Danboo

Danboo tuh kependekan dari Danboard, dibuat dari kertas karton board. Yang pertama kali mengkreasikannya adalah Azuma Kiyohiko seorang komikus serial manga Yotsuba

Do'a di Tahun Baru 2012

Sobat yusako... akhirnya bisa ketemu blog lagi.. :) Subhanalloh Allah masih memberikan kita kesempatan untuk terus meng-upgrade diri kita.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Pelajaran dari Dapur

Seorang ayah dan anak laki-laki nya sedang bercakap-cakap sore itu. Ayah nya menunjukan tiga benda yang ada di dapur. Ada wortel, ada telur, dan ada juga kopi.

Aku ingin hidup!

Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium

Sunday, February 28, 2010

ke ngaji yuk

Hari Minggu yang panas bagai di sahara. Saat terik itu sedang kebangetan, saya membawa motor tua '95 milik orangtua saya tentunya menuju Delatinos. Rumah salah satu blogger, mba Defi, namanya. Saya kenal pertama kali di Pesta Blogger 2009. 

Kali ini, saya memenuhi undangan kumpul blogger yang punya komuniti Ngaji Yuk di fesbuk. Rumahnya sangat luas, berada di dekat sungai, di bilangan Bumi Serpong.. hihi.. Hidup Serpong! wkwkw.. Dengan gaya anak muda pastinya, kaos, jeans, dan kerudung paris nge-baby pink.. Eh, pas nyampe sana, yang kutemui adalah emak-emak, alias kebanyakan udah ibu rumah tangga. Dan yang bikin kinclong, gue nge-pink sendiri, yang lain pada dress code an coklat..ckckck.. koq gak dikasih tau yaa, gue? haha.

Ya, karena datangnya lumayan telat. Haha, ya saya sih ikut dengerin ajah apa kata ustadzah nya-gaul gituh-bahasanya blak-blak-an.. Saya, kalau soal majelis gini, saya ambil ajah yang saya percayai kebenarannya. kalauada yang ganjel, saya lebih baik cari langsung ke sunah-nya. :)
Alhasil, memang niatanan Mba Defi ngundang biar ada sie.dokumentasi, akhirnya, untungnya, ada Mba Eri (kenalan yang ikut di acara itu juga) yang bawa kamera sama persis sama gue. tapi beda-nya lensa kit dia seri II dan gak punya IS, jadi hasilnya rada goyang. tapi, kayanya ada banyak photowork gue di kamera itu yang bagus. buktinya, barusan waktu saya mampir ke fesbuk, udah ada ajah poto-poto saya, gratis tuh, gak pakai water mark.. haha.. emak-emak.. ckckc.. gayanya masih ajah pada narsis.. ckck..  ya lumayan gak musti make kamera gue jadinya.. haha.. (kan hemat Shooter count gituh loh.. wkwk)

Well, hari ini super panas.. ujan juga cuma dikit, gak deras.. Saya koq jadi rindu hujan yang deras, yang indah di llihat di jendela, dan harum bebauan tanah.. Karena sudah malam, besok sudah harus menempuh hari baru di bulan Maret, saya sudahin dulu yah.. (hehe.. katanya mau absen nge posting, eh, ada ide nulis.. jadi ajah hadir lagi inih si yusako.. hehe.. ) makasih ya,Sobtz!

Saturday, February 27, 2010

My Name is KHAN, how do u like?

Eh..eh... udah liat My Name is KHAN belum? gue sama Idah hari Selasa (23/2) lalu nonton di ex-Plaza Indonesia.. film ini emang ga diputer di semua bioskop, sepertinya untuk saat ini. Berawal dari si boss yang bilang film ini sedih banget dari awal sampai akhir dia nangis. Buehh, pas ku nonton sama Idah, yang ada kita banyak ketawa, sesekali meneteskan air mata, dan juga kesal, emosional dipermainkan alur cerita. Gue angkat jempol buat film India yang satu ini. Why? Why?
Karena film ini, melihat kisah dari sudut pandang berbeda. Dan sering kali memang terlupakan. Berikut secuil komen yusako.. (heheh..)...
  1. Syndrom Asperger yang diderita Khan sejak kecil, belum pernah ada yang mengangkatnya. Ya, mungkin film-film Hollywood juga belum ada yang punya tema kaya gini.(eitss. ada gak sih?)
  2. Penokohan yang sangat lekat antara pemain dan peran yang dimainkan. Membuat film ini serasa bener-bener nyata. (haha..)
  3. Amerika sebagai negara besar yang penduduknya sangat heterogen, banyak yang berasal dari luar Amerika (imigran dari berbagai negara di muka bumi ini), salah satunya yaa negeri kita ini Indonesia, dan juga India..
  4. Di film ini, saya berani angkat jempol, karena, si sutradara dan tentu para kru film nya hebat membidik tema. Tema film Holliwoooodd...yang memang sering kali rasis, kalah sama film ini, walau aura rasis kental banget di film ini, tapi, beda penyajiannya. Hm, si Khan yang berasal dari Mumbai-India, dan berkepercayaan dan beragama Islam di tengah-tengah kota yang sangat mengerikan (kutipan kalimat Khan saat sampai di Amerika..) hehe..Kebayang memang, gimana jadi orang minoritas di tengah negara besar gituh..
  5. Film ini alur nya sangat cantik. Saya menyebutnya, alur melingkar. Karena semua sempurna, tidak ada yang terpotong.. hihi..
  6. Ke-Islam-an yang ada dalam potongan film ini, saat, Khan menikahi Mandira (gadis India beragama Hindi..), sangat dramatis sekali.. Adik Risvan Khan yang juga berada di Amerika memutuskan tali saudara kepadanya. Memang setau saya, dalam Islam, menikah harus dengan yang se-iman, se-kufu. (semoga tidak salah...) Jadilah, dalam waktu yang lama, Khan tidak berhubungan dengan adik dan adik iparnya. Sampai suatu kejadian 9/11.
  7. Kejadian 9/11 yang selama ini kita dengar di berita-berita, di film-film buatan Amerika, dan segala macam hal yang berkenaan dengan kejadian menyeramkan akan robohnya WTC di Amerika itu telah membuat sinisme anti-Islam di banyak penjuru dunia. Dan saya berterimakasih kepada film India ini, karenanya lah-semoga, film ini membukakan mata dunia akan Islam. Karena sesungguhnya di muka bumi ini hanya ada dua insan (cuplikan kata-kata ibu Risvan yang sangat mengena buat saya): orang yang baik dan orang yang tidak baik.
  8. Menurut saya, film ini membuat pencerahan tentang, tidak semua orang Islam bergaris keras. Islam cinta perdamaian. Islam tidak suka peperangan. Adegan yang sangat kental saat, Khan berada di mesjid dekat gedung di mana presiden AS akan tampil. Sekelompok orang di mesjid ada yang sedang melakukan provokasi untuk berjihad. Namun, aksi provokasi itu sangat mengganggu telinga si Khan, hingga Khan pun dengan cepat membantahnya, dan orang-orang di majelis itu pun sebagian ada yang mendengarkannya. Setelah itu dia pergi keluar mesjid, dan tiba-tiba kembali lagi, sambil berkata, "Dia Iblis...dia iblis..." kepada si dokter yang menjadi provokator itu. Super duper mantabb..
  9. Film drama ini berdurasi kurang lebih 3 jam. Jadi persiapkanlah diri anda (buat yang mau nonton), mengantre tiket, karena tiketnya laku keras.. hehe.. perbekalan juga baju hangat. hehe..
  10. Pokoknya pecinta film drama kudu liat ini. Memang film ini bukan film history, tapi, tema yang diangkat mengenai kejadian yang sangat berimbas pada dunia itu sungguh luar biasa. Bollywood bisa nampilin film yang gak cuma joged-joged. Buat kamu yang ngira film India yang satu ini bakalan kaya film-film India yang ada selama ini, jangan salah. Kamu gak akan nemui sherif yang suka ada di film India, atau wanita-wanita dengan ber-sari berjoged-joged tiap kali ada adegan yang bisa dibikin nari-nya.. haha.. Yang pasti ini film sebenernya bukan masalah agama-nya ajah yang ditonjolin, tapi cinta kasih dan toleransi hidup, it's all about humanity! :) (WISH Indonesia punya film sehabat Bolliwood... WISH Indonesia anak bangsanya gak dicecokin sinetron yang hanya mengumbar mimpi-mimpi akan materialistik, dan duniawi.. kapan ya Indonesia punya film yang berpengaruh terhadap dunia??)
Okey.. mumpung lagi libur, sok atuh geura, liat pelem iue.. hehe.. Di kantor, blogger.com udah kena banned. Banyak kayanya yang punya blog, ga cuma gue doang. Akhirnya, gak bisa nge-blog sama sekali. Sementara, koneksi TELKOMSEL FLASH JELEEEEEEEEEEEEEEEEEEEK BANGET!!! parah banget. super duper buruk. Padahal awal2 make kartu ini okey okey ajah. Dua bulan ke mari, amit-amit. Aku pengen banget ngejek-ngejek. Soalnya, emang bener-bener. Dulu waktu pindah ke-kosan, saya masih bisa lah update, ini, konek di kosan, ya di kantor, cuma mentok di GPRR, UMTS, atau HSUPA... yang pasti kalau HSDPA itu baru bagus. dan biasanya dulu-dulu kaya gituh. Bayar tiap bulan tapi ga make sama sekali. dzolim tuh berarti yah gak? bosen ngedumelinnya.... :( 

Oiyah, mungkin dalam beberapa minggu ke depan, yusako absen dulu buat update. Mohon Maaf kalau ada kesalahan kata yah.. yusako absen untuk meniti masa depan dulu.. hihi.. jadi, postingan ini cukup di sini dulu.. okey.. jangan lupa tinggalin pesan kamu, komen kamu, dan semua kritik membangun kamu buat yusako.. makasih yak!

Monday, February 22, 2010

Arrg...Bugg...!!


Upss... begini alkisah...kuakui aku bukanlah orang yang sangat humoris. Cenderung serius namun sangat suka berkawan dengan banyak orang. Hari Sabtu lalu, saya buktikan itu... begini ceritanya...

Sabtu lalu, saya punya sedikit miss-comm sama My Tuppz. Sebenarnya, masalah kecil sekali... ya, tentang kata. cuma sebatas kata yang dirangkai jadi kalimat dan bahasa untuk diucapkan. Hehe.. Gak bisa lama-lama punya salah paham sama si Mr.beloved ini, ya, hari itu musti selesai. Akhirnya, kukerjai saja dia... Kan Tuppz datang udah sore, karena gak bawa kendaraan (Sebelumnya juga ujan gede.. cuma kenapa gak berangkat sebelum hujan.. uhh, sebel! wkwk).. (dan emang dia belum punya kendaraan sendiri, biasanya minjem kakak iparnya atau bapaknya, walau sekarang gak berani bawa iis si yaris milik bapak karena pernah membuatnya lecet-baret-baret, hihihi)

Waktu dia sudah di rumah, kukerjai nya begini: "Kita mau kemana? Udah sore gini?"
Dia gak jawab. Bingung.
Tapi, aku langsung bergegas, ambil tas kecil ku, dan "Ayo kita jalan..."
Dia tanya mau kemana. Dan saya jawab, "Ga tau.."

Beruntung masih dalam komplek, ada angkot menuju BSD. Langsung saya menuju angkot itu, cuma Tuppz belum kukasih tau kita mau kemana. (dia ngikut ajah gituh saya naik ke angkot..hehe.. emang Tupz baik banget! heheh..) Dan sebenernya, saat naik angkot itu, barulah saya memutuskan mau kemana saya dan Tuppz sore itu. (hehehe..Peace Tuppz..)

Setelah itu, kami hanya diem-diem ajah. Sampai dia bertanya begini, "Kita mau ke mana?"
Saya jawab, "Ga tau.."

Haha.. Sampai-lah angkot itu di terminal trans BSD. Dan Adzan Magrib pun berkumandang, dan saya mencari musholla untuk solat. Di dalam taman jajan ada! Alhamdulillah! Nah, Sampai saat itu, Tuppz belum juga tau maksud saya ke sini tuh apa.

Sampai akhirnya, setelah Tuppz solat dan saya sudah menyantap makanan bekel saya dari rumah, (bukan maksud ngirit sebenernya, saya suka ajah menu masakan di rumah, kalau gak dibekel, nanti pasti kehabisan sama orang rumah. hehe..) Tuppz pesan nasi goreng (untuk rounde 1) dan sate padang ga pakai lontong  (berdua sih ngajaknya.. hehe,, ini rounde 2) kucluk..kucluk.. Ebi dan Bayu.... ! pasangan baru datang!  Tuppz bilang, "Sudah kuduga.." halah, Akang ini,,, :p

Hahaha.. Jadi, sepanjang jalan di angkot itu, sesungguhnya saya sms-an sama Ebi, ngajak dia ketemu. Dan Ebi membawa Bayu, kekasihnya yang "ditemu-kan" di kota Samarinda waktu dinas kerja di sana bulan lalu.. ckckck, 3 minggu mendapat cinta sejati.. uhuyy, Samarinda penuh kenangan! wkwkw..

Ebi-Ebi.... kecil-kecil gituh udah mau lamaran! hebat banget si Bayu.. Selamat dan sukses ya! (do'a-kan Yuli dan Tuppi yah, Sobtz...) moga sampai kakek dan nenek... (Ups.. kapan yaa kita maju???) :shy: menunggu Tuppz nih.. :lirik tupp: wkwkw.. Sobtz, saya baru menyadari kenapa jadi pusing.. Tupp dapat tawaran beasiswa dari dosennya di ITB. Beasiswa ini untuk kuliah di UNSW... berarti itu....jauh! Tahun ini saya memang ada rencana melanjutkan kuliah lagi, oleh karena itu, sekarang lagi mempertajam kebisa TOEFL.. cuma, kalau Tuppz nya berangkat jauh... Arrgh.. Buggg.... aku mimpi gak sihh....

Friday, February 19, 2010

Wolfman o..owh!

O..Owh! Sobtz... gue punya cerita nih soal semalam. jadi sepulang dari kantor bareng temen sekantor. Idah namanya. Eit... ditambah Dedi. Sambil jalan, kita ngobrol-ngobrol. Lalu, gue ma Idah jadi berencana nonton film. Idah suka banget nonton di Setiabudi 21 karena kosannya deket dari sana. Tinggal jalan, eeh nyampe..

Nah, udah gituh, jalan lah kita bertiga, sampai di tengah jalan udah deket kosan saya, eh, Dedi membatalkan niatnya.. (mungkin ada keperluan mendadak..) Pinali, gue sama Idah jalan berdua. Saya mampir ke kosan Idah, numpang naro tas bentar.. Dan kita buru-buru jalan. Gue sih ga kebayang kalau suka jalan sendiri, nonton sendiri, malam-malam pula.. si Idah sering! ckckc..

Dah sampe sana, gue udah pegel kaki, capek boow.. udah mana gerimis-gerimis gituh.. ckckc.. Well, gue trus langsung menuju pop corn dan beli soft drink..! Ternyata pas banget, uang di dompet cuma 2 lembar 10 ribuan dan beberapa lembar uang seribuan. Saya membayar snack itu sebesar 22 ribu. Ya berarti sisanya tinggal berapa ribu lagi. Ehh, clukk..kuclukk..kuclukk.. Idah datang, "Mba Yuli.... idah gak bawa uang..uang Idah ketingalan di jas.. cuma ada buat 1 tiket.." Hahhh..! wkwkwk..

Akhirnya, akal cerdik gue langsung berpikir melihat dompet, Ada! kartu debit! haha.. semoga masih ada uangnya yang bisa yang kepake.. hehehe.. Akhirnya, gue kasihkan sama Idah, dan swipp, terbayar, 30ribu! haha.. Bayangkan 30ribu rupiah pun kita gak punya di dompet  wkwkwkw.. (krisis udah tanggal tua!) wkwkw...

Udah gituh, film nya niyh THE WALFMAN! Aduh, Idah... dia suka film kek gini pula.. dan gue gak suka pelem-pelem menjijikan gituh. Lebih tepatnya ganas dan kejam! Fyuhh... Idah sepanjang film yang ada malah ketawa-ketawa liat gue gak jelas,. gue masang headset dengan full musik, dan sesekali balas sms dari Tuppi dan temen kosan. heheh...

Jadi ceritanya, ada keluarga bangsawan di Inggris- di tahun 1880-an keluarga Talbot namanya. Sang ibu mati dibunuh suaminya sendiri yang sudah menjadi serigala jadi-jadian.. Dan, ternyata, serigala ini membunuh juga salah satu anaknya yang bernama Ben (yang akan segera menikah dengan Gwen). Lawrence-saudara kandung Ben-yang seorang aktor di New York kembali ke Inggris untuk mengungkap kematian ganas ituh. Dan cerita pun berjalan dengan sangat menjijikan.. karena serigala itu muncul tiap bulan purnama dan membunuh banyak warga dengan sangat ganas!

Dan saat itu, Lawrence pun terkena gigitan serigala tersebut-dan itu menjadikannya juga manusia serigala! tapi, gigitan nya bisa sembuh dengan cepat dan itu membuat dokter dan warga kota itu penasaran. dan karena beberapa malam purnama terjadi kejahatan Walfman, wew! Akhirnya, tuduhan pun kepadanya. Polisi kota dan warga menangkapnya... Tapi, setelah itu, saat ayahnya mengunjungi di penjara khusus, ayahnya memberitahukan bahwa sesungguhnya ini adalah takdir. Karena ternyata selama ini, ayahnya lah yang telah berbuat kejam dan sebagai WALFMAN yang membuat kota ketakutan... ayahnya juga yang membunuh ibu dan adiknya.. 
 
Oleh karena itu, Lawrence bertekad untuk membalas ayahnya. Bagaimana Lawrence bisa keluar dari penjara khusus itu? Saksikan di bioskop kesayangan anda yakk.. Hehe yang pasti pertempuran antara keduanya pun terjadi di kediaman Talbot-yang kemudian menjadikan kediaman Talbot habis kebakaran. Dan Lawrence si serigala jadi-jadian ini pun di"bebaskan" oleh Gwen yang berhasil menembaknya dengan pistol...  Oiyah, waktu pertempuran di kediaman Talbot, Lawrence Si Walfman sempat melukai si inspektur.. Nah.. kalian tauu kan.. selanjutnya...??? heheh... Selebihnya tentukan, berani gak nonton di bioskop.. :p

foto pinjem di sini: foto ke-1 dan foto ke-2

Tuesday, February 16, 2010

Uluran Tanganmu, Sobt...

Sobtz Yusako, pagi ini saya membaca halaman ini dan sangat terenyuh.. Saya melalui postingan blog ini, hanya ingin mengetuk hati para blogger dan pembaca umum lainnya untuk membantu mengulurkan tangan demi kemanusiaan... Sesungguhnya, manusia pada hakekatnya hidup bermasyarakat dan saling membantu dalam kesulitan... Semoga kita semua dapat meringankan penderitaan Toriq...

Jakarta - Malang nian nasib Muhammad Toriq (2 bulan). Toriq yang kelebihan cairan di kepalanya ini harus tidur di Masjid sambil menunggu hasil pemeriksaan RSCM.....
Kami dari Cilegon, nunggu diperiksa tanggal 24 Februari nanti, sudah setengah bulan tidur di sini," ujar Ripah. (-dari detik)
Sobtz, ini informasi tentang penyakit yang diderita Toriq, dan banyak anak lainnya di Indonesia... (kalau bukan kita, siapa lagi????) 

Hydrochepalus is excessive accumulation of cerebrospinal fluid within the cranium. If persistent and progressive, it is treated by shunt insertion. Recently other methods of treatment were introduced and these will be discussed in the appropriate section.
About 30 years ago before shunts were available children with hydrochepalus, either died or left with severe disability. With the introduction of shunts procedures, hydrocephalic child can lead a reasonable normal life and normal life expectancy.

Hydrochepalus is described either as obstructive or non communicating and non-obstructive or communicating. This relates to the level of obstruction and whether CSF exits from the foramina in the roof of the 4th ventricle or is fully trapped within the ventricular system. Hydrochepalus is also classified as acquired when it is caused by acquired causes or congenital. In congenital hydrochepalus it is caused by either excessive production of CFS, blockage to the CFS drainage or reduced excretion into the venous channels.
Indonesia vers. 

Hydrochepalus adalah jenis penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan cerebrospinal didalam tempurung kepala. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak, khususnya pusat-pusat saraf vital. Tulang tengkorak bayi di bawah dua tahun yang belum menutup akan memungkinkan kepala bayi membesar akibat tekanan ini.
Cairan otak terletak di dalam ruang khusus yang disebut sebagai ventrikel dan diproduksi oleh sel-sel dalam ventrikel yang dikenal sebagai choroid plexuses. Jumlah produksi cairan tersebut pada manusia adalah 0,5 mililiter (ml) setiap menit. Cairan itu secara teratur diproduksi dan mengalir dari ventrikel satu ke yang lain, ke luar di sekitar otak, rongga sumsum tulang belakang kemudian di serap ke pembuluh darah balik. Pada keadaan normal, tekanan cairan CSF (Cerebro Spinal Fluid) untuk bayi dan anak adalah 40-50 mms. Penyebab Hydrochepalus sebagai berikut:
  1. Berlebihan sekresi CSF oleh choroidplexuses seperti kasus choroidplexuses papiloma atau karsinoma. Kasus ini termasuk langka dan jarang ditemui.
  2. Terjadi penyumbatan ke sirkulasi CSF. Ini biasanya terlihat pada koloid kista dan tumor ventrikel ketiga atau tumor hipotalamus. Penyebab paling umum adalah hydrochepalus obstruktif stenosis kongenital saluran air. Ada penyempitan atau penyumbatan lengkap dari saluran-saluran tersebut. Akibatnya pada anak usia dini dengan ventrikel berdilatasi adalah kepala menjadi besar.
  3. Tumor fosa posterior adalah penyebab umum obstruktif hydrochepalus karena penyumbatan ventrikel ke-4. Medulloblastoma, kista astrocytoma dan ependymoma semua dapat menyebabkan obstruktif hydrochepalus. Ini merupakan kondisi bawaan yang terkait dengan agenesis dari cerebellar vermis.
  4.  Penyempitan ruang sekresi CSF ke sinus vena yang disebabkan oleh jaringan parut dari vili arachnoid dan umumnya terjadi setelah ada kasus meningitis atau perdarahan.
So, apalagi yang kita tunggu.... kita coba bantu seikhlasnya yukk.... salam selalu!

Sunday, February 14, 2010

Bikin Gambar Melayang

Saya merasa sangat terbantu oleh para pemilik blog tutorial buat blogspot... Makanya, dengan rasa hormat, saya copas sebagian informasi yang saya dapatkan di sini, sebagai membagikan ilmu agar lebih bermanfaatkan.. tentunya, berbagi tidak pernah rugi.... makasih buat albri. Kedepan, Insya Allah, yusako akan membagi-bagikan ilmu yang didapat dari blogger-blogger di ranah per-blog-an, yaa, semoga jadi tambah banyak info ter-record di paman Google.. *kalau saya mah belum ada ilmu nya, masih pengetahuan dari mambaca link-link orang.. hihihi..*

Gambar melayang yang dimaksud adalah seperti gambar back to top di blog ini, bukan membikin gambar melayang ke angkasa. Gambar tersebut akan selalu tampil saat halaman digulung. Gambar melayang dapat diisi iklan gambar dan lain-lain, tujuannya tentu agar diperhatikan. Dengan selalu tampil sepanjang halaman-halaman blog dibuka maka kemungkinan menarik pengunjung melihat tentu tinggi. Ini salah satu trik dasar sebuah website atau blog. 
 
Artikel tutorial ini sebenarnya menjawab pertanyaan kawan blogger pada email masuk. Daripada saya balas via email lebih baik saya posting disini, itung-itung nambah postingan. Karena search engine google konon cinta sama blog/website yang kaya konten, begitu katanya setelah saya tahu Google lebih mendalam

Begini nih cara memasang di blogspot:
PERTAMA
Masuk ke blogger dashboard dan masuk pada edit template. Kemudian cari kode: 



Kalau sudah ketemu copy code dibawah ini dan paste diatas kode tadi. Eh iya pilih salah satu kode dari 4 pilihan posisi dibawah ini, jangan dicopy semuanya. Maksudnya misalnya anda memilih "posisi kiri atas", maka gambar melayang akan ada disebelah kiri atas layar.

kalau mau ditempatin di kiri atas, copas lah kode yang ini:

#ngawang {
top:10px;
left:10px;
position:fixed;
_position:absolute;
clip:inherit;
_top:expression(document.documentElement.scrollTop+document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight);
_left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth);
}
#ngawang a img {border:0}


kalau mau ditempatin di kanan atas, copas lah kode yang ini:
#ngawang {
top:10px;
right:10px;
position:fixed;
_position:absolute;
clip:inherit;
_top:expression(document.documentElement.scrollTop+document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight);
_left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth);
}
#ngawang a img {border:0}

kalau mau ditempatin di kiri bawah, copas lah kode yang ini:
#ngawang {
bottom:10px;
left:10px;
position:fixed;
_position:absolute;
clip:inherit;
_top:expression(document.documentElement.scrollTop+document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight);
_left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth);
}
#ngawang a img {border:0}


kalau mau ditempatin di kanan bawah, copas lah kode yang ini:

#ngawang {
bottom:10px;
right:10px;
position:fixed;
_position:absolute;
clip:inherit;
_top:expression(document.documentElement.scrollTop+document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight);
_left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth);
}
#ngawang a img {border:0}

Sudah? simpan template anda untuk mengecek apakah ada error apa tidak.

KEDUA
Sekarang cari kode: (dibagian bawah template)


Kalau sudah ketemu maka letakkan kode dibawah ini diatas kode tadi. 


Kode diatas silahkan diedit dulu, warna merah ganti dengan alamat target halaman yang kamu inginkan, sedangkan warna hijau adalah alamat gambar yang ingin dipasang.  Gimana? sudah Siip? pastikan kode gak ada yang salah.. dan Save deh... jadilah melayang... :) Semoga bermanfaat, Sobtz Yusako!

Sabtu: di akhir hujan, nge-XXI

Di hari Sabtu, cuma ada saya dan Isan-adik laki-laki saya di rumah.. Mau nonton niatannya.. (heeh nonton lagii.. hehehe), ya sehari-hari Isan kuliah melulu, ya, kapan lagi dia pulang terus nonton bareng dia.. Ya sudah, niatlah kami berdua mau nonton, cuma..hujan mengguyur seharian... saya juga masih ngantuk heheh... walhasil sambil menunggu hujan berhenti, saya pun tidur..wkwkwkw..(menu paling cihuy kalau wiken..:p)

Film pilihan kami adalah "Percy Jackson, si anak dewa Poseidon" (judul sebenernya: Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief (2010)). Ada pengalaman memalukan dan sungguh kocak! jadi ceritanya, kami naik motor bebek yang rantenya rada kendor dan busi yang udah sangat memprihatinkan, membuatnya bagaikan motor tak bernyali.. haha.. Jadilah, motor itu antara mau mati dan mau pergi.. wkwk..Waktu sudah sampai depan komplek, saya bilang ke Isan, "San, ganti ajah motornya.." mesin pun kayanya mati.. dan saat itu saya udah loncat turun dari jok-nya. 

Gak sedetik, motor tuh idup lagi (yang tadi tuh ternyata bukan mati, cuma emang udah ga beres itu gas nya..) eh, gue kira Isan, bakal belok lagi ke rumah buat ganti motor-makai motor besar dia..eh taunyaa.... dia malah ambil jalur tengah lagi, dan lanjut perjalanan.. breeeeeeeeeeeeemm.... gasnya kenceng banget, terus sambil ndut-ndut-an.. Lah gue bengong, terus manggil-manggilin dia, tapi apadaya, mana kedengeran, wong ber-helm gituh... 


Sadiss, gue ditinggalin! hahaha.. Gue cari-cari nih hape di tas. Ga diangkat-angkat.. hampir dua kali, dengan sudah hopeless dia terus angkat teleponnya.. "Nti.. lo di mana???" hahah.. sama-sama ngakak... Intinya, dia nggak ngerasa gue udah gak ada.. mungkin hampor sekilo kali dia ninggalin gue.. wkwkwk..


Gue bilang juga apa.. ganti motornya, emang tuh motor kudu masuk bengkel.. motor jadul secara. Hihihi.. Eits, tapi sampai tulisan ini diberitakan yusako.com, motor jadulku itu sudah pulih dan sehat kembali, cukup dengan biaya 43ribu saja! Tune up dan busi! hihi.. 

Nah, cuma Isan masih kekeh mau jalan pakai nih motor bebek.. akhirnya gak jauh mungkin 2 kilo-an, motor itu ngadad lagi.. untung di pinggir..ckckc.. Udah tu saya tegasin, "Isan, pulang kita ganti motor!" kebayang gue kalau gak ganti, nyampe sana jam berapa, udah gituh mending bisa jalan mulus, tau-taunya mogok.. wew.. 

Kita masih ketawa-ketawa. Entah kebodohan atau emang kekuranghokian... hehehe.. Pas banget adzan Magrib kita nyampe di BSD XXI.. Eh taunya.. kita kebagian kursi baris ketiga dari depan..hahah. gapapa deh, udah nyampe di sini, masa gak jadi.. akhirnya, setelah solat dan makan malam, kita menuju theater 2 tempat film berlangsung.. wew, udah penuh ajah.. niat.niat.. dan ternyata pelem ini lagi-lagi film yang gue suka! perpaduan animasi dunia manusia lazim.. wew.. apalagi soal mithologi Yunani.. Kebayang gak sih, hebatnya sutradara, yang nulis naskah, dkk nya.. bisa-bisa nya kepikiran Dewa punya anak, dan anaknya hidup di dunia, hari giniii... Film memang telah menembus batas-batas logika manusia.. hahaha... Walau mirip-mirip Harpot, film ini cukup menghibur! Like it.. Yang belum nonton, nonton ajah-lah.. hehehe...

Jum'at: hari yang tak berakhir...

Baru kemarin, rasanya hari Jum'at saya lalui. Hari itu ada Qiyamulail di kantor, cuma malam nya ada pegelaran Teater Koma di Taman Ismail Marzuki... Tadinya, hampir saya tidak jadi berangkat karena tiket yang ada banyak yang mau. Tiketnya dibelikan salah satu boss di kantor yang hobby nonton teater juga... Ceritanya, selepas Magrib itu hujan lebat..Sampai mau berangkat pun hujan makin deras... Avanza itu memuat 10 orang, desek-desek-an lah..

Dan .... sampai di TIM, ternyata beuhh, mobil udah berderet, parkiran penuh.. dan itulah pemandangan saya pertama kali nonton teater di TIM malam-malam dan ternyata peminatnya dasyat.. SIE JIN KWIE, judulnya.. Seorang pahlawan berjubah putih dalam mimpi sang Raja Lisibin... Penampilan memukau, apalagi saya bersama teman-teman duduk di barisan kedua dari depan,jadi menikmati sekali dari mulai kostum yang wah, detail kostum mulai dari atas kepala sampai ujung kaki yang sangat betul-betul Total! musik yang ciamik dan khas Cina-Jawa, jrengg..jreng...
Ini video-nya.. (taken by yusako....) Pementasan seperti ini cukup menghibur saya... cuma awas, ngantuk menyerang.. saya juga pas mau ending tuh ketiduran.. hehe.. Buat temen-temen yang masih penasaran dengan omong-omongan saya di atas, langsung ajah ke TIM, mereka akan main dari tanggal 5-21 Februari 2010, setiap jam 19.30, Tengg yaa! Ga pakai ngaret loh, jadi be on time, dan jangan lupa... siapkan kamera anda.. karena gak ada di 1000D, saya pakai si einamtri, sayangnya, walau blitz padam, flash dari kamera tidak off.. jadi gambar-gambarnya yaa seadanya yaa.. (maaph para pembaca yusako!) *sayang gue gak bawa kamera malam itu.. kamera boleh tapi tanpa blitz yaa*


Okey... dari acara itu, sekitar jam 1 malam, saya ikut mobil bersama teman-teman. Tadinya mereka juga sama niatnya dengan saya, sepertiga malam akan ikut Qiyamulail, cuma ternyata..yaa gara-gara teater itu mereka batal menjalankan niat baik mereka.. ya, semoga saja, niat pun sudah jadi dicatat. :) Saya turun di kantor, dan 3 orang satpam gedung berada di depan gedung (ya iyahlah namanya juga jaga gedung, masa di dalamnya.. wkwk...) Ya, mereka sudah tau kalau saya pasti akan ikut acara di dalam. Di ruang depan, para karyawan laki-laki yang akan ikut Qiyamulail sudah tertidur lelap. Dan pak Satpam kantor membukakan pintu dengan mata mengantuk. heheh.. *maaph Pak.. saya bukan anak badung koq.. hihi..*

Saya langsung solat Isya! ternyata nonton teater itu ada buruknya, masa saya baru solat Isya jam 1!! padahal kalau tadi sebelum acara saya solat dulu yaa masih keburu, walau udah telat dikit ga masalah.. :( Tapi, ya sudahlah..

Okey lah, kisahnya demikian.. selanjutnya hari Sabtu. Sabtu-jam 6 saat mau pulang dari kantor, hujan deras sekali. dan saya menunggu sampai 15 menit. Dan setelah itu.. saya menuju ke stasiun! Aarrh, ternyata kereta saya sudah berangkat beberapa detik sebelum saya tiba di stasiun itu..ckckck.. akhirnya saya menunggu lagi untuk menumpangi kereta ekonomi...

Sungguh aura yang sangat berbeda... Beragam manusia dari kelas yang beragam, pengemis, penjual, orang cacat, orang tua tanpa anak, dan lainnya. Tapi, ini adalah suasana yang lama sudah lenyap dan menjadikan hati kita keras... Angkuh, merasa diri paling punya segalanya.. Padahal, apalah kita...manusia yang kecil di hadapanNya.. saat kun fa ya kun, segalanya bisa terjadi.. Termenung ku dibuatnya. Sunyi senyap di antara deru klakson si ular panjang ini...

Aih.......................................

Friday, February 12, 2010

Google PageRank: WANTED

Hey, Sobtz yusako, Google look's homepage today is about the Olympics, So interesting, rite? Here's the screenshoot:
Hm,,, my browser in the office-permanently-is- Mr. Google at first! :D So, I often find out the great Google's logo of the day... Now, How about his PR????!!! hehhehe... Although nobody knows the exact Google PageRank values the table below gives a fairly good representation of how many external links, of certain PageRank values, are required to achieve a certain Google PageRank. 

PR Links For PR3 Links For PR4 Links For PR5 Links For PR6 Links For PR7 Links For PR8
1 555 3,000 17,000 93,000 508,000 2,800,000
2 101 555 3,000 17,000 93,000 508,000
3 19 101 555 3,000 17,000 93,000
4 4 19 101 555 3,000 17,000
5 1 4 19 101 555 3,000
6 1 1 4 19 101 555
7 1 1 1 4 19 101
8 1 1 1 1 4 19
9 1 1 1 1 1 4
10 1 1 1 1 1 1
Although link campaigning is a laborious and time-consuming task, every website owner should be running an ongoing link campaign, either themselves or through a search engine optimisation professional. Hope my Google PR will increase in a few moment soon, come back home my PR 3!!! :(
 
copas from: HERE

Jangan Mau Permen Kembalian!!!

Sobt Yusako, maaph banget, minggu ini menu yang saya sajikan rada acak kadul jadwalnya.. harap dimaklum, hal ini benar-benar tak bisa dipungkiri... kondisi fisik sedang tidak fit dan kondisi otak sedang tidak stabil.. (wkwkw.. gawat banget!):( cuma demi menulis dan mengurangi cacing-cacing yang berkeliaran di otak ini... saya menulis lagii.. lagi dan terus..!

Nah, alhasil, karena hal tersebut di atas, yusako beberapa waktu ke depan akan nulis sekedar informasi yang didapat dari bacaan-bacaan surat elektronik atau di situs berita.. (Boleh kan? buat tambah info buat para pengagum berat yusako.com dunk.. hahaha..)

Barangkali pada belum engeh soal yang satu ini.. Sekilas memang remeh temeh.. cuma ternyata kenyataan di lapangan sering kita abaikan... Apakah itu?

Pernah gak Sobtz dikasih kembalian permen pas belanja di mini market (yang sedang menjamur ituh, yang kalau buka market baru, posisinya depan-depan-an atau samping-samping-an, dan supermarket lainnya?)

Ternyata ada yang perhatian lhoh.. Dan selidik punya selidik, hal ini bisa jadi perkara.. Kita sebagai konsumen bisa tuntut pihak yang memberi permen sebagai kembalian ituh.. ini, cuplikannya saya ambil dari sini 
Direktur Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Radu M. Sembiring mengatakan berdasarkan UU Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa semua transaksi yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia harus menggunakan rupiah, sekecil apa pun transaksinya. Menurutnya dalam kasus pengembalian permen pada saat transaksi di toko ritel merupakan bagian dari pelanggaran pidana.
Nah, Sobtz...sebagai konsumen kita punya hak untuk menolak kembalian ituh, ternyata..Masih ingat betul kan soal koin untuk Prita atau yang sekarang koin untuk Balqis (bayi yang lahir tanpa saluran empedu)... Koin demi koin yang dikumpulkan ternyata bisa menjadi gunung dan benilai lebih dari sekedar nilai uang itu sendiri.. nilai moral, nilai sosial, dan nilai kemanusiaan... 

Coba kalau kita bayangin, Sobtz... Koin yang seharusnya jadi kembalian kita saat belanja di pasar moderen itu dalam sehari.. (yang belanja kan buanyaak, gak cuma seorang, coba 100 rupiah x 100 orang berarti udah 10000 rupiah).. dan tentu saja itu terjadi bukan di satu pasar saja, pasti banyak di antara kita yang mengalami ini tanpa disadari, bukan? misal ada 10 pasar yang melakukan pengembalian uang dengan permen, jadi 10000 rupiah x 10 = 100000 rupiah..  Wow... aih... dan itu berlanjut teruss sepanjang 365 hari.. hiww.. lieurr pisan! 

Nah, bagaimana Sobtz, menarik kah bahasan ini? tulisan gue yang sedikit ini, semoga bisa jadi pencerahan buat kita semua.. dan berguna untuk kita semua, tentunya... Gue jadi kepikiran gimana kalau buat gerakan-nya? adakah yang berniat dengan tulus dan ikhlas mengembangkan ke-sadaran-masyarakat kita untuk menolak permen untuk kembalian??? Saya tunggu yaa respon Sobtz semua. boleh via komen di blog ini, bisa di buku tamu, boleh juga PM langsung.. Okey, Sobtz yusako, sekian duluu, salam selalu!


nb: selamat berakhir pekan, Sobtz...

Thursday, February 11, 2010

URGENT: Pagerank dan SEO

Akhir pekan kemaren, saya sedang banyak sekali yang ingin dituliskan, hanya saja, yaa, apa daya, jemari ini tak mampu menuliskannya. Hingga, semuanya dicatat dalam benak saja... apalagi ditambah kondisi stamina yang sedang tidak bagus.. sariawan di gusi dekat didi paling belakang atas. Ahhh, pokoknya, jadi pusing... pakai Albothil gak mempan. ke dokter malah mual-mual, karena obatnya terlalu keras.. 

Nah, akhirnya, sempat kemarin, saya jalan-jalan santai di arena blog sejagat. Sampailah saya ke sebuah artikel dan banyak artikel lainnya, tentu. Artikel mengenai Cara meningkatkan pagerank dengan cepat. (cara yang cukup cerdik, coba yukkk...hihihi)
Caranya gampang kok, yang perlu kamu lakukan adalah meletakkan link-link berikut ini di postingan blog/website kamu: 

  1. SAY SEO YES!!
  2. RC-Fathur
  3. SEO Jaguar
  4. online
  5. Trafic Search Engine
  6. Uang Tabungan
  7. wordpress
  8. fansclubartis
  9. SEO Tutorial 
  10. blog dofollow
  • Cara Kerja, sebelum kamu meletakkan link kamu diatas,
  • Kamu harus menghapus peserta nomor 10 dari daftar.
  • Sehingga semua peserta naik 1 level.
  • Yang tadi nomor 1 jadi nomor 2, nomor 2 jadi 3, dst.
  • Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling atas (nomor 1).
  • Jika tiap peserta mampu mengajak 5 orang saja, maka jumlah backlink yang akan didapat adalah:
Ketika posisi kamu 1, jumlah backlink = 1
Posisi 2, jml backlink = 5
Posisi 3, jml backlink = 25
Posisi 4, jml backlink = 125
Posisi 5, jml backlink = 625
Posisi 6, jml backlink = 3,125
Posisi 7, jml backlink = 15,625
Posisi 8, jml backlink = 78,125
Posisi 9, jml backlink = 390,625
Posisi 10, jml backlink = 1,953,125

Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, juga membuat blog kamu mendapatkan traffik tambahan.

Nah, silahkan copy paste artikel ini, dan hilangkan peserta nomor 10 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 1. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 1 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 2, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.


nah, Sobtz Yusako,, nanti saya lanjut lagi... Selamat mencoba yah, semua......... :D

Sunday, February 07, 2010

+++zero float division+++

Zero

by Yusako Wicaksono

When I feel you are the choice ...
 however, it turns out you don't give me a chance to be chosen ... 
As I'm sure you're the best for me ... 
however, it turns out you haven't found the courage to go forward
describes the future together
is not enough time waiting for four years?

 two years behind us are to know more about me and you, 
:about us.
two years from now, not whether we should prepare for further ....
but, you did not dare to do so.


when I dared to give a barrier between us dared to take the best path, 

:separation.  
maybe not now we should be together, maybe one day, 
when you believe me wholeheartedly. 
I'm sure you feel the pain, sorrow, and regret. 
after long time running, then I found you give way to it.
but, when it had to go.  

let the time that makes us adults.
if we're soul mates, easily angels will be with us again, ...  
beautiful angel of love ...

*

Angel

by Sarah McLachlan

Spend all your time waiting
for that second chance
for a break that would make it okay
there's always some reason
to feel not good enough
and it's hard at the end of the day
I need some distraction
oh, beautiful release
memories seep from my veins
let me be empty.

Oh, how weightless,
then maybe ill find some peace tonight
In the arms of the angel
far away from here
from this dark cool hotel room
and the endlessness that you fear
you are pulled from the wreckage
of your silent reverie

you're in the arms of the angel
may you find, some comfort here
So tired of the straight life
and everywhere you turn
there's vultures and thieves at your back
and the storm keeps on twisting

keep on building the lies
that you make up for all that you lack
it don't make no difference
escape them one last time

it's easier to believe
in this sweet madness
Oh, this glorious sadness,

that brings me to my knees
In the arms of the angel
far away from here
from this dark cool hotel room
and the endlessness that you fear
you are pulled from the wreckage
of your silent reverie

you're in the arms of the angel
where you find some comfort here
you're in the arms of the angel
may you find some comfort here

*
 Animal Instinct Lyric

by
Cranberries 

Suddenly something has happened to me
As I was having my cup of tea
Suddenly I was feeling depressed
I was utterly and totally stressed
Do you know you made me cry
Do you know you made me die

And the thing that gets to me
Is you’ll never really see
And the thing that freaks me out
Is I’ll always be in doubt
It is a lovely thing that we have
It is a lovely thing that we
It is a lovely thing, the animal
The animal instinct

So take my hands and come with me
We will change reality
So take my hands and we will pray
They won’t take you away
They will never make me cry, no
They will never make me die
And the thing that gets to me
Is you’ll never really see
And the thing that freaks me out
Is I’ll always be in doubt

The animal, the animal,
The animal instinct in me
It’s the animal, the animal,
The animal instinct in me
It’s the animal, it’s the animal,
It’s the animal instinct in me

*
Aku ingin

(musikalisasi puisi Sapardi Djoko)

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

***


Saturday, February 06, 2010

Vote Komodo at New7Wonder.com

Barusan baru saja liat Seputar Indonesia, jadi kepengen bantu menyebarkan info ini... Komodo, reptil aseli Indonesia, dan species terakhir dari mahkluk purba,.. informasi lengkapnya saya pinjam dari info komodo, om Wikipedia, kupinjam ditampilin di sini yah!

    Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis[1]), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara.[2] Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.[3]
Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.[4][5] Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.[6]

    Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.

    [sunting] Anatomi dan morfologi
    Kulit komodo.

    Di alam bebas, komodo dewasa biasanya memiliki massa sekitar 70 kilogram,[7] namun komodo yang dipelihara di penangkaran sering memiliki bobot tubuh yang lebih besar. Spesimen liar terbesar yang pernah ada memiliki panjang sebesar 3.13 meter dan berat sekitar 166 kilogram, termasuk berat makanan yang belum dicerna di dalam perutnya.[8] Meski komodo tercatat sebagai kadal terbesar yang masih hidup, namun bukan yang terpanjang. Reputasi ini dipegang oleh biawak Papua (Varanus salvadorii).[9] Komodo memiliki ekor yang sama panjang dengan tubuhnya, dan sekitar 60 buah gigi yang bergerigi tajam sepanjang sekitar 2.5 cm, yang kerap diganti.[10] Air liur komodo sering kali bercampur sedikit darah karena giginya hampir seluruhnya dilapisi jaringan gingiva dan jaringan ini tercabik selama makan.[11] Kondisi ini menciptakan lingkungan pertumbuhan yang ideal untuk bakteri mematikan yang hidup di mulut mereka.[12] Komodo memiliki lidah yang panjang, berwarna kuning dan bercabang.[8] Komodo jantan lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit dari abu-abu gelap sampai merah batu bata, sementara komodo betina lebih berwarna hijau buah zaitun, dan memiliki potongan kecil kuning pada tenggorokannya. Komodo muda lebih berwarna, dengan warna kuning, hijau dan putih pada latar belakang hitam.
    [sunting] Fisiologi
    Komodo yang berjemur.

    Komodo tak memiliki indera pendengaran, meski memiliki lubang telinga.[13] Biawak ini mampu melihat hingga sejauh 300 m, namun karena retinanya hanya memiliki sel kerucut, hewan ini agaknya tak begitu baik melihat di kegelapan malam. Komodo mampu membedakan warna namun tidak seberapa mampu membedakan obyek yang tak bergerak.[14] Komodo menggunakan lidahnya untuk mendeteksi rasa dan mencium stimuli, seperti reptil lainnya, dengan indera vomeronasal memanfaatkan organ Jacobson, suatu kemampuan yang dapat membantu navigasi pada saat gelap.[15] Dengan bantuan angin dan kebiasaannya menelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri ketika berjalan, komodo dapat mendeteksi keberadaan daging bangkai sejauh 4—9.5 kilometer.[11] Lubang hidung komodo bukan merupakan alat penciuman yang baik karena mereka tidak memiliki sekat rongga badan.[16] Hewan ini tidak memiliki indra perasa di lidahnya, hanya ada sedikit ujung-ujung saraf perasa di bagian belakang tenggorokan.[15]

    Sisik-sisik komodo, beberapa di antaranya diperkuat dengan tulang, memiliki sensor yang terhubung dengan saraf yang memfasilitasi rangsang sentuhan. Sisik-sisik di sekitar telinga, bibir, dagu dan tapak kaki memiliki tiga sensor rangsangan atau lebih.[11]

    Komodo pernah dianggap tuli ketika penelitian mendapatkan bahwa bisikan, suara yang meningkat dan teriakan ternyata tidak mengakibatkan agitasi (gangguan) pada komodo liar. Hal ini terbantah kemudian ketika karyawan Kebun Binatang London ZSL, Joan Proctor melatih biawak untuk keluar makan dengan suaranya, bahkan juga ketika ia tidak terlihat oleh si biawak.[17]   
[sunting] Ekologi, perilaku dan cara hidup
    Kaki dan ekor komodo.

    Komodo secara alami hanya ditemui di Indonesia, di pulau Komodo, Flores dan Rinca dan beberapa pulau lainnya di Nusa Tenggara.[18] Hidup di padang rumput kering terbuka, sabana[19] serta pandai memanjat pohon menggunakan cakar mereka yang kuat.[7] Untuk menangkap mangsa yang berada di luar jangkauannya, komodo dapat berdiri dengan kaki belakangnya dan menggunakan ekornya sebagai penunjang.[17] Dengan bertambahnya umur, komodo lebih menggunakan cakarnya sebagai senjata, karena ukuran tubuhnya yang besar menyulitkannya memanjat pohon. dan hutan tropis pada ketinggian rendah, biawak ini menyukai tempat panas dan kering ini. Mereka aktif pada siang hari, walaupun terkadang aktif juga pada malam hari. Komodo adalah binatang yang penyendiri, berkumpul bersama hanya pada saat makan dan berkembang biak. Reptil besar ini dapat berlari cepat hingga 20 kilometer per jam pada jarak yang pendek; berenang dengan sangat baik dan mampu menyelam sedalam 4.5 meter;

    Untuk tempat berlindung, komodo menggali lubang selebar 1–3 meter dengan tungkai depan dan cakarnya yang kuat.[20] Karena besar tubuhnya dan kebiasaan tidur di dalam lubang, komodo dapat menjaga panas tubuhnya selama malam hari dan mengurangi waktu berjemur pada pagi selanjutnya.[21] Komodo umumnya berburu pada siang hingga sore hari, tetapi tetap berteduh selama bagian hari yang terpanas.[22] Tempat-tempat sembunyi komodo ini biasanya berada di daerah gumuk atau perbukitan dengan semilir angin laut, terbuka dari vegetasi, dan di sana-sini berserak kotoran hewan penghuninya. Tempat ini umumnya juga merupakan lokasi yang strategis untuk menyergap rusa.[23]   
[sunting] Perilaku makan
    Komodo di Rinca.

    Komodo adalah hewan karnivora. Walaupun mereka kebanyakan makan daging bangkai,[4][11] Komodo dapat menemukan mangsanya dengan menggunakan penciumannya yang tajam, yang dapat menemukan binatang mati atau sekarat pada jarak hingga 9,5 kilometer.[11] penelitian menunjukkan bahwa mereka juga berburu mangsa hidup dengan cara mengendap-endap diikuti dengan serangan tiba-tiba terhadap korbannya. Ketika mangsa itu tiba di dekat tempat sembunyi komodo, hewan ini segera menyerangnya pada sisi bawah tubuh atau tenggorokan.
    Komodo muda di Rinca yang makan bangkai kerbau.

    Reptil purba ini makan dengan cara mencabik potongan besar daging dan lalu menelannya bulat-bulat sementara tungkai depannya menahan tubuh mangsanya. Untuk mangsa berukuran kecil hingga sebesar kambing, bisa jadi dagingnya dihabiskan sekali telan. Isi perut mangsa yang berupa tumbuhan biasanya dibiarkan tak disentuh.[23] Air liur yang kemerahan dan keluar dalam jumlah banyak amat membantu komodo dalam menelan mangsanya. Meski demikian, proses menelan tetap memakan waktu yang panjang; 15–20 menit diperlukan untuk menelan seekor kambing. Komodo terkadang berusaha mempercepat proses menelan itu dengan menekankan daging bangkai mangsanya ke sebatang pohon, agar karkas itu bisa masuk melewati kerongkongannya. Dan kadang-kadang pula upaya menekan itu begitu keras sehingga pohon itu menjadi rebah.[23] Untuk menghindari agar tak tercekik ketika menelan, komodo bernafas melalui sebuah saluran kecil di bawah lidah, yang berhubungan langsung dengan paru-parunya.[11] Rahangnya yang dapat dikembangkan dengan leluasa, tengkoraknya yang lentur, dan lambungnya yang dapat melar luar biasa memungkinkan komodo menyantap mangsa yang besar, hingga sebesar 80% bobot tubuhnya sendiri dalam satu kali makan.[24][6] Setelah makan, komodo menyeret tubuhnya yang kekenyangan mencari sinar matahari untuk berjemur dan mempercepat proses pencernaan. Kalau tidak, makanan itu dapat membusuk dalam perutnya dan meracuni tubuhnya sendiri. Dikarenakan metabolismenya yang lamban, komodo besar dapat bertahan dengan hanya makan 12 kali setahun atau kira-kira sekali sebulan.[11]gastric pellet. Setelah itu komodo menyapukan wajahnya ke tanah atau ke semak-semak untuk membersihkan sisa-sisa lendir yang masih menempel; perilaku yang menimbulkan dugaan bahwa komodo, sebagaimana halnya manusia, tidak menyukai bau ludahnya sendiri.[11] Setelah daging mangsanya tercerna, komodo memuntahkan sisa-sisa tanduk, rambut dan gigi mangsanya, dalam gumpalan-gumpalan bercampur dengan lendir berbau busuk, gumpalan mana dikenal sebagai

    Dalam kumpulan, komodo yang berukuran paling besar biasanya makan lebih dahulu, diikuti yang berukuran lebih kecil menurut hirarki. Jantan terbesar menunjukkan dominansinya melalui bahasa tubuh dan desisannya; yang disambut dengan bahasa yang sama oleh jantan-jantan lain yang lebih kecil untuk memperlihatkan pengakuannya atas kekuasaan itu. Komodo-komodo yang berukuran sama mungkin akan berkelahi mengadu kekuatan, dengan cara semacam gulat[11] biawak, hingga salah satunya mengaku kalah dan mundur; meskipun adakalanya yang kalah dapat terbunuh dalam perkelahian dan dimangsa oleh si pemenang.

    Mangsa biawak komodo amat bervariasi, mencakup aneka avertebrata, reptil lain (termasuk pula komodo yang bertubuh lebih kecil), burung dan telurnya, mamalia kecil, monyet, babi hutan, kambing, rusa, kuda, dan kerbau. Komodo muda memangsa serangga, telur, cecak, dan mamalia kecil.[4][24] Kadang-kadang komodo juga memangsa manusia dan mayat yang digali dari lubang makam yang dangkal.[17] Kebiasaan ini menyebabkan penduduk pulau Komodo menghindari tanah berpasir dan memilih mengubur jenazah di tanah liat, serta menutupi atasnya dengan batu-batu agar tak dapat digali komodo.[23] Ada pula yang menduga bahwa komodo berevolusi untuk memangsa gajah kerdil Stegodon yang pernah hidup di Flores.[25] Komodo juga pernah teramati ketika mengejutkan dan menakuti rusa-rusa betina yang tengah hamil, dengan harapan agar keguguran dan bangkai janinnya dapat dimangsa; suatu perilaku yang juga didapati pada predator besar di Afrika.[25]

    Karena tak memiliki sekat rongga badan, komodo tak dapat menghirup air atau menjilati air untuk minum (seperti kucing). Alih-alih, komodo ‘mencedok’ air dengan seluruh mulutnya, lalu mengangkat kepalanya agar air mengalir masuk ke perutnya.[11]   
[sunting] Bisa dan bakteri

    Pada akhir 2005, peneliti dari Universitas Melbourne, Australia, menyimpulkan bahwa biawak Perentie (Varanus giganteus) dan biawak-biawak lainnya, serta kadal-kadal dari sukubisa. Selama ini diketahui bahwa luka-luka akibat gigitan hewan-hewan ini sangat rawan infeksi karena adanya bakteria yang hidup di mulut kadal-kadal ini, akan tetapi para peneliti ini menunjukkan bahwa efek langsung yang muncul pada luka-luka gigitan itu disebabkan oleh masuknya bisa berkekuatan menengah. Para peneliti ini telah mengamati luka-luka di tangan manusia akibat gigitan biawak Varanus varius, V. scalaris dan komodo, dan semuanya memperlihatkan reaksi yang serupa: bengkak secara cepat dalam beberapa menit, gangguan lokal dalam pembekuan darah, rasa sakit yang mencekam hingga ke siku, dengan beberapa gejala yang bertahan hingga beberapa jam kemudian.[26]Kebun Binatang Singapura, dan meyakinkan para peneliti akan kandungan bisa yang dipunyai komodo[27]. Agamidae, kemungkinan memiliki semacam Sebuah kelenjar yang berisi bisa yang amat beracun telah berhasil diambil dari mulut seekor komodo di

    Di samping mengandung bisa, air liur komodo juga memiliki aneka bakteri mematikan di dalamnya; lebih dari 28 bakteri Gram-negatif dan 29 Gram-positif telah diisolasi dari air liur ini.[28] Bakteri-bakteri tersebut menyebabkan septikemia pada korbannya; jika gigitan komodo tidak langsung membunuh mangsa dan mangsa itu dapat melarikan diri, umumnya mangsa yang sial ini akan mati dalam waktu satu minggu akibat infeksi. Bakteri yang paling mematikan di air liur komodo agaknya adalah bakteri Pasteurella multocida yang sangat mematikan; diketahui melalui percobaan dengan tikus laboratorium.[29] Karena komodo nampaknya kebal terhadap mikrobanya sendiri, banyak penelitian dilakukan untuk mencari molekul antibakteri dengan harapan dapat digunakan untuk pengobatan manusia.[30]   
[sunting] Reproduksi
    Pada gambar ini, ekor dan cakar komodo dapat terlihat dengan jelas.
    Komodo yang tidur. Perhatikan kukunya yang besar. Kukunya digunakan untuk bertempur dan makan.

    Musim kawin terjadi antara bulan Mei dan Agustus, dan telur komodo diletakkan pada bulan September.[19] Selama periode ini, komodo jantan bertempur untuk mempertahankan betina dan teritorinya dengan cara "bergulat" dengan jantan lainnya sambil berdiri di atas kaki belakangnya. Komodo yang kalah akan terjatuh dan "terkunci" ke tanah. Kedua komodo jantan itu dapat muntah atau buang air besar ketika bersiap untuk bertempur.[17] Pemenang pertarungan akan menjentikkan lidah panjangnya pada tubuh si betina untuk melihat penerimaan sang betina.[6] Komodo betina bersifat antagonis dan melawan dengan gigi dan cakar mereka selama awal fase berpasangan. Selanjutnya, jantan harus sepenuhnya mengendalikan betina selama bersetubuh agar tidak terluka. Perilaku lain yang diperlihatkan selama proses ini adalah jantan menggosokkan dagu mereka pada si betina, garukan keras di atas punggung dan menjilat.[31] Kopulasi terjadi ketika jantan memasukan salah satu hemipenisnya ke kloaka betina.[14] Komodo dapat bersifat monogamus dan membentuk "pasangan," suatu sifat yang langka untuk kadal.[17][24]

    Betina akan meletakkan telurnya di lubang tanah, mengorek tebing bukit atau gundukan sarang burung gosong berkaki-jingga yang telah ditinggalkan. Komodo lebih suka menyimpan telur-telurnya di sarang yang telah ditinggalkan.[32] Sebuah sarang komodo rata-rata berisi 20 telur yang akan menetas setelah 7–8 bulan.[17] Betina berbaring di atas telur-telur itu untuk mengerami dan melindunginya sampai menetas di sekitar bulan April, pada akhir musim hujan ketika terdapat sangat banyak serangga.[19]

    Proses penetasan adalah usaha melelahkan untuk anak komodo, yang keluar dari cangkang telur setelah menyobeknya dengan gigi telur yang akan tanggal setelah pekerjaan berat ini selesai. Setelah berhasil menyobek kulit telur, bayi komodo dapat berbaring di cangkang telur mereka untuk beberapa jam sebelum memulai menggali keluar sarang mereka. Ketika menetas, bayi-bayi ini tak seberapa berdaya dan dapat dimangsa oleh predator.[11]

    Komodo muda menghabiskan tahun-tahun pertamanya di atas pohon, tempat mereka relatif aman dari predator, termasuk dari komodo dewasa yang kanibal, yang sekitar 10% dari makanannya adalah biawak-biawak muda yang berhasil diburu.[33][17] Komodo membutuhkan tiga sampai lima tahun untuk menjadi dewasa, dan dapat hidup lebih dari 50 tahun.[20]

    Di samping proses reproduksi yang normal, terdapat beberapa contoh kasus komodo betina menghasilkan anak tanpa kehadiran pejantan (partenogenesis), fenomena yang juga diketahui muncul pada beberapa spesies reptil lainnya seperti pada Cnemidophorus.[7]   
[sunting] Partenogenesis
    Bayi komodo partenogenetikKebun Binatang Chester, Inggris. di

    Sungai, seekor komodo di Kebun Binatang London, telah bertelur pada awal tahun 2006sperma beberapa lama hasil dari perkawinan dengan komodo jantan di waktu sebelumnya, suatu adaptasi yang dikenal dengan istilah superfekundasi.[34] setelah dipisah dari jantan selama lebih dari dua tahun. Ilmuwan pada awalnya mengira bahwa komodo ini dapat menyimpan

    Pada tanggal 20 Desember 2006, dilaporkan bahwa Flora, komodo yang hidup di Kebun Binatang Chester, Inggris adalah komodo kedua yang diketahui menghasilkan telur tanpa fertilisasi (pembuahan dari perkawinan): ia mengeluarkan 11 telur, dan 7 di antaranya berhasil menetas.[35] Peneliti dari Universitas Liverpool di Inggris utara melakukan tes genetika pada tiga telur yang gagal menetas setelah dipindah ke inkubator, dan terbukti bahwa Flora tidak memiliki kontak fisik dengan komodo jantan. Setelah temuan yang mengejutkan ini, pengujian lalu dilakukan terhadap telur-telur Sungai dan mendapatkan bahwa telur-telur itupun dihasilkan tanpa pembuahan dari luar.[36]
    Bayi komodo partenogenetikKebun Binatang Chester, Inggris. di

    Komodo memiliki sistem penentuan seks kromosomal ZW, bukan sistem penentuan seks XY. Keturunan Flora yang berkelamin jantan, menunjukkan terjadinya beberapa hal. Yalah bahwa telur Flora yang tidak dibuahi bersifat haploid pada mulanya dan kemudian menggandakan kromosomnya sendiri menjadi diploid; dan bahwa ia tidak menghasilkan telur diploid, sebagaimana bisa terjadi jika salah satu proses pembelahan-reduksi meiosis pada ovariumnya[37] gagal. Ketika komodo betina (memiliki kromosom seks ZW) menghasilkan anak dengan cara ini, ia mewariskan hanya salah satu dari pasangan-pasangan kromosom yang dipunyainya, termasuk satu dari dua kromosom seksnya. Satu set kromosom tunggal ini kemudian diduplikasi dalam telur, yang berkembang secara partenogenetika. Telur yang menerima kromosom Z akan menjadi ZZ (jantan); dan yang menerima kromosom W akan menjadi WW dan gagal untuk berkembang.

    Diduga bahwa adaptasi reproduktif semacam ini memungkinkan seekor hewan betina memasuki sebuah relung ekologi yang terisolasi (seperti halnya pulau) dan dengan cara partenogenesis kemudian menghasilkan keturunan jantan. Melalui perkawinan dengan anaknya itu di saat yang berikutnya hewan-hewan ini dapat membentuk populasi yang bereproduksi secara seksual, karena dapat menghasilkan keturunan jantan dan betina.[37] Meskipun adaptasi ini bersifat menguntungkan, kebun binatang perlu waspada kerena partenogenesis mungkin dapat mengurangi keragaman genetika.[38]

    Pada 31 Januari 2008, Kebun Binatang Sedgwick County di Wichita, Kansas menjadi kebun binatang yang pertama kali mendokumentasi partenogenesis pada komodo di Amerika. Kebun binatang ini memiliki dua komodo betina dewasa, yang salah satu di antaranya menghasilkan 17 butir telur pada 19-20 Mei 2007. Hanya dua telur yang diinkubasi dan ditetaskan karena persoalan ketersediaan ruang; yang pertama menetas pada 31 Januari 2008, diikuti oleh yang kedua pada 1 Februari. Kedua anak komodo itu berkelamin jantan.[39][40]   
[sunting] Evolusi

    Perkembangan evolusi komodo dimulai dengan marga Varanus, yang muncul di Asia sekitar 40 juta tahun yang silam dan lalu bermigrasi ke Australia. Sekitar 15 juta tahun yang lalu, pertemuan lempeng benua Australia dan Asia Tenggara memungkinkan para biawak bergerak menuju wilayah yang dikenal sebagai Indonesia sekarang. Komodo diyakini berevolusi dari nenek-moyang Australianya pada sekitar 4 juta tahun yang lampau, dan meluaskan wilayah persebarannya ke timur hingga sejauh Timor. Perubahan-perubahan tinggi muka laut semenjak zaman Es telah menjadikan agihan komodo terbatas pada wilayah sebarannya yang sekarang.[41]    
[sunting] Komodo dan manusia
    Koin Rupiah Indonesia yang bergambar Komodo.
    [sunting] Penemuan

    Komodo pertama kali didokumentasikan oleh orang Eropa pada tahun 1910. Namanya meluas setelah tahun 1912, ketika Peter Ouwens, direktur Museum Zoologi di Bogor, menerbitkan paper tentang komodo setelah menerima foto dan kulit reptil ini.[33][17] Nantinya, komodo adalah faktor pendorong dilakukannya ekspedisi ke pulau Komodo oleh W. Douglas Burden pada tahun 1926. Setelah kembali dengan 12 spesimen yang diawetkan dan 2 ekor komodo hidup, ekspedisi ini memberikan inspirasi untuk film King Kong tahun 1933.[42] W. Douglas Burden adalah orang yang pertama memberikan nama "Komodo dragon" kepada hewan ini.[22] Tiga dari spesimen komodo yang diperolehnya dibentuk kembali menjadi hewan pajangan dan hingga kini masih disimpan di Museum Sejarah Alam Amerika.[43]   
[sunting] Penelitian

    Orang Belanda, karena menyadari berkurangnya jumlah hewan ini di alam bebas, melarang perburuan komodo dan membatasi jumlah hewan yang diambil untuk penelitian ilmiah. Ekspedisi komodo terhenti semasa Perang Dunia II, dan tak dilanjutkan sampai dengan tahun 1950an dan ‘60an tatkala dilakukan penelitian-penelitian terhadap perilaku makan, reproduksi dan temperatur tubuh komodo. Pada tahun-tahun itu, sebuah ekspedisi yang lain dirancang untuk meneliti komodo dalam jangka panjang. Tugas ini jatuh ke tangan keluarga Auffenberg, yang kemudian tinggal selama 11 bulan di Pulau Komodo di tahun 1969. Selama masa itu, Walter Auffenberg dan Putra Sastrawan sebagai asistennya, berhasil menangkap dan menandai lebih dari 50 ekor komodo.[30] Hasil ekspedisi ini ternyata sangat berpengaruh terhadap meningkatnya penangkaran komodo.[2] Penelitian-penelitian yang berikutnya kemudian memberikan gambaran yang lebih terang dan jelas mengenai sifat-sifat alami komodo, sehingga para biolog seperti halnya Claudio Ciofi dapat melanjutkan kajian yang lebih mendalam.[44]  
[sunting] Konservasi
    Dua ekor komodo di Pulau Komodo

    Biawak komodo merupakan spesies yang rentan terhadap kepunahan, dan dikatagorikan sebagai spesies Rentan dalam daftar IUCN Red List.[45] Sekitar 4.000–5.000 ekor komodo diperkirakan masih hidup di alam liar. Populasi ini terbatas menyebar di pulau-pulau Rinca (1.300 ekor), Gili Motang (100), Gili Dasami (100), Komodo (1.700), dan Flores (mungkin sekitar 2.000 ekor).[2] Meski demikian, ada keprihatinan mengenai populasi ini karena diperkirakan dari semuanya itu hanya tinggal 350 ekor betina yang produktif dan dapat berbiak.[3] Bertolak dari kekhawatiran ini, pada tahun 1980 Pemerintah Indonesia menetapkan berdirinya Taman Nasional Komodo untuk melindungi populasi komodo dan ekosistemnya di beberapa pulau termasuk Komodo, Rinca, dan Padar.[46]

    Belakangan ditetapkan pula Cagar Alam Wae Wuul dan Wolo Tado di Pulau Flores untuk membantu pelestarian komodo.[44] Namun pada sisi yang lain, ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa komodo, setidaknya sebagian, telah terbiasa pada kehadiran manusia. Komodo-komodo ini terbiasa diberi makan karkas hewan ternak, sebagai atraksi untuk menarik turis pada beberapa lokasi kunjungan.[4]

    Aktivitas vulkanis, gempa bumi, kerusakan habitat, kebakaran (populasi komodo di Pulau Padar hampir punah karena kebakaran alami[44]),[11] berkurangnya mangsa, meningkatnya pariwisata, dan perburuan gelap; semuanya menyumbang pada status rentan yang disandang komodo. CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species) telah menetapkan bahwa perdagangan komodo, kulitnya, dan produk-produk lain dari hewan ini adalah ilegal.[16]

    Meskipun jarang terjadi, komodo diketahui dapat membunuh manusia. Pada tanggal 4 Juni 2007, seekor komodo diketahui menyerang seorang anak laki-laki berumur delapan tahun. Anak ini kemudian meninggal karena perdarahan berat dari luka-lukanya. Ini adalah catatan pertama mengenai serangan yang berakibat kematian pada 33 tahun terakhir.[47]   
[sunting] Penangkaran
    Komodo di Kebun Binatang Toronto

    Telah semenjak lama komodo menjadi tontonan yang menarik di pelbagai kebun binatang, terutama karena ukuran tubuh dan reputasinya yang membuatnya begitu populer. Meski demikian hewan ini jarang dipunyai kebun binatang, karena komodo rentan terhadap infeksi dan penyakit akibat parasit, serta tak mudah berkembang biak.[3]

    Komodo yang pertama dipertontonkan adalah pada Kebun Binatang Smithsonian di tahun 1934, namun hewan ini hanya bertahan hidup selama dua tahun. Upaya-upaya untuk memelihara reptil ini terus dilanjutkan, namun usia binatang ini dalam tangkaran tak begitu panjang, rata-rata hanya 5 tahun di kebun binatang tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Walter Auffenberg di atas, yang hasilnya kemudian diterbitkan sebagai buku The Behavioral Ecology of the Komodo Monitor, pada akhirnya memungkinkan pemeliharaan dan pembiakan satwa langka ini di penangkaran.[2]

    Telah teramati bahwa banyak individu komodo yang dipelihara memperlihatkan perilaku yang jinak untuk jangka waktu tertentu. Dilaporkan pada banyak kali kejadian, bahwa para pawang berhasil membawa keluar komodo dari kandangnya untuk berinteraksi dengan pengunjung, termasuk pula anak-anak di antaranya, tanpa akibat yang membahayakan pengunjung.[48][49]Dallas melaporkan bahwa komodo-komodo yang dipeliharanya bereaksi berbeda apabila berhadapan dengan pawang yang biasa memeliharanya, dengan pawang lain yang kurang lebih sudah dikenal, atau dengan pawang yang sama sekali belum dikenal.[50] Komodo agaknya dapat mengenali orang satu persatu. Ruston Hartdegen dari Kebun Binatang

    Penelitian terhadap komodo peliharaan membuktikan bahwa hewan ini senang bermain. Suatu kajian mengenai komodo yang mau mendorong sekop yang ditinggalkan oleh pawangnya, nyata-nyata memperlihatkan bahwa hewan itu tertarik pada suara yang ditimbulkan sekop ketika menggeser sepanjang permukaan yang berbatu. Seekor komodo betina muda di Kebun Binatang Nasional di Washington, D.C. senang meraih dan mengguncangkan aneka benda termasuk patung-patung, kaleng-kaleng minuman, lingkaran plastik, dan selimut. Komodo ini pun senang memasuk-masukkan kepalanya ke dalam kotak, sepatu, dan aneka obyek lainnya. Komodo tersebut bukan tak bisa membedakan benda-benda tadi dengan makanan; ia baru memakannya apabila benda-benda tadi dilumuri dengan darah tikus. Perilaku bermain-main ini dapat diperbandingkan dengan perilaku bermain mamalia.[6]

    Catatan lain mengenai kesenangan bermain komodo didapat dari Universitas Tennessee. Seekor komodo muda yang diberi nama "Kraken" bermain dengan gelang-gelang plastik, sepatu, ember, dan kaleng, dengan cara mendorongnya, memukul-mukulnya, dan membawanya dengan mulutnya. Kraken memperlakukan benda-benda itu berbeda dengan apa yang menjadi makanannya, mendorong Gordon Burghardt –peneliti– menyimpulkan bahwa hewan-hewan ini telah mementahkan pandangan bahwa permainan semacam itu adalah “perilaku predator bermotif-pemangsaan”.[51]

    Komodo yang nampak jinak sekalipun dapat berperilaku agresif secara tak terduga, khususnya apabila teritorinya dilanggar oleh seseorang yang tak dikenalnya. Pada bulan Juni 2001, serangan seekor komodo menimbulkan luka-luka serius pada Phil Bronstein -- editor eksekutif harian San Francisco Chronicle dan bekas suami Sharon Stone, seorang aktris Amerika terkenal -- ketika ia memasuki kandang binatang itu atas undangan pawangnya. Bronstein digigit komodo itu di kakinya yang telanjang, setelah si pawang menyarankannya agar membuka sepatu putihnya, yang dikhawatirkan bisa memancing perhatian si komodo.[52][53] Meski pria itu berhasil lolos, namun ia membutuhkan pembedahan untuk menyambung kembali tendon ototnya yang terluka.[54]
 
    [sunting] Catatan kaki

       1. ^ Varanus komodoensis (TSN 202168). Integrated Taxonomic Information System. URL diakses 19 June 2007.
       2. ^ a b c d Trooper Walsh; Murphy, James Jerome; Claudio Ciofi; Colomba De LA Panouse. Komodo Dragons: Biology and Conservation (Zoo and Aquarium Biology and Conservation Series). Washington, D.C: Smithsonian Books. ISBN 1-58834-073-2.
       3. ^ a b c Endangered! Ora URL diakses pada 15 Januari 2007.
       4. ^ a b c d Chris Mattison, (1989 & 1992). Lizards of the World (Of the World). New York: Facts on File, pp. 16, 57, 99, 175. ISBN 0-8160-5716-8.
       5. ^ Burness G, Diamond J, Flannery T (2001). "Dinosaurs, dragons, and dwarfs: the evolution of maximal body size". Proc Natl Acad Sci U S A 98 (25): 14518-23.
       6. ^ a b c d Tim Halliday (Editor), Kraig Adler (Editor). Firefly Encyclopedia of Reptiles and Amphibians. Hove: Firefly Books Ltd, 112, 113, 144, 147, 168, 169. ISBN 1-55297-613-0.
       7. ^ a b c Burnie, David; Don E. Wilson (2001). Animal. New York, New York: DK Publishing, Inc., 417, 420. ISBN 0-7894-7764-5.
       8. ^ a b Ciofi, Claudia. The Komodo Dragon. Scientific American, March 1999. URL diakses pada 21 Desember 2006
       9. ^ Komodo Dragon - An Information Resource - Fact Sheet. Diakses pada 13 Maret 2008
      10. ^ Whozoo Komodo Dragon URL accessed December 21, 2006.
      11. ^ a b c d e f g h i j k l Tara Darling (Illustrator). Komodo Dragon: On Location (Darling, Kathy. on Location.). Lothrop, Lee and Shepard Books. ISBN 0-688-13777-6.
      12. ^ Komodo Dragon URL accessed December 21, 2006.
      13. ^ BBC - Science & Nature - Articles - The Komodo conundrum. Diakses pada 25 November 2007
      14. ^ a b Komodo Dragon Fact Sheet - National Zoo. Diakses pada 25 November 2007
      15. ^ a b Komodo Dragon - Background URL accessed April 13, 2007
      16. ^ a b Zipcodezoo.com - Varanus komodoensis URL accessed February 1, 2007.
      17. ^ a b c d e f g h text by David Badger; photography by John Netherton (2002). Lizards: a natural history of some uncommon creatures, extraordinary chameleons, iguanas, geckos, and more. Stillwater, MN: Voyageur Press, 32, 52, 78, 81, 84, 140-145, 151. ISBN 0-89658-520-4.
      18. ^ Sedgewick County Zoo information about Varanus Komodoensis Pranala diakses pada 21 Desember 2006.
      19. ^ a b c The Biogeography of the Komodo Dragon URL diakses pada 24 Februari 2007.
      20. ^ a b consultant editors, Harold G. Cogger & Richard G. Zweifel; illustrations by David Kirshner (1998). Encyclopedia of reptiles & amphibians. Boston: Academic Press, 132, 157-8. ISBN 0-12-178560-2.
      21. ^ Eric R. Pianka and Laurie J. Vitt; with a foreword by Harry W. Greene (2003). Lizards: windows to the evolution of diversity. Berkeley: University of California Press. ISBN 0-520-23401-4.
      22. ^ a b Komodo National Park. Diakses pada 25 Oktober 2007
      23. ^ a b c d Alison Ballance; Morris, Rod. South Sea Islands: A Natural History. Hove: Firefly Books Ltd. ISBN 1-55297-609-2.
      24. ^ a b c The Reptipage: Komodo dragons URL accessed February 13, 2007.
      25. ^ a b Diamond, J (1987) "Did Komodo dragons evolve to eat pygmy elephants?" Nature 326(6116): 832-832
      26. ^ Fry, Brian G., et al.. Early evolution of the venom system in lizards and snakes. (PDF) Diakses pada 13 Maret 2008
      27. ^ Scientists discover deadly secret of Komodo's bite, Yahoo News diakses pada 20/05/2009
      28. ^ Montgomery JM, Gillespie D, Sastrawan P, Fredeking TM, Stewart GL (2002) "Aerobic salivary bacteria in wild and captive Komodo dragons" Journal of Wildlife Diseases 38 (3): 545-551
      29. ^ Feldman, Ruth Tenzer. "Dragon drool!(Animal Angles)(komodo dragons)(Brief article)." Odyssey 16.2 (Feb 2007): 49(1). Student Resource Center - Gold. Gale. 23 Oct. 2007 [1].
      30. ^ a b Chasing the Magic Dragon - National Wildlife Magazine. Diakses pada 6 November 2007
      31. ^ Komodo Dragon: Varanus komodoensis 1998 URL accessed January 24, 2007.
      32. ^ Jessop TS, Sumner J, Rudiharto H, Purwandana D, Imansyah MJ, Phillips JA (2004) "Distribution, use and selection of nest type by Komodo Dragons" Biological Conservation117 (5): 463-470
      33. ^ a b Facts and Data on the Komodo Dragon URL diakses pada 5 Januari2006.
      34. ^ Virgin Birth? No, Virgin Hatch.
      35. ^ Catatan kandangnya di Kebun Binatang Chester, Inggris
      36. ^ Wise men testify to Dragon's virgin birth - Times Online. Diakses pada 26 November 2007
      37. ^ a b Virgin births for giant lizards
      38. ^ Watts PC, Buley KR, Sanderson S, Boardman W, Ciofi C, Gibson R (2006). "Parthenogenesis in Komodo Dragons". Nature 444 (7122): 1021-2. DOI:10.1038/4441021a.
      39. ^ Recent News - Sedgwick County Zoo. Diakses pada 12 Februari 2008
      40. ^ Komodo dragons hatch with no male involved - Science - MSNBC.com. Diakses pada 12 Februari 2008
      41. ^ Komodo Dragon - Evolution theory of the Komodo Dragon. Diakses pada 13 Maret 2008
      42. ^ The Virtual Exploration Society: the Burden Expedition to Komodo Island URL accessed March 18, 2007.
      43. ^ American Museum of Natural History: Komodo Dragons. Retrieved 7 June 2007.
      44. ^ a b c Trapping Komodo Dragons for Conservation. Diakses pada 8 November 2007
      45. ^ World Conservation Monitoring Centre (1996). Varanus komodoensis. 2006 IUCN Red List of Threatened Species. IUCN 2006. Diakses 11 May 2006. Listed as Vulnerable (VU B1+2cde v2.3) URL accessed December 21, 2006
      46. ^ The official website of Komodo National Park, Indonesia.. Diakses pada 2 Februari 2007
      47. ^ Komodo dragon kills boy in Indonesia - Asia-Pacific - MSNBC.com. Diakses pada 7 Juni 2007
      48. ^ Procter, J. B. 1928. On a living Komodo Dragon Varanus komodensis Ouwens, exhibited at the Scientific Meeting, October 23rd, 1928. Proc. Zool. Soc. London 1928:1017-1019.
      49. ^ Lederer, G. 1931. Erkennen wechselwarme Tiere ihren Pfleger? Wochenschr. Aquar.-Terrarienkunde 28: 636-638.
      50. ^ Murphy, J., and Walsh, T., 2006. Dragons and Humans. Herpetological Review, 37: 269-275.
      51. ^ "Such jokers, those Komodo dragons. (Reptiles)." Science News 162.5 (August 3, 2002): 78(1). Student Resource Center - Gold. Gale. 8 Oct. 2007 [2].
      52. ^ Transcript: Sharon Stone vs. the Komodo Dragon
      53. ^ Phillip T. Robinson (2004). Life at the zoo: behind the scenes with the animal doctors. New York: Columbia University Press. ISBN 0-231-13248-4.
      54. ^ "Tale of the Dragon. (World News)." National Geographic World (Nov 2001): 7(1). Student Resource Center - Gold. Gale. 23 Oct. 2007 .

    [sunting] Daftar pustaka

        * Auffenberg, Walter (1981). The Behavioral Ecology of the Komodo Monitor. Gainesville: University Presses of Florida. ISBN 0-8130-0621-X.
        * King, Dennis & Green, Brian. 1999. Goannas: The Biology of Varanid Lizards. University of New South Wales Press. ISBN 0-86840-456-X
        * Richard L. Lutz, Judy Marie Lutz,. Komodo, the Living Dragon: The Living Dragon. Salem, Or: DiMI Press. ISBN 0-931625-27-0.
        * W. Douglas Burden,. Dragon Lizards of Komodo: An Expedition to the Lost World of the Dutch East Indies. Kessinger Publishing. ISBN 0-7661-6579-5.

Nah, New 7 Wonders sedang ngadain voting lagi, untuk tujuh keajaiban dunia yang baru. enam bulan terakhir, komodo berada pada posisi ke-6, nah, sekarang merosot sudah diposisi terakhir.. Masih ada waktu sampai akhir 2010 untuk Sobtz yusako untuk vote di http://www.new7wonders.com tinggal cari ajah Komodo lalu klik deh.. KOMODO ASELI INDONESIA, jadikan pula kebanggaan negeri kita... yukk...