Saturday, February 27, 2010

My Name is KHAN, how do u like?

Eh..eh... udah liat My Name is KHAN belum? gue sama Idah hari Selasa (23/2) lalu nonton di ex-Plaza Indonesia.. film ini emang ga diputer di semua bioskop, sepertinya untuk saat ini. Berawal dari si boss yang bilang film ini sedih banget dari awal sampai akhir dia nangis. Buehh, pas ku nonton sama Idah, yang ada kita banyak ketawa, sesekali meneteskan air mata, dan juga kesal, emosional dipermainkan alur cerita. Gue angkat jempol buat film India yang satu ini. Why? Why?
Karena film ini, melihat kisah dari sudut pandang berbeda. Dan sering kali memang terlupakan. Berikut secuil komen yusako.. (heheh..)...
  1. Syndrom Asperger yang diderita Khan sejak kecil, belum pernah ada yang mengangkatnya. Ya, mungkin film-film Hollywood juga belum ada yang punya tema kaya gini.(eitss. ada gak sih?)
  2. Penokohan yang sangat lekat antara pemain dan peran yang dimainkan. Membuat film ini serasa bener-bener nyata. (haha..)
  3. Amerika sebagai negara besar yang penduduknya sangat heterogen, banyak yang berasal dari luar Amerika (imigran dari berbagai negara di muka bumi ini), salah satunya yaa negeri kita ini Indonesia, dan juga India..
  4. Di film ini, saya berani angkat jempol, karena, si sutradara dan tentu para kru film nya hebat membidik tema. Tema film Holliwoooodd...yang memang sering kali rasis, kalah sama film ini, walau aura rasis kental banget di film ini, tapi, beda penyajiannya. Hm, si Khan yang berasal dari Mumbai-India, dan berkepercayaan dan beragama Islam di tengah-tengah kota yang sangat mengerikan (kutipan kalimat Khan saat sampai di Amerika..) hehe..Kebayang memang, gimana jadi orang minoritas di tengah negara besar gituh..
  5. Film ini alur nya sangat cantik. Saya menyebutnya, alur melingkar. Karena semua sempurna, tidak ada yang terpotong.. hihi..
  6. Ke-Islam-an yang ada dalam potongan film ini, saat, Khan menikahi Mandira (gadis India beragama Hindi..), sangat dramatis sekali.. Adik Risvan Khan yang juga berada di Amerika memutuskan tali saudara kepadanya. Memang setau saya, dalam Islam, menikah harus dengan yang se-iman, se-kufu. (semoga tidak salah...) Jadilah, dalam waktu yang lama, Khan tidak berhubungan dengan adik dan adik iparnya. Sampai suatu kejadian 9/11.
  7. Kejadian 9/11 yang selama ini kita dengar di berita-berita, di film-film buatan Amerika, dan segala macam hal yang berkenaan dengan kejadian menyeramkan akan robohnya WTC di Amerika itu telah membuat sinisme anti-Islam di banyak penjuru dunia. Dan saya berterimakasih kepada film India ini, karenanya lah-semoga, film ini membukakan mata dunia akan Islam. Karena sesungguhnya di muka bumi ini hanya ada dua insan (cuplikan kata-kata ibu Risvan yang sangat mengena buat saya): orang yang baik dan orang yang tidak baik.
  8. Menurut saya, film ini membuat pencerahan tentang, tidak semua orang Islam bergaris keras. Islam cinta perdamaian. Islam tidak suka peperangan. Adegan yang sangat kental saat, Khan berada di mesjid dekat gedung di mana presiden AS akan tampil. Sekelompok orang di mesjid ada yang sedang melakukan provokasi untuk berjihad. Namun, aksi provokasi itu sangat mengganggu telinga si Khan, hingga Khan pun dengan cepat membantahnya, dan orang-orang di majelis itu pun sebagian ada yang mendengarkannya. Setelah itu dia pergi keluar mesjid, dan tiba-tiba kembali lagi, sambil berkata, "Dia Iblis...dia iblis..." kepada si dokter yang menjadi provokator itu. Super duper mantabb..
  9. Film drama ini berdurasi kurang lebih 3 jam. Jadi persiapkanlah diri anda (buat yang mau nonton), mengantre tiket, karena tiketnya laku keras.. hehe.. perbekalan juga baju hangat. hehe..
  10. Pokoknya pecinta film drama kudu liat ini. Memang film ini bukan film history, tapi, tema yang diangkat mengenai kejadian yang sangat berimbas pada dunia itu sungguh luar biasa. Bollywood bisa nampilin film yang gak cuma joged-joged. Buat kamu yang ngira film India yang satu ini bakalan kaya film-film India yang ada selama ini, jangan salah. Kamu gak akan nemui sherif yang suka ada di film India, atau wanita-wanita dengan ber-sari berjoged-joged tiap kali ada adegan yang bisa dibikin nari-nya.. haha.. Yang pasti ini film sebenernya bukan masalah agama-nya ajah yang ditonjolin, tapi cinta kasih dan toleransi hidup, it's all about humanity! :) (WISH Indonesia punya film sehabat Bolliwood... WISH Indonesia anak bangsanya gak dicecokin sinetron yang hanya mengumbar mimpi-mimpi akan materialistik, dan duniawi.. kapan ya Indonesia punya film yang berpengaruh terhadap dunia??)
Okey.. mumpung lagi libur, sok atuh geura, liat pelem iue.. hehe.. Di kantor, blogger.com udah kena banned. Banyak kayanya yang punya blog, ga cuma gue doang. Akhirnya, gak bisa nge-blog sama sekali. Sementara, koneksi TELKOMSEL FLASH JELEEEEEEEEEEEEEEEEEEEK BANGET!!! parah banget. super duper buruk. Padahal awal2 make kartu ini okey okey ajah. Dua bulan ke mari, amit-amit. Aku pengen banget ngejek-ngejek. Soalnya, emang bener-bener. Dulu waktu pindah ke-kosan, saya masih bisa lah update, ini, konek di kosan, ya di kantor, cuma mentok di GPRR, UMTS, atau HSUPA... yang pasti kalau HSDPA itu baru bagus. dan biasanya dulu-dulu kaya gituh. Bayar tiap bulan tapi ga make sama sekali. dzolim tuh berarti yah gak? bosen ngedumelinnya.... :( 

Oiyah, mungkin dalam beberapa minggu ke depan, yusako absen dulu buat update. Mohon Maaf kalau ada kesalahan kata yah.. yusako absen untuk meniti masa depan dulu.. hihi.. jadi, postingan ini cukup di sini dulu.. okey.. jangan lupa tinggalin pesan kamu, komen kamu, dan semua kritik membangun kamu buat yusako.. makasih yak!

9 comments:

  1. wow.. lengkap banget reviewnya :)
    sip.. banyak hikmah yang terkandung dalam film ini, dan dirangkum sama yusako ;)
    nice

    ReplyDelete
  2. Iya, belum nonton nih, denger2 cukup recommended. oh, blogger ke banned? Kenapa? Wordpress iya gak?

    ReplyDelete
  3. film ini memang bagus..
    o iya koreksi dikit untuk no.1..ada film hollywood: Rain Man diperankan Dustin Hoffman dan Tom Cruise..disitu Dustin memerankan tokoh yang memiliki autisme.

    ReplyDelete
  4. Sebetulnya tinggal di negara2 barat seperti amerika apalagi di Eropa, bagi kaum minoritas itu sangat enak, jauh lebih enak dibanding minoritas yg hidup di Indonesia, apalagi di Arab Saudi.
    Keamanan terjamin, dan semua orang memiliki hak yang sama, tidak seperti di Indonesia dimana minoritas tertindas misalnya dalam hak beribadah.
    Dan FYI, film hollywood yang mengangkat tema aspergers sudah banyak sekali, justru di negara2 agak terbelakang sperti India dan Indonesia, orang banyak yg tidak mengerti aspergers itu apa, mungkin baru di tahun 2000an ini baru mulai tahu, sebelumnya itu dianggap bodoh atau idiot. Juga dengan penyakit2 seperti dyslexia yang sama sekali belum disorot di Indonesia dan belum ada terapinya.
    Sekedar memberi informasi agar yang tinggal di Indonesia tidak rancu dengan kenyataan tinggal di luar negeri itu bagaimana.

    ReplyDelete
  5. makasih kawan2 yang udah komen.. buat rima fauzi, well nice info, thanks anyway.. tapi kayanya komennya ditulis dengan sangat emosional.. ada apa yah? makasih semuaa...

    ReplyDelete
  6. Halo Yusako,

    Komen saya ditulis dengan emosional? Rasanya sih tidak, di bagian mana ya yang Yusako anggap emosional? Saya barusan baca lagi semua terlihat biasa saja, tapi kalau ada bagian yang menyinggung perasaan ya mohon dimaafkan.

    Tapi saya hanya sekedar membagi info saja kenyataan hidup di luar negeri bagi minoritas itu sama sekali tidak yang dibayangkan Yusako atau mungkin yang Yusako dengar dari orang orang di Indonesia.

    Dulu ketika saya masih tinggal di Indonesia dan memiliki kepercayaan yang sama dengan Yusako, saya juga berpendapat yang sama seperti itu, tetapi setelah sudah mengalami tinggal di bermacam macam tempat dan negara dan melihat dengan mata kepala sendiri ternyata kenyataan dan 'mitos' yang beredar di Indonesia sangatlah berbeda. Di negara maju justru para mayoritas tidak seperti di Indonesia yang jelas jelas menindas hak minoritas, karena rata rata negara maju itu memiliki aturan hak azasi manusia dan equality utk orang orang dari berbagai macam kepercayaan, ras, gender dan sexual preference. Jadi jauh lebih aman dan terjamin, kalau tidak ya tidak mungkin tiap tahunnya berbondong bondong orang orang dari Maroko, turki, egypt, tunisia dll ingin masuk ke Eropa dan tinggal disini, pasti mereka semua memilih tinggal di negaranya dimana mereka bagian dari mayoritas.

    Masalah aspergers, di google saja, ada banyak sekali film hollywood yg dari dulu mengangkat tema ini, yang paling ngetop mungkin Rainman. Film seri TV juga sudah ada beberapa yang mengangkat tema ini.

    Salam.

    ReplyDelete
  7. wah saya baru suka nonton belakangan ini, jadi gak merhatiin tuh pelem2 India atau Amerika..

    Well, soal tinggal di luar, saya percaya kalau tinggal di negara yang lebih heterogen gak kaya di Indonesia dengan didukung tingkat ekonomi yang sudah mapan, gak akan berbeda kondisinya. Tiap2 orang akan lebih "cuek" dengan keadaan orang lain.. soal agama, gender, dll, saya rasa sangat sensitif untuk di bahas. dan saya memang belum siap punya bahasan berat...

    makasih udah nulis panjang lebar di komen blog saya. :))

    ReplyDelete
  8. dan satu lagi, saya rasa, lingkungan yang telah membentuk manusia menjadi apa dia sekarang ini. :) makasih yaa.. ;D

    ReplyDelete