Wednesday, June 13, 2012

Pelajaran dari dapur


Seorang ayah dan anak laki-laki nya sedang bercakap-cakap sore itu. Ayah nya menunjukan tiga benda yang ada di dapur. Ada wortel, ada telur, dan ada juga kopi. Kata si bapak, "Manusia itu hidup di dunia ini ada tiga macam, perumpamaan nya seperti wortel, telur, dan kopi." 
Wortel itu sebelumnya kuat, keras, dan "tidak berperasaan.", telur sebelumnya mudah pecah, cangkang nya rapuh, sementara bubuk kopi hitam.

"Lihat ini, Nak..." si ayah berkata sambil memanaskan air di dalam panci. Kemudian ke dalam air yang mendidih itu, ayah memasukan wortel yang warna-nya orang segar, dan setelah dimasukan ke dalam panci-direbus, wortel itu menjadi empuk. Kemudian ayah memasukan telur ke dalam air mendidih itu, namun matang di dalamnya. Setelah itu, ayah memasukan kopi ke dalam air mendidih itu, dan kopi pun berbaur dengan air, menjadikannya air kopi nan semerbak harum nya.

Setelah ayah menjelaskan itu, si anak pun bertanya penasaran, "Jadi, manusia ada yang kaya wortel? ada yang kaya telur? dan ada yang kaya kopi, Yah?" celetuknya. Ayah pun menjelaskan dengan kata sederhana agar dapat diterima si anak laki-laki nya itu.

"Manusia seperti wortel, wortel yang tadinya keras untuk digigit, kemudian setelah direbus- wortel menjadi lembek, naah, ini menunjukan apabila dia menemui kesulitan dalam hidupnya, maka dia akan menjadi lembek, menjadi lemah, keok.. Telur mengibaratkan orang yang apabila ditimpa masalah, ia menjadi keras dan kaku menghadapi sesuatu yang berasal dari luar dirinya,- kenapa begituh, coba liat telur yang awalnya rapuh cangkaknya, menjadi keras setelah direbus, ya kan, nak?"

Anak itu manggut-manggut, lalu si ayah melanjutkan… “Nah, kalau kopi… kopi yang bentuknya sudah bubuk ini dimasukan ke dalam air panas, lalu kopi menyatu dengan air panas, menjadi air kopi. Dia menyatu bersama masalahnya, menghadapi-nya dengan keluwesan nya- kopi yang diseduh dengan air panas membuat aroma kopi semakin semerbak... nah, walau pun ditimpa kesulitan yang berat, orang seperti kopi itu akan tetap membawa kebaikan untuk lingkungannya. Walau kadang menyisakan ampas, dan ampas itu kelak dibuang bukan? Buang yang buruk, ambil lah yang baik nya, ituh lah contok si manusia kopi..

“Begitulah dapur kita hari ini, yukk kita makan dulu,” kata si ayah..

Semoga bermanfaat yaa, Sobs! Belajar dari hal-hal sederhana membuat kita jadi dewasa. :)

0 komentar:

Post a Comment