Thursday, November 26, 2009

Rumah Sakit, rumah yang sakit


Jangan Sakit, Sakit ituh mahal...

-cerita sakit hari pertama-


Di rumah ada motor rada besar-Thunder punya adik saya yang laki-laki. Hanya saja dia sekarang sudah tinggal di asrama mahasiswa, jadi-lah motor itu tak terpakai (mau dijualll... ada yang minat???) Alias numpang markir doang di rumah. Nah, awal muasalnya ayah mengeluarkan motor itu dari kandangnya. Lalu, agar rapi ditaruh di garasi, ayah mengangkat bagian belakang motor. Nah, gituh lah... tulang ekor ayah kerasa sakit... sebelumnya tidak kerasa apa-apa. Setelah itu barulah... seharian ayah jadi sakit, meringis kalau jalan. Akhirnya di kamar ajah. Sampai akhirnya, malam dicoba cara tradisional di teman ayah-katanya mah ada otot kejepit.

Ternyata berlangsung sampai keesokan harinya, hari Senin. Akhirnya ibu minta rujukan dari puskesmas terdekat. Dan si dokter bilang akan dirujuk ke Rumah Sakit Usada Insani di Tangerang- langsung tuh ayah sama ibu berangkat ke sana. Sampai di sana gak dapat kamar. (bagusss..padahal orang udah sakit dan didorong pakai kursi roda!) setelah ituh, kawanzku, orang rumah sakitnya gak transparan dan jujur. Pertama dia bilang dokternya datang jam 2, trus bilang jam 3, trus jam 5, trus terakhir lagi, jam 7! parah! dan selama itu, orangtua saya cuma disuruh duduk di ruang tunggu POLI. PAARAAAH BANGET!

Ibu tau si suster ngomong gituh waktu tuh suster ngomong rada bisik-bisik sama pasien yang baru datang. Emang dikira orangtua saya tuli apah??!!! langsung ajah orangtua saya keluar dari rumah sakit ituh dan pulang. HARI PERTAMA, itu gak dapat pelayanan- apalagi perawatan- sama sekali.


Dan tau kenapa? Karena ASKES NEGERI.. Ayah saya kan pegawai negeri sipil alias PNS, jadi dapat Askes negeri, ternyata ASKES negeri ini (paling tidak) ampuh.. yaa.. begitu lah.. kamu bisa ngerti kan? Waktu dikasihkan kartu ASKES ke petugas administrasi, langsung tuh ayah disuruh nunggu di POLI, tau sendiri kursi pelastik di Poli yang cuma cukup satu pantat ituhh, sebentar ajah malesss kan.. apalagi ini sampai berjam-jam! 

Ternyata sistem kasta itu sampai sekarang masih berlangsung ya, bung?

Oiyah, saya akan back flash ke belakang, tahun 2005-an waktu adik saya, Vee, harus operasi skoliosis di RS. Fatmawati. Dan itu menghabiskan puluhan juta untuk menanamkan sebuah plat besi (khusus) di sepanjang tulang belakangnya. Karena adik saya juga dapat Askes, dipakailah oleh orang tua saya-dengan maksud mendapat keringanan.. Cuma apa yang terjadi??? Potongan dari ASKES Cuma 400ribu-itu pun untuk biaya penginapan di rumah sakit.

Pertamanya: jangan sakit, sakit ituh mahal! 
bersambung kesini


(nb: jadi pengen baca buku "Orang Miskin Dilarang Sakit"- nya Eko Prasetyo... cover bukunya yang jadi cover postingan sayah inih...)

0 komentar:

Post a Comment