Friday, January 29, 2010

New Lines: Gaji Pejabat naik 20%

Jum'at, yusako punya menu baru- ada menu New Lines. Ternyata Jum'at ini mendapatkan berbagai berita mengenai negeri ini,, dari situs yang Update terus, detik.com dan kompas.com... berikut cuplikan-cuplikan tulisan-nya dan saya lampirkan juga sumber comotannya.. :
Jakarta - Kritik terhadap rencana kenaikan gaji anggota DPR dan sejumlah pejabat tinggi negara sebanyak 20 persen terus mengalir. Kenaikan tersebut dinilai sebagai pemborosan dan keputusan tidak berhati nurani.  

"Lengkap sudah kesimpulan kita kalau mereka memang tidak mempunyai nurani," kata Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang kepada detikcom, Kamis (28/1/2010) malam.

Menurut Salang, kenaikan tersebut tidak realistis dan tidak menunjukkan keberpihakan kepada rakyat kecil. Sementara ribuan buruh terancam akan kehilangan pekerjaannya akibat perdagangan bebas.

"Jadi kapan mereka bicara soal rakyat?" sindirnya.

Alasan peningkatan produktivitas dan mencegah korupsi, kata Salang, dianggap tidak relevan. Kenaikan gaji belum memiliki korelasi dengan aktivitas korupsi.

"Belum ada bukti peningkatan gaji diiringin berkurangnya korupsi di kalangan pejabat kita," tukasnya.

Salang menduga, keputusan kenaikan gaji telah didesain sejak awal oleh DPR dan Pemerintah. Keduanya telah bersekongkol untuk menguras habis uang rakyat.

"Utang kita semakin besar tiap tahun. Bukan untuk rakyat malah untuk dipakai beli fasilitas pejabat dan kenaikan gaji, gimana ini?" tandasnya.

"Kita berharap keputusan itu dibatalkan dan pejabat kita, anggota DPR lebih berpihak kepada rakyat," pungkasnya. (ape/nvc)
sumber : di sini
*
JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah menaikkan gaji pejabat sebesar 20 persen mulai Maret 2010 dinilai sebagai suatu hal yang keterlaluan dan mengecewakan. Pemerintah beralasan, kenaikan gaji tersebut demi mencegah tindak korupsi di kalangan pejabat.

"Pemberantasan korupsi tidak ada hubungannya dengan kenaikan gaji. Jika mau memberantas korupsi, perkuat KPK, bukan dengan menaikkan gaji," ujar Koordinator ICW Danang Widoyoko, Kamis (28/1/2010) di Jakarta.

Danang mencontohkan, pemerintah pernah menaikkan gaji pegawai bea cukai sebesar 500 persen. Nyatanya, korupsi tetap terjadi di bea cukai. Aktivis antikorupsi tersebut mengatakan, korupsi di tingkat pejabat bukan atas dasar kebutuhan (need), tapi keserakahan (greed). "Kenaikan gaji pejabat harus ditolak," tegasnya.

sumber: di sini
*
Eep: Presiden SBY Tidak Kuat
Kamis, 28 Januari 2010 | 20:06 WIB
(Eep Saefullah Fatah)
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik Eep Saefulloh Fatah mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bukanlah orang yang kuat. Hal tersebut disampaikannya dalam acara peluncuran buku In Our Time: Pidato-pidato yang Membentuk Dunia Modern di Jakarta, Kamis (28/1/2010).

"Saya mengatakan ini sebagai warga negara, dan saya bisa keliru tentu saja. Pak SBY tidak kuat. Bukan orang yang kuat," kata Eep.
Menurut Eep, kalau Presiden SBY orang kuat, tentu dia akan bertanggung jawab dan mengambil alih kasus Bank Century. "Seluruh tanggung jawab akan saya ambil alih dan bagi siapa saja yang tidak bersepakat, mari kita selesaikan lewat proses hukum, politik, birokrasi, dan publik yang demokratis," ucap dosen Universitas Indonesia itu menirukan gaya Presiden SBY.

Eep berharap, kata-kata itulah yang diucapkan Presiden. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa untuk seorang Presiden yang menang dengan 60,8 persen suara ketika pemilu, SBY seharusnya tampil lebih kuat.

Terkait dengan kasus Bank Century yang dapat dilihat dari komposisi anggota Pansus Century saja, Eep berpendapat bahwa ujungnya sudah dapat ditebak. Anggota Pansus Century yang memihak pemerintah lebih banyak daripada yang menentang. "Kalau saya masuk, saya memilih mundur. Sulit diharapkan. Jangan terlalu diambil hati sampai Anda menderita karena proses pansus itu," pungkasnya disambut tawa tamu yang datang.
 sumber: di sini
Gaji Pejabat Naik 20%
Mendagri: Gaji Pejabat Masih Jauh Bila Dibandingkan Direktur Swasta
Mega Putra Ratya - detikNews

Jakarta - Rencana kenaikan gaji bagi para pejabat hingga 20 persen dinilai sesuatu yang wajar. Bahkan, angka itu masih jauh jika dibandingkan dengan gaji para direktur perusahaan swasta.

"Gaji saya nggak masalah mau naik mau turun. Tapi kalau kita lihat komparatif dengan beban tugas atau dengan direktur perusahaan swasta itu jauh," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, di Gedung Depdagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (29/1/2010).

Gamawan juga meminta publik melihat gaji para pejabat di daerah. Sebagai contoh, gaji bupati besarnya Rp 6,3 juta. Menurut dia, gaji itu sama saja dengan gaji seorang sopir perusahaan swasta di Jakarta. "Kalau dinaikan 20 persen apa berlebihan?" cetusnya.

Sedangkan untuk gaji gubernur, imbuh Gamawan, besarnya mencapai Rp 8,7 juta. Jika dibandingkan dengan seorang kepala cabang sebuah bank, maka besarnya masih kalah. "Atau mungkin bisa 2 kali lipatnya," lanjut mantan Gubernur Sumatera Barat ini.

Namun, ia menegaskan, tidak dalam posisi mendukung atau menolak kenaikan gaji. Kebijakan itu diserahkan sepenuhnya pada Kementerian Keuangan dan pejabat lain yang berwenang,

"Ini pembahasan periode lalu, sedangkan peneriman gaji mulai tahun ini. Jadi dulu saya waktu jadi gubernur saya bebas turun naik gaji, sekarang tidak. Dimana imam rukuk, ma'mum juga rukuk," tutupnya.
sumber: di sini

Gaji negeri mau dibandingin yang yang swasta??? statemenn Mendagri yang sangat ckckc.. ntahvava banget. Namanya Pegawai negeri sipil, kan pengabdian pada negara.. gak bisa disandingkan dengan swasta, ya, ga Sobt??? liat ajah kerjaannya.. Hmmm, soal remunerasi, kayanya itu ide bagus yang bisa diterapkan pada pegawai pemerintahan, yang kerja dan berkonstribusi banyak akan mendapatkan hak nya yang sesuai dengan kerjaannya.. ya gak??? yaa, yang adil kan gak mesti sama- yang adil adalah keseimbangan. bukan begitu? (yang penting kerjaannya tuh jelas hasilnya, beres tujuannya, dan bersih birokrasi...Amiin...)

Sobtz, see... Sungguh kita masih mencari-CARI karakteristik pemimpin untuk bangsa ini yang seperti apa? dan siapakah pemimpin yang layak dan mapan untuk memimpin negeri yang sarat "pernak-pernik"-nya... kamu kh selanjutnya presiden Indonesia? ;D

0 komentar:

Post a Comment