Friday, February 12, 2010

Jangan Mau Permen Kembalian!!!

Sobt Yusako, maaph banget, minggu ini menu yang saya sajikan rada acak kadul jadwalnya.. harap dimaklum, hal ini benar-benar tak bisa dipungkiri... kondisi fisik sedang tidak fit dan kondisi otak sedang tidak stabil.. (wkwkw.. gawat banget!):( cuma demi menulis dan mengurangi cacing-cacing yang berkeliaran di otak ini... saya menulis lagii.. lagi dan terus..!

Nah, alhasil, karena hal tersebut di atas, yusako beberapa waktu ke depan akan nulis sekedar informasi yang didapat dari bacaan-bacaan surat elektronik atau di situs berita.. (Boleh kan? buat tambah info buat para pengagum berat yusako.com dunk.. hahaha..)

Barangkali pada belum engeh soal yang satu ini.. Sekilas memang remeh temeh.. cuma ternyata kenyataan di lapangan sering kita abaikan... Apakah itu?

Pernah gak Sobtz dikasih kembalian permen pas belanja di mini market (yang sedang menjamur ituh, yang kalau buka market baru, posisinya depan-depan-an atau samping-samping-an, dan supermarket lainnya?)

Ternyata ada yang perhatian lhoh.. Dan selidik punya selidik, hal ini bisa jadi perkara.. Kita sebagai konsumen bisa tuntut pihak yang memberi permen sebagai kembalian ituh.. ini, cuplikannya saya ambil dari sini 
Direktur Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Radu M. Sembiring mengatakan berdasarkan UU Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa semua transaksi yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia harus menggunakan rupiah, sekecil apa pun transaksinya. Menurutnya dalam kasus pengembalian permen pada saat transaksi di toko ritel merupakan bagian dari pelanggaran pidana.
Nah, Sobtz...sebagai konsumen kita punya hak untuk menolak kembalian ituh, ternyata..Masih ingat betul kan soal koin untuk Prita atau yang sekarang koin untuk Balqis (bayi yang lahir tanpa saluran empedu)... Koin demi koin yang dikumpulkan ternyata bisa menjadi gunung dan benilai lebih dari sekedar nilai uang itu sendiri.. nilai moral, nilai sosial, dan nilai kemanusiaan... 

Coba kalau kita bayangin, Sobtz... Koin yang seharusnya jadi kembalian kita saat belanja di pasar moderen itu dalam sehari.. (yang belanja kan buanyaak, gak cuma seorang, coba 100 rupiah x 100 orang berarti udah 10000 rupiah).. dan tentu saja itu terjadi bukan di satu pasar saja, pasti banyak di antara kita yang mengalami ini tanpa disadari, bukan? misal ada 10 pasar yang melakukan pengembalian uang dengan permen, jadi 10000 rupiah x 10 = 100000 rupiah..  Wow... aih... dan itu berlanjut teruss sepanjang 365 hari.. hiww.. lieurr pisan! 

Nah, bagaimana Sobtz, menarik kah bahasan ini? tulisan gue yang sedikit ini, semoga bisa jadi pencerahan buat kita semua.. dan berguna untuk kita semua, tentunya... Gue jadi kepikiran gimana kalau buat gerakan-nya? adakah yang berniat dengan tulus dan ikhlas mengembangkan ke-sadaran-masyarakat kita untuk menolak permen untuk kembalian??? Saya tunggu yaa respon Sobtz semua. boleh via komen di blog ini, bisa di buku tamu, boleh juga PM langsung.. Okey, Sobtz yusako, sekian duluu, salam selalu!


nb: selamat berakhir pekan, Sobtz...

1 comment:

  1. iya neh..
    sekarang saya menghindari tempat2 yg mengganti keping rupiah dengn permen..
    mungkin seratus rupiah tidak berarti bagi sebagian orang
    tapi buat orang yang membutuhkan sangatlah berharga..
    dukung penolakan kembalian permen..

    ReplyDelete