Wednesday, August 04, 2010

Subuh

karena selepas Subuh saya menulis ini.. saya mau memposting ini saja untuk pembaca yusako..

Sajak Subuh - Sapardi Djoko Damono


Waktu mereka membakar gubuknya awal subuh itu ia baru saja bermimpi tentang mata air. Mereka berteriak, “Jangan bermimpi!” dan ia terkejut tak mengerti.
Sejak di kota itu ia tak pernah sempat bermimpi. Ia ingin sekali melihat kembali warna hijau dan mata air, tetapi ketika untuk pertama kalinya. Ia bermimpi subuh itu, mereka membakar tempat tinggalnya.
“Jangan bermimpi!” gertak mereka.
Suara itu terpantul di bawahjembatan dan tebing-tebing sungai. Api menyulut udara lembar demi lembar, lalu meresap ke pori-pori kulitnya. Ia tak memahami perintah itu dan mereka memukulnya, “Jangan bermimpi! ”
Ia rubuh dan kembali bermimpi tentang mata air dan …

Perahu Kertas, Kumpulan Sajak. 1982.

2 comments:

  1. susah dipahami ya...

    otak ngeres macam punya saya ini memang susah memahami puisi atau sajak, hahahhaha

    ReplyDelete
  2. Hi... Looking ways to market your blog? try this: http://bit.ly/instantvisitors

    ReplyDelete