Friday, October 15, 2010

Ayah, dokter, dan rumah sakit


Kemarin ayah saya menjalani operasi bedah hernia di salah satu Rumah Sakit Islam dibilangan Cempaka Putih. (huheuheuhe.., itu mah sama ajah disebutin juga yak..)  Sebenarnya saya ga mau nyebutin nama-nama rumah sakit, takut jadi masalah sama rumah sakit.. saya hanya ingin sharing informasi ajah........

Sejak 10 tahun yang lalu, sebenarnya ayah saya sudah pernah merasakan keluhan yang diduga hernia... Sempat pula berobat ke dokter ini dan dokter itu, bahkan sudah masuk ruang operasi di salah satu rumah sakit pemerintah di bilangan Fatmawati, namun, gagal dioperasi.. (bayangkan, Sobtz.. sudah di ruang operasi, pasrah, taunya ga jadi ajah gituh..) katanya dokter, tidak ada diketemukan si "benjolan". Akhirnya.. orangtua saya pun pulang ke rumah.

Setelah itu..kadang kala memang terasa sakitnya.. hingga beberapa waktu belakangan ini. Mungkin bisa jadi dikarenakan kelelahan bekerja.. Walhasil singkat cerita, orangtua saya berobat ke dokter internis dekat rumah. Hasilnya disebutkan hanyalah
lipom. Hanya saja sakitnya makin sering timbul. Maka, dengan pertimbangan jarak, ayah berangkat pagi-pagi ke salah satu rumah sakit di bilangan BSD.. nomer antriannya tentulah nomer kecil.. namun, hingga siang, ayah belum juga dipanggil sementara.. pasien lain yang nomer belasan bisa masuk dnegan mudah ke ruang periksa. (demi tidak membawa hal SARA, saya tidak menjelaskan rinci siapa pasien-nya, dan di mana rumah sakitnya).. Namun, perlakuan itu tentulah membuat ayah saya kesal. Akhirnya, ayah menuju rumah sakit selanjutnya... masih dibilangan Serpong, kali ini di rumah sakit yang dulu pernah punya seteru dengan Ibu Prita.. Dan di sana..ternyata dokternya ga ada yang praktek hari itu. Ayah yang sudah sangat kesakitan, membawa mobil sendiri, lalu pulang. Dan tidur- menahan sakitnya. Sore harinya, saat ayah masih tidur, ibu menerima telepon dari rumah sakit E yang bilang ayah disuruh datang periksa, tentu saja lah ibu kesal dan tidak akan datang.. karena perlakuan rumah sakit itu sungguh mengecewakan.

Keesokannya- hari Selasa lalu, ayah saya langsung bilang sama ibu untuk mem
packing pakaian dan siap-siap, dan akhirnya orangtua saya menuju Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Walau jauh dari rumah, tapi.. ayah pernah ketemu salah satu dokter yang sempat memeriksa adik saya, Isan- yang juga kuliah di fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah- saat kena abses... Karena ada rasa percaya dan nyaman saat berkomunikasi dengan dokter itu, akhirnya, ayah langsung memutuskan ke sana. Alhamdulillah penanganan-nya di sana sangat cepat..
Kronologis:
Ayah saya datang dan masuk lewat UGD. Saat turun dari mobil dengan ditemani ibu saya... seorang ustadz datang menghampiri dan memberikan beberapa pertanyaan dan semangat, serta do'a.. (Subhanallah, Alhamdulillah.. ayah mendapat tempat yang baik untuk berobat, insya Allah..)

Setelah itu, karena ayah saya seorang pegawai negeri- maka memakai ASKES. Dan inilah menurut penuturan ibu saya, penanganan pasien dengan ASKES di sini luar biasa. Tidak ada dibeda-bedakan, tidak ada yang namanya antrean nya dipisahin (seperti yang terjadi di RS. F yang awal ayah saya periksa 10 tahun lalu..-sangat jauhh sekali perlakuannya).

Selain itu, saat melakukan administrasi ruang rawat inap. Ibu pun mengatakan pada saya kalau beliau disarankan oleh adminnya- karena kami pengguna ASKES- "Ibu, di kelas 1 ajah, tidak perlu di VIP, jadi ibu tidak perlu nambah biaya lagi..." (tergantung golongan PNS nya, katanya...).. Alhamdulillah, ibu makin nyaman. Karena, selain merasa mendapatkan hak-nya sebagai keluarga pasien, juga kepedulian pihak rumah sakit.

Terakhir...Alhamdulillah, saya ke rumah sakit 2x.. pertama sebelum ayah dioperasi.. kedua tadi pagi- setelah ayah dioperasi. Dan apakah yang saya temukan tadi pagi? Seorang ustadz dengan baju rapih (seragam PDL gituh..dan peci, juga dilengkapi
nametag namun terbalik jadi saya tidak bisa tau siapa namanya) datang ke ruangan..untuk menanyakan keadaan ayah saya pasca operasi.. setelah itu, ia mendo'akan ayah.. tidak begitu saja, sang ustadz menuju laki-laki yang dirawat inap di sebelah ayah saya.. Dia juga mengungkapkan hal yang sama, mengajarkan bacaan do'a, dan mengingatkan agar tetap shalat dengan segala cara (apabila sakitnya terasa)..dan lainnya..

Memang hal seperti ini diperlukan untuk kondisi psikis pasien.. (jangan malah rumah sakit liat orang pakai ASKES, langsung dicuekin.. dibuang, diterlantarkan..) Ayah saya sudah dioperasi... dan hari ini belajar jalan normal dan bangun dari kasur..(kata ayah, persis penganten sunat :D )

Nah, Sobtz, maka dari postingan-ku ini.. saya mau sharing betapa menemukan rumah sakit dan dokter yang "pas" memang itulah cobaan, namun, tetaplah berikhtiar,
Insya Allah, Allah menunjukan jalannya... Cobaan itu mungkin penguji kesabaran...dan kesabaran itu juga penggugur dosa-dosa.. (karena kesabaran kita dalam ujian diberi penyakit, bukan begitu, Sobtz? Semoga Sobtz Yusako semua dalam keadaan sehat wal afiat. Amiin Ya Robbal a'lamin.. 

crdphoto: pinjem di sini

1 comment: