Thursday, November 12, 2009

Hei, Mau Jadi Orang Kaya???!!!


Ini tentang penataan rencana keuangan pribadi...
Sayah tertarik untuk menulis ini, karena baru sajah sayah berdebat soal ini dengan teman se-ruang-an sayah soal orang kaya dan orang miskin...

intinya dia bilang gini: orang yang punya penghasilan 10 juta, tapi pengeluarannya musti 15 juta.. ituuh namanya orang miskin... orang kaya tuh penghasilan 1 juta, pengeluarannya 1 juta! sayah denger ituh jadi pengen ketawa.. dia  bilang, "loe sih ga dateng waktu ceramah Pak Ustadz"

Hehh... What??!!! Apa bener kaya gituh tuh Ustadz ngomong??? kayanya menyesatkan... Kalau nasehat ayah saya, kita banyak-banyak sedekah sama orang, kita akan dapat lebih banyak rezeki dari Allah... bukan malah kita kekurangan, ituh sayah percaya betul. Matematika-nya Allah tidak sama dengan matematika-nya manusia.. Itu kata-kata paling sayah suka dari nasehat ayah sayah..:D
  

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)


Nah, kalau soal hidup dengan penghasilan 1 juta pas dan pengeluaran 1 juta juga.. kayanya hmm... emang siyh, pas butuh - pas ada... hidup merih. hidup sederhana. hidup pas-pas-an.. Tapi hari ginih menerapkan hal seperti itu, nanti dlu...

Saya cukup yakin orang kaya adalah orang yang pandai bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya...

kalau dilihat dari segi finansial... sayah tertarik dengan Safir Senduk, kayanya cukup menginspirasi... mampir ke Safir Senduk deh... Safir Senduk memberikan 3 Kiat-kiat mensiasati krisis ekonomi...
  1. Miliki Uang Tunai & Pertahankan Keberadaannya Selama Mungkin,
  2. Miliki Produk Investasi Pendapatan Tetap, dan
  3. Miliki Sumber Penghasilan Lebih dari Satu.
Hm, menarik kan... banyak tips dan trik untuk "meng-aman-kan" keuangan pribadi... bagaimana pun, kita butuh emergency-cash... apa kawankuw setujuh?

Nah... kalau menurut Safir Senduk ada pos-pos tersenyembunyi yang sering kali luput dari hitungan; hadiah/kado dan juga ongkos perbaikan... Nah emang benerrr niyh... kadang dalam rencana belanja bulanan, pos untuk beli hadiah kan datangnya tiba-tiba.. hmm... apalagi kalau ada SALE di Matahari... hahah.. tiba-tiba lagi jalan, liat sendal imut... ckckck..

Nah, kalau tadi temen sayah bilang, orang yang kaya kalau pas-pas-an,,, saya kurang sreg.. kalau menurut sayah, lebih fair dan semoga ajah bisa dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari... misalkan sayah memiliki penghasilan 1 juta, maka urutkan menurut pos yang paling penting, juga termasuk di dalamnya pos menabung.  

Rem 1, Buat seketat mungkin dan paksakan menabung... 100 ribu sajah, misalnya. Tidak masalah. Yang penting kita telah menyisihkan-nya, save for the rainy day, yeah... Malah temen saya, Pak Irvan punya tabungan yang sengaja tidak pakai kartu ATM, biar ga bisa diambil… itulah fungsi tabungan.. jadiii… gak bocor gituh lhoh... hehehe... pisahkan antara rekening tabungan masa depan dengan rekening gaji… HIHIHI…..

Lalu tambahkan pula 100 ribu untuk emergency, kalau terjadi sesuatu di jalan misalnya. Maka kita punya uang cash setidaknya 100 ribu di dompet. ya... buat jaga-jaga ajah... 

Rem 2, berikutnya adalah; jangan bawa uang cash banyak-banyak di dalam dompet. Bawa-lah uang receh-an.. heheh.. Karena kalau gituh, bisa gelap mata beli ini ituh... dan ada pengalaman "kawan deket sayah" (ehemmm.. wkwkw, maaf niyh, akang!) pengalaman yang lebih bodoh lagi adalah menghabiskan 12 jam di mall hanya untuk memborong di midnite sell... HAHAHAH. Kenapa bodoh??? Pertama karena sebagaimana kita ketahui, mana ada usaha yang mau merugi.. jadilah harga dinaikin dulu, lalu baru-lah di-diskon... teruss, di mall kan musti bayar parkir dunk.. 12 jam, boyyy..

Rem 3, jangan pernah punya kartu kredit! Mungkin ini ekstrim buat pecinta shooping.. biasanya, iming-iming bunga 0% bikin ngiler.. ya ga siyh? Tapi ingat, kredit berarti berhutang... hutang dibawa sampai mati... Seremmm kan.. Upss.. yaa.. kalau memang keadaan memaksa kita mempunyai kartu kredit, pastikan; anda bayar jangan sampe lewat tanggal jatuh tempo tagihan.. jangan sampe lupa bayar. dan selalu rem-diri.. hihihi...


Ada lagi cerita yang ngejengkelin banget kalau tau niyh.. ada sales kartu kredit yang terbelit utang kreditnya sendiri.. gile... dapet satu sasaran, si sales dapat imbalan juga dunk... setelah dapat sekian sasaran, dia dapat juga fasilitas kredit dari perusahaannya.. terus, dia buka satu kartu, terus dua kartu, sampai lah lima kartu kredit-dengan limit berbeda-beda.. sampai pada titik nadirrrrr, dia tak mampu membayar tagihan beserta bunga-nya!

Setelah itu, dia dikejar-kejar debt collector, terus karena waktu ngisi form kan biasanya nyantumin orang yang bisa dihubungi (biasanya keluarga dekat), akhirrrrnyaaa... si penagih "maut" nagih ke rumah orang tua-nya (yang sudah tua reot...yang jantungan..) dengan kasar! menyedihkan sekali bisa ituh terjadi.. ckckck...  Nagih juga ke kakak-adik-nya, saudara-nya, ke semua nya ajah yang bisa di-jadi-in kambing item...

Inih orang kayan gini udah semestinya di-pites.... dikasih pelajaran! Gemessinn kan?! Semoga sayah tidak terjerumus ke dalam hal-hal seperti ini... Amiin...

Dan inti daripada tulisan ini adalah... (wkwkwkw) mau jadi orangkaya? Penghasilan boleh gede, tapi jiwa hidup sederhana musti tetep dipertahankan, niscaya akan cepet jadi orang kaya... (sederhana dalam hal tidak konsumtif gituhhh... ), dan jangan lupa sedekah...otreh ga tuh???

6 comments:

  1. Berhubung gue juga ikutan acara dengan ustadz dimaksud, gue ngerti omongan temen loe itu, yul.
    Kaya...selama ini identik dengan harta yang berlimpah. Tapi buat apa memiliki kekayaan yang banyak tapi tidak mencukupi kebutuhan atau memiliki harta banyak tapi tidak seluruhnya bisa dinikmati.

    Kita ambil contoh sebagai berikut: "Ada saudagar yang memiliki rumah dengan 100 kamar. Berapakah kamar yang bisa dia nikmati dalam satu malam? Hanya satu kamar saja kan..."

    "Ada saudagar yang memiliki harta sejumlah 1Milyar. Namun karena, pola hidup yg mewah atau musibah yg dialami, harus mengeluarkan uang di atas 1Milyar. Jadi kurang kan..."

    Nah, jadi jangan selalu menganggap yang "banyak" itu kaya. Tapi, bersyukurlah untuk semua yang telah kita terima hari ini.
    Btw, pagi ini gue kepikiran acara itu juga. Sampe mau posting segala curahan hati...

    ReplyDelete
  2. @Mei, gue setuju sama lo.. kalau itu bisa dimengerti, cuma apa yang si temen gue omongin ituh, gak realistis.. coba ajah dibaca lagi, gak logis ajah.. masalah dengan konsep berbicara. Well... thanks yah...

    ReplyDelete
  3. postingan yg bagus, Yul...setujuh banget sama kamu...org kaya itu adalah org yg pintar...dia ga cuma mikirin dunia, tp jg akhiratnya..di dunia dia kaya, trs mikir juga gmn spy dia bisa bawa kekayaannya sampe ke akhirat..mskpn di dunia dia ga punya uang 1 milyar, tp dia bisa menggunakan hartanya di jln Allah, sehingga Allah Swt membalas dg kebaikan di dunia & di akhirat...semoga kita bisa jadi orang kaya yg pintar yaa..amiin.. :)
    Btw, thanks udah mampir & komen di blog mb defi ya Yul :)

    ReplyDelete
  4. ada beberapa rumus alokasi duit kita, kalo di satu referensi, buat orang gajian ada rumus 1234:
    10% -> Infaq, zakat, dll
    20% -> investasi pengembangan pribadi spt ikut training, beli buku, dll
    30% -> tabungan
    40% -> konsumsi
    n pertanyaan lebih penting sebelum itung2an ini, "Apakah Anda SIAP menjadi orang kaya?" hmm...

    ReplyDelete
  5. Kesiapan kita harus dimulai dari Sekarang.. kalau gak, nti berantakan jadinya,,,,;D

    ReplyDelete