bagaimana tidak membuat betis tegang? dua hari saya memulihkan betis yang rasanya seluruh otot nya tertarik. Saya dan banyak rekan lainnya harus menuruni gedung dari lantai ke-17. Dengan tangga manual. Ini adalah pengalaman saya pertama kejadian gempa berada di sebuah gedung di lantai paling atas. welehh..welehh... Setelah bergegas menuruni anak tangga satu per satu, kadang terinjak sendel orang di depan saya. atau kadang rok saya terinjak orang di belakang saya. Tapi, untunglah tidak mengebabkan kecelakaan di tempat. fyuuhh...

Nah, sampai di lantai bawah, langsung saya membereskan tas saya. dan segera pulang. ehhh, sampai di stasiun, ternyata eh...ternyata... persinyalan Kereta Api masih rusak. in hari kedua, hari sebelumnya juga ngaret lama banget. Sebenernya apa sih yangterjadi????

Alasannya sinyal dari Pasar Minggu ke Manggarai mati, sehingga musti mengantri lama, gantian hampir 30 menit baru lewat kereta lain, agar aman. Rggghhh, cuma, kalau setiap hari telat, yaa keqi juga kan... apalagi, kalau udah malam.

Lemesnya kaki masih kerasa... Di kereta-nya juga penuh sesak. (bisa langsung lanjut baca ke **) Manusia udah seperti sarden berjejer. tanpa celah. kebayang gak sih, saya saja sudah tidak mampu bergerak. bau manusia sudah bercampur jadi satu. Grrrhhh... Setelah satu per satu manusia itu habis. Turun di stasiun-demi-stasiun, saya memperhatikan apa saja yang menarik pandangan saya.. dan hasrat mengeluarkan kamera (saya bawa ke kantor untuk motret hari berbatik), akhirnya terlaksana... dan ini-lah gambar yang saya ambil....

klik gambar untuk memperbesar*


Katanya... ini Kereta SUDIRMAN EKSPRESS AC, tiketnya 8000 Rupiah(delapan ribu). Cuma keadaannya, tidak sesuai yang diharapkan. Sudah mahal, kondisinya kalau udah gangguan persinyalan dan mati listrik, persis kereta Odong-odong... ckckck...
(red: kereta Odong-odong adalah sebutan untuk kereta oven yang panas super duper, warnanya orange, biasanya mengangkut manusia, hewan seperti kambing dan ayam, sayur mayur, dan segala macam dagangan pasar dari Rangkasbitung hingga Angke, atau Parungpanjang hingga Kota... ah, pokoknya tujuannya jauh...)

Lihat gambar iklan kereta, "Dengan Membeli Tiket, Anda Turut Memelihara Kereta Ini"
sepertinya, kalau penumpang ekspress jarang yangga beli tiket. (kalau penumpang ekonomi 1500 Rupiah mah udah biasa ga beli tiket... ya wajar kalau keretanya butut... ;p, tapi sebaiknya, janganlah butut...gimana pun keselamatan penumpangharus diutamakan, tapi, ya dimulai dari tertib tiket dan itu perlu kesadaran dari setiap penumpang.)..

Cuma, keadaan yang kita lihat, kereta yang seharga 4500-8000 (tiketnya), ck..ck..ck.., sering AC nya mati. bukan sekali/dua kali, kami (para konsumen kereta) harus berlama-lama karena keretanya tiba-tiba mogok, atau kereta di depannya yang Odong-odong mogok, atau bahkan harus pindah dari kereta satu ke kereta lainnya... aduh, itu ribet banget... apalagi kalau lagi pakai Rok... hihihih...


Aduhai, musti ngelus dada... habis, mau gimana lagi yah... kalau ga naik kereta musti sampai di kantor jam berapa? Itulah... saya kira, yang para pengguna kereta beli adalah WAKTU. bukanlah kenyamanan berkereta. karena kereta Ekspress AC ajah sering berhenti-berhenti tiap stasiun. Mereka menjual waktu-waktu sibuk, misal jam berangkat kantor dan pulang kantor. Tentulah, mau berapa ajah tiketnya, yang beli tetep banyak.Wong butuh. Ya, ga?

Plisss lah, tiket yang sudah mahal, sesungguhnya, PT.KAI mampu menyediakan transportasi kereta rel listrik yang lebih mapan dan baik lagi... Plisss jangan telat-telat melulu! Orang kan pengen cepet sampai ke rumah, ini malah seringnya ngaret... (dari hari yang paling dalam).

(lanjutan **) sampai di stasiun pemberentian terakhir, saya sudah tak sanggup menaiki tangga stasiun, jadi saya menyusuri jalan rel yang berbatu. Masih menenteng kamera 1000D, saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan berpapasan dengan kereta batu bara.. hehehe.. maka saat riuh di angkasa suaranya, tuuuutt...tuuuttt... dan nyala lampunya menyorot ke arah saya, jepret..jepret... dapatlah dua gambar ini. Gambar yang indah, setidaknya membuat malamku yang sudah lelah, menjadi sedikit cerah. I got the picture... kuberi judul: Di antara Dua Rel Bisu.


klik gambar untuk memperbesar*


note: blog ini menyajikan tulisan dan gambar. gambar memiliki hak cipta sama seprti tulisan online pada umumnya. hal-hal berkaitan dengan pelanggaran hak cipta diatur UU yang berlaku di Indonesia.